LombokPost – Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi sektor kesehatan.
Kondisi tersebut menuntut tersedianya sumber daya manusia yang memiliki kemampuan memadai dalam memberikan perawatan kepada lansia, baik di lingkungan keluarga maupun komunitas.
Menjawab tantangan tersebut, Poltekkes Kemenkes Mataram melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Rumah Senja Desa Jenggik, Kabupaten Lombok Tengah.
"Kegiatan ini difokuskan pada pemberdayaan caregiver dan kader kesehatan melalui pelatihan serta bantuan sarana pendukung perawatan lansia," jelas Ketua Tim PengabdIan Dr. dr. Yopi Harwinanda Ardesa, M.Kes.
Dr. dr. Yopi melaksanakan program ini bersama tiga dosen lainnya, yakni Mas'adah, M.Kep., Retno Wahyuningsih, M.Gizi., dan Mira Utami Ningsih, MNSc.
Pelatihan diberikan berdasarkan kebutuhan yang dihadapi para pendamping lansia di lapangan. Materi yang disampaikan meliputi pemenuhan gizi lansia, komunikasi terapeutik, hingga teknik mobilisasi yang benar dan aman agar dapat meminimalkan risiko cedera, baik bagi lansia maupun caregiver.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan diskusi. Dengan metode tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam aktivitas pendampingan sehari-hari.
Lebih lanjut, Dr. dr. Yopi Harwinanda Ardesa, M.Kes., mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diarahkan untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan kesehatan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan.
"Sebagian besar lansia saat ini dirawat oleh keluarga di rumah. Karena itu, peningkatan kompetensi caregiver dan kader kesehatan menjadi strategi penting agar lansia memperoleh pelayanan yang aman, berkualitas, dan tetap menjunjung martabat mereka," ujarnya.
Selain memberikan pelatihan, tim pengabdi juga menyerahkan bantuan berbagai sarana penunjang perawatan lansia kepada Rumah Senja Desa Jenggik. Bantuan tersebut berupa alat bantu mobilisasi seperti kursi roda, kruk, tripod, dan T-cane.
Tidak hanya itu, tim juga menyerahkan perlengkapan kebersihan dan perawatan lansia, di antaranya underpad, waslap, perlengkapan mandi, serta diaper lansia. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai sekitar Rp 23 juta.
Menurut Dr. dr. Yopi, bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan Rumah Senja kepada para penghuni lansia sekaligus mendukung terciptanya lingkungan perawatan yang lebih aman dan nyaman.
Indonesia sendiri saat ini tengah memasuki fase transisi demografi menuju masyarakat menua (ageing society). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk lansia terus mengalami peningkatan setiap tahun. Seiring bertambahnya usia, lansia umumnya mengalami penurunan fungsi fisik, kognitif, maupun psikososial sehingga membutuhkan pendampingan yang lebih intensif.
Di sisi lain, kapasitas panti atau lembaga pelayanan lansia masih terbatas. Mayoritas lansia tetap tinggal bersama keluarga sehingga kemampuan anggota keluarga dalam memberikan perawatan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas hidup mereka.
"Melalui kegiatan pengabdian ini, Poltekkes Kemenkes Mataram berharap para caregiver dan kader kesehatan memiliki pengetahuan, keterampilan, serta rasa percaya diri yang lebih baik dalam mendampingi lansia," tambahnya.
Ke depan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat agar pelayanan bagi lansia semakin komprehensif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kualitas hidup kelompok usia lanjut di tengah masyarakat.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post