Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ancaman Senyap Asam Urat Jangan Sepelekan, Risiko Gagal Ginjal Mengintai!

Nurul Hidayati • Senin, 28 Juli 2025 | 14:47 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost  – Asam urat, gangguan metabolik yang umum di masyarakat, seringkali dianggap enteng.

Namun, di balik nyeri sendi yang kerap menyerang, tersimpan ancaman serius yang dapat mengakibatkan kerusakan ginjal hingga kebutuhan akan prosedur cuci darah.

Penting bagi setiap individu untuk memahami gejala, mekanisme kerusakan, dan langkah pencegahan agar terhindar dari komplikasi fatal ini.

 Baca Juga: Kasus Anak Cuci Darah Ramai di Medsos, Dikes Mataram Imbau Jangan Panik

Jika tidak ditangani dengan benar, kadar asam urat yang tinggi dalam darah dapat memicu serangkaian masalah kesehatan serius.

Dalam kasus yang parah, asam urat kronis dapat merusak ginjal secara bertahap, menyebabkan penurunan fungsi organ vital ini hingga akhirnya berujung pada gagal ginjal yang memerlukan terapi cuci darah (hemodialisis) seumur hidup.

Waspadai Gejala Awal Asam Urat: Bukan Sekadar Nyeri Sendi Biasa

Kekakuan: Sendi menjadi kaku, membatasi gerak dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Batu Ginjal: Dalam beberapa kasus, penumpukan asam urat juga bisa menyebabkan pembentukan batu ginjal, yang ditandai dengan nyeri di pinggang dan keinginan buang air kecil terus-menerus.

Sayangnya, gejala-gejala ini seringkali diabaikan karena dianggap nyeri sendi biasa. Padahal, jika kadar asam urat dalam darah terus meningkat tanpa kontrol, komplikasi serius dapat muncul. 

Bagaimana Asam Urat Menggerogoti Ginjal hingga Berujung Cuci Darah?

Asam urat adalah produk sisa metabolisme purin, zat yang banyak ditemukan dalam makanan seperti daging merah, jeroan, dan makanan laut.

Normalnya, ginjal akan mengeluarkan asam urat ini melalui urine. Namun, jika produksi asam urat berlebihan atau ginjal tidak mampu membuangnya secara efektif, kadar asam urat dalam darah akan meningkat, kondisi yang disebut hiperurisemia.

 

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Hiperurisemia yang tidak terkontrol inilah yang menjadi pemicu kerusakan ginjal:

Pembentukan Batu Ginjal: Kristal asam urat dapat mengendap dan membentuk batu di ginjal. Batu ini bisa menyumbat saluran kemih, mengganggu aliran urine, dan merusak jaringan ginjal.

Peradangan Ginjal (Nefropati Asam Urat): Endapan kristal asam urat dapat memicu peradangan kronis pada ginjal. Peradangan ini secara bertahap merusak jaringan ginjal, mengurangi kemampuannya menyaring racun dari darah.

 Baca Juga: Kasus Gagal Ginjal Muncul Lagi, IDAI NTB Keluarkan Imbauan soal Resep Obat

Gagal Ginjal Kronis: Jika nefropati asam urat tidak diatasi, kerusakan ginjal akan terus memburuk dan berkembang menjadi gagal ginjal kronis.

Pada tahap ini, ginjal tidak lagi berfungsi, dan pasien memerlukan terapi pengganti ginjal seperti cuci darah atau transplantasi.

Kerusakan Pembuluh Darah Ginjal: Hiperurisemia juga berkaitan erat dengan risiko hipertensi (tekanan darah tinggi) dan aterosklerosis. Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, mempercepat kerusakan ginjal yang sudah ada.

Langkah Pencegahan Penting: Hindari Cuci Darah Akibat Asam Urat

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, terutama untuk komplikasi seserius gagal ginjal. Berikut adalah langkah-langkah kunci untuk menjaga kadar asam urat tetap terkontrol:

Perubahan Pola Makan: Batasi konsumsi makanan tinggi purin (daging merah, jeroan, makanan laut, alkohol). Perbanyak sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. Minumlah air putih minimal 2-3 liter sehari untuk membantu ginjal membuang asam urat.

Olahraga Teratur: Aktivitas fisik rutin membantu menjaga berat badan ideal, mengurangi risiko obesitas yang terkait dengan hiperurisemia, serta meningkatkan sirkulasi darah dan fungsi ginjal.

Obat-obatan Pengontrol Asam Urat: Bagi penderita yang sudah didiagnosis, patuhi anjuran dokter dalam mengonsumsi obat seperti allopurinol atau febuxostat untuk menurunkan kadar asam urat.

Pantau Kadar Asam Urat Rutin: Periksa kadar asam urat secara berkala (nilai normal pria: 3.4-7.0 mg/dL; wanita: 2.4-6.0 mg/dL). Deteksi dini adalah kunci mencegah komplikasi serius.

 

Ancaman Senyap Asam Urat Jangan Sepelekan, Risiko Gagal Ginjal Mengintai!
Ancaman Senyap Asam Urat Jangan Sepelekan, Risiko Gagal Ginjal Mengintai!

Hindari Alkohol dan Rokok: Keduanya memperburuk hiperurisemia dan gangguan metabolik. Menghindarinya akan sangat mengurangi risiko.

Kelola Stres: Stres dapat memicu peradangan dan serangan asam urat. Teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga bisa membantu menjaga keseimbangan fisik dan mental.

Asam urat bukanlah penyakit yang bisa disepelekan. Potensi kerusakan ginjal hingga kebutuhan cuci darah adalah realitas yang tidak boleh diabaikan. Dengan mengenali gejala awal dan menerapkan langkah-langkah pencegahan, risiko komplikasi serius dapat diminimalkan. Edukasi yang lebih luas mengenai bahaya asam urat sangatlah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Editor : Siti Aeny Maryam
#purin #cuci darah #Asam Urat #Kesehatan #hemodialisis