LombokPost – Ancaman henti jantung bisa datang kapan saja dan di mana saja.
Data menunjukkan lebih dari 350.000 orang di seluruh dunia meregang nyawa akibat kondisi ini setiap tahunnya.
Ironisnya, 90 persen kejadian justru terjadi di lingkungan rumah atau tempat kerja.
Baca Juga: Waspada Henti Jantung Mendadak
Di mana bantuan medis seringkali tidak berada di lokasi saat kejadian.
Lead Instructor EmergencyLink Indonesia, Antoni Maulana, menegaskan bahwa kecepatan dalam memberikan pertolongan pertama adalah kunci antara hidup dan mati.
Siapa pun bisa memberikan pertolongan pertama tersebut.
Baca Juga: Layanan Jantung untuk Pasien BPJS Segera Hadir di RS Mandalika
"Waktu kita hanya 4 menit. Jika seseorang mengalami henti jantung tanpa pertolongan segera, dalam waktu tersebut akan terjadi kematian batang otak yang sifatnya irreversible atau tidak bisa kembali normal," ungkap Antoni (10/5).
Jurus "Hands-Only" CPR
Banyak masyarakat awam yang masih takut memberikan pertolongan karena menganggap CPR itu rumit.
Baca Juga: Pemkot Mataram Wacanakan Program Medical Check-Up Jantung
Namun, Antoni menjelaskan bahwa metode Hands-Only CPR atau kompresi dada saja sebenarnya sudah mampu meningkatkan peluang hidup korban hingga tiga kali lipat.
"Semua orang bisa menyelamatkan nyawa (Everyone Can Save a Life). Kuncinya ada pada dua langkah mudah: Telepon dan Kompresi," jelasnya.
Langkah pertama adalah segera menghubungi Emergency Call Center 119 atau pusat layanan kesehatan terdekat.
Di wilayah Mataram, warga bisa mengakses PSC 119 RSUD Kota Mataram di nomor 087-777-577-119.
Bisa juga menghubungi PSC 119 RSUD Provinsi NTB di nomor 0800-1111-119. Kedua nomor PSC 119 ini bebas pulsa.
Sembari menunggu bantuan datang, langkah kedua adalah melakukan kompresi dada di tengah-tengah dada dengan kecepatan 100-120 kali per menit dengan kedalaman 5-6 cm bagi dewasa.
Edukasi Menjadi Investasi Nyawa
Melalui bendera EmergencyLink Indonesia yang bekerja sama dengan Kemenkes Bapelkes Mataram, Antoni terus mendorong masyarakat untuk tidak sekadar tahu, tapi mahir melalui pelatihan bersertifikat. Pelatihan yang ditawarkan mencakup First Aid, Basic Life Support (BLS), hingga Water Rescue.
"Kesediaan Anda meluangkan waktu untuk berlatih sangat berarti untuk menekan angka kematian akibat henti jantung. Anda adalah harapan bagi keluarga dan orang-orang terdekat saat situasi darurat terjadi," pungkas Antoni.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelatihan profesional dengan instruktur berpengalaman, EmergencyLink membuka akses bagi para Lay Rescuer atau penyelamat awam agar siap bertindak sebelum petugas medis tiba di lokasi.
Editor : Redaksi Lombok Post Online