LombokPost--Gagal ginjal merupakan salah satu penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahun di Indonesia.
Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, gaya hidup tidak sehat menjadi pemicu utama gangguan ginjal, bahkan pada usia muda.
Berikut lima kebiasaan buruk dalam gaya hidup yang terbukti dapat memicu gagal ginjal:
1. Konsumsi Garam Berlebihan
Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi garam dapat meningkatkan tekanan darah, yang pada gilirannya merusak pembuluh darah di ginjal.
Ginjal akan bekerja lebih keras untuk menyaring darah, dan dalam jangka panjang bisa mengalami kerusakan.
2. Kurang Minum Air Putih
Ginjal membutuhkan cairan cukup untuk menyaring limbah dari darah.
Kebiasaan kurang minum menyebabkan konsentrasi urin meningkat, memperbesar risiko terbentuknya batu ginjal dan infeksi saluran kemih.
3. Penggunaan Obat Pereda Nyeri yang Tidak Terkontrol
Obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) seperti ibuprofen atau asam mefenamat yang dikonsumsi terus-menerus tanpa resep dokter dapat merusak jaringan ginjal.
Penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan medis sangat tidak disarankan.
4. Pola Makan Tinggi Protein Hewani dan Olahan
Diet tinggi protein, terutama dari daging merah dan olahan seperti sosis atau nugget, membebani kerja ginjal.
Ginjal harus bekerja ekstra keras untuk mengeluarkan produk sisa metabolisme protein, yang dapat mempercepat kerusakan ginjal.
5. Gaya Hidup Sedentari dan Kurang Olahraga
Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan obesitas, hipertensi, dan diabetes—tiga faktor risiko utama penyebab gagal ginjal.
Aktivitas ringan seperti berjalan kaki 30 menit sehari dapat sangat membantu mencegah kerusakan ginjal.
Pakar kesehatan menyarankan agar masyarakat mulai memperbaiki pola hidup, mengurangi asupan garam, rutin cek tekanan darah, dan menjaga asupan cairan minimal 2 liter per hari.
Gagal ginjal bukan hanya ancaman bagi lansia. Dengan menghindari gaya hidup di atas, risiko gagal ginjal bisa ditekan sejak usia muda.***
Editor : Kimda Farida