Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lebih dari Sekadar Angka, Memahami Suhu Tubuh Bayi sebagai Alarm Dini Kesehatan

Nurul Hidayati • Rabu, 16 Juli 2025 | 16:35 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost – Di balik senyum menggemaskan buah hati, setiap orang tua mengemban tanggung jawab besar untuk menjaga kesehatannya.

Salah satu "alarm" penting yang wajib dipahami adalah suhu tubuh bayi.

Dikutip dari Alodokter memaparkan suhu tubuh lebih dari sekadar angka, suhu tubuh normal dan perubahannya bisa menjadi indikator vital kondisi kesehatan si kecil.

 Baca Juga: Panel Canggih Bayi Tabung RSUD Ruslan Kota Mataram, Kendali Hidup dari Layar Sentuh!

Sekaligus penentu kecepatan tindakan orang tua dalam memberikan penanganan.

Seringkali, kekhawatiran muncul saat bayi terasa hangat atau dingin. Padahal, memahami suhu normal bayi dan cara mengukurnya dengan tepat adalah kunci untuk menghindari kepanikan berlebihan atau, sebaliknya, keterlambatan penanganan.

Ketika suhu bicara maka kenali batasan normal dan waspada perubahannya.

 Baca Juga: Melihat Setiap Detail Ruang Bayi Tabung RSUD H. Moh. Ruslan, Menyusuri Teknologi Canggih Petik Telur IVF dengan Jarum “Ajaib”

Pada dasarnya, suhu normal bayi berkisar antara 36,6–37 °C. Namun, penting untuk diketahui bahwa cara pengukuran memengaruhi batas demam:

Di atas 38 °C jika diukur dari dubur (suhu rektal). Suhu 37,5 °C jika diukur dari mulut (suhu oral). Suhu 37,2 °C jika diukur dari ketiak (suhu aksila).

Kenaikan suhu atau demam sendiri sebenarnya merupakan reaksi alami sistem imun bayi dalam melawan infeksi virus atau bakteri.

Namun, demam juga bisa dipicu oleh hal-hal sepele seperti tumbuh gigi, pakaian terlalu tebal, atau suhu lingkungan yang panas.

Sebaliknya, penurunan suhu tubuh hingga di bawah 35 °C patut diwaspadai sebagai hipotermia. Kondisi ini bisa terjadi karena paparan suhu dingin atau pakaian basah yang tidak segera diganti.

Seni mengukur ini bukan sekadar sentuhan, tapi butuh termometer digital.

Meski sentuhan di dahi atau pipi sering jadi patokan awal, untuk hasil akurat, termometer digital adalah alat wajib bagi setiap orang tua. Jauhi termometer raksa karena risiko pecah.

Berbagai jenis termometer digital tersedia, mulai dari ketiak, telinga, mulut, hingga dahi. Namun, termometer rektal sering dianggap paling akurat dan mudah digunakan pada bayi.

Kebersihan termometer juga tak kalah penting. Selalu cuci dengan air sabun atau bersihkan dengan alkohol sebelum dan sesudah penggunaan untuk mencegah penyebaran kuman.

Lebih dari Sekadar Angka, Memahami Suhu Tubuh Bayi sebagai Alarm Dini Kesehatan
Lebih dari Sekadar Angka, Memahami Suhu Tubuh Bayi sebagai Alarm Dini Kesehatan

Berikut ada beberapa cara mengukur suhu dengan termometer.

Melalui Mulut (Oral), pastikan tidak ada sisa makan/minum dalam 15 menit terakhir. Letakkan ujung termometer di bawah lidah bayi, pastikan bibir tertutup, dan tahan hingga berbunyi.

Melalui Ketiak (Aksila). tempelkan ujung termometer ke kulit ketiak, jangan terhalang pakaian. Dekap bayi dengan nyaman dan tahan termometer hingga berbunyi.

Melalui Dubur (Rektal),  posisikan bayi tengkurap. Oleskan petroleum jelly pada ujung termometer, lalu masukkan sekitar 2 cm ke dalam dubur. Biarkan hingga berbunyi.

Kapan Harus ke Dokter? Kenali Tanda Bahaya maka orang tua wajib waspada dan segera membawa bayi ke dokter jika Suhu bayi usia

Demam terjadi lebih dari 24 jam pada bayi usia 6–12 bulan, atau lebih dari 3 hari pada usia berapa pun.

Demam disertai gejala lain seperti ruam kulit, sesak napas, kejang, diare atau muntah berulang, atau perubahan warna bibir, lidah, dan kuku menjadi kebiruan.

Suhu tubuh bayi turun hingga 35 °C atau kurang, meskipun sudah diupayakan penghangatan.

Memantau suhu tubuh bayi adalah langkah awal. Untuk imunitas optimal, pastikan si kecil mendapatkan nutrisi yang seimbang, terutama sinbiotik (kombinasi probiotik Bifidobacterium breve dan prebiotik FOS:GOS) untuk kesehatan pencernaan dan kekebalan tubuh, serta DHA dan AA untuk perkembangan otak dan saraf yang maksimal.

Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter bila ada kekhawatiran tentang perubahan suhu tubuh buah hati.

Editor : Kimda Farida
#suhu #bayi #orang tua #normal #tubuh #infeksi