LombokPost – Memasuki musim hujan, risiko penyakit musiman seperti influenza dan Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meningkat.
Pakar Kesehatan Universitas Mataram (Unram), dr. Arfi Syamsun, menegaskan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta gaya hidup sehat sebagai benteng utama pencegahan.
Arfi Syamsun, yang juga menjabat Dekan FKIK Unram, mengingatkan bahwa perubahan cuaca ekstrem dan kelembaban dapat memicu lonjakan penyakit.
Ia menekankan bahwa menjaga tubuh tetap prima tidak cukup hanya mengandalkan obat atau vitamin.
Baca Juga: Puluhan Anak Binaan LPKA Lombok Tengah Ikuti Skrining Kesehatan Massal
Menurutnya, terdapat tiga pilar utama yang wajib dijaga konsisten selama musim hujan.
Pilar Pertama: Konsistensi PHBS
Implementasi: Mencakup kebiasaan dasar seperti mandi bersih dan mencuci tangan sebelum makan. Signifikansi: Kebiasaan sederhana ini sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh di tengah cuaca lembap yang rawan memicu penyakit musiman.
Pilar Kedua: Pemenuhan Gizi Seimbang
Prinsip: Menjaga gizi tidak harus mahal. Pemanfaatan pangan lokal dinilai cukup untuk mendukung sistem imun.
Tujuan: "Saat musim hujan, tubuh lebih mudah drop. Gizi seimbang adalah kunci," ujar dr. Arfi.
Pilar Ketiga: Istirahat Cukup dan Olahraga Teratur
Fondasi: Kombinasi istirahat yang cukup dan olahraga teratur menjadi fondasi gaya hidup sehat yang membantu tubuh tetap bugar dan stabil menghadapi perubahan cuaca ekstrem.
Dokter Arfi menekankan bahwa musim hujan harusnya menjadi momentum untuk memperbaiki kebiasaan.
Ia mengingatkan agar PHBS dan gaya hidup sehat dijalankan secara konsisten dari awal hingga akhir musim, sekaligus menjauhi kebiasaan buruk seperti konsumsi alkohol.
"Kalau belum terbiasa cuci tangan, mulai sekarang dibiasakan. Konsisten itu kunci agar terhindar dari penyakit musiman," tegasnya. (jay/r3)
Editor : Kimda Farida