LombokPost - Kolesterol seringkali bergerak seperti "musuh dalam selimut". Tanpa gejala yang nyata, kadar kolesterol jahat (LDL) yang tidak terkendali dapat menumpuk dan membentuk plak di dinding pembuluh darah.
Kondisi yang dikenal sebagai aterosklerosis ini merupakan awal dari berbagai malapetaka kesehatan yang bisa berujung pada kematian mendadak.
Berdasarkan tinjauan medis dikutip dari Hello Sehat, kolesterol tinggi yang dibiarkan tanpa penanganan serius akan menyumbat aliran darah ke organ-organ vital, menyebabkan kerusakan permanen yang tidak bisa dianggap remeh.
Komplikasi Mematikan yang Mengintai
Jika aliran darah terhambat oleh tumpukan lemak, tubuh akan menghadapi risiko komplikasi.
Penyakit Jantung Koroner & Serangan Jantung: Ketika pembuluh darah arteri yang menuju jantung tersumbat, otot jantung tidak mendapatkan oksigen. Hal ini menyebabkan nyeri dada (angina) bahkan serangan jantung mendadak yang mematikan.
Stroke: Penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak akibat plak kolesterol dapat menyebabkan stroke. Kondisi ini seringkali menyisakan kelumpuhan atau gangguan fungsi otak permanen.
Penyakit Arteri Perifer (PAP): Kondisi di mana aliran darah ke tungkai atau lengan terhambat, menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa saat berjalan dan risiko luka yang sulit sembuh.
Batu Empedu: Kadar kolesterol yang terlalu tinggi di dalam cairan empedu dapat mengeras dan membentuk batu empedu yang menyakitkan..
Disfungsi Ereksi: Pada pria, penyumbatan pembuluh darah akibat kolesterol.
Ini juga dapat memengaruhi aliran darah ke organ vital, menyebabkan gangguan fungsi seksual.
Putus Rantai Bahaya Sekarang Juga
Bahaya kolesterol tinggi tidak hanya menyerang lansia, namun juga mereka yang memiliki gaya hidup sedentari dan pola makan buruk di usia muda. Kabar baiknya, risiko-risiko mematikan ini bisa ditekan dengan perubahan drastis pada gaya hidup.
Pilih makanan rendah lemak jenuh dan tinggi serat.
Rutin melakukan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu.
Berhenti merokok dan batasi alkohol.
Lakukan cek darah rutin untuk memantau kadar LDL, HDL, dan Trigliserida.
Mengetahui angka kolesterol adalah langkah pertama menyelamatkan nyawa. Jangan tunggu gejala muncul, karena seringkali gejala pertama dari kolesterol tinggi adalah serangan jantung itu sendiri.
Mencegah lebih baik daripada mengobati.
Editor : Prihadi Zoldic