Bidan Nofia Noor Izzaty, Mahasiswi STIKES Mataram Berhasil Raih Juara 1 Nakes Teladan NTB 2026

Siti Aeny Maryam • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 13:37 WIB
Nofia Noor Izzaty, seorang Bidan Kota Mataram, berhasil meraih penghargaan sebagai Juara 1 Kategori Bidan Nakes Teladan Tingkat Provinsi NTB.
Nofia Noor Izzaty, seorang Bidan Kota Mataram, berhasil meraih penghargaan sebagai Juara 1 Kategori Bidan Nakes Teladan Tingkat Provinsi NTB.
LombokPost - Dedikasi dan komitmen tinggi dalam dunia pelayanan kesehatan kembali membuahkan hasil membanggakan. Nofia Noor Izzaty, S.Tr.Keb, seorang Bidan Ahli Pertama di Puskesmas Pagesangan, Kota Mataram, berhasil meraih penghargaan sebagai Juara 1 Kategori Bidan Nakes Teladan Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026.

Berbekal masa pengabdian selama 4 tahun, wanita kelahiran Kalabahi, 23 November 1994 ini membuktikan bahwa pelayanan kesehatan terbaik tidak hanya lahir dari rutinitas medis, melainkan dari kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat serta keberanian untuk terus berinovasi.

Nofia berprofesi sebagai bidan dengan jabatan Bidan Ahli Pertama di Puskesmas Pagesangan Kota Mataram dengan pendidikan terakhir DIV Kebidanan.

Baca Juga: Seluruh Dapur MBG Bakal Wajib Pasang CCTV, Dipantau Langsung dari Kantor Pusat BGN

Nofia saat ini tengah menempuh pendidikan di STIKES Mataram (Prodi Pendidikan Profesi Bidan).

Dalam pemilihan Nakes Teladan, Nofia mengajukan riset tentang Inovasi Unggulan "Si Kumbang Rimba"
(Informasi Pemeriksaan Tumbuh Kembang Mandiri Bersama Kader dan Orangtua)

Kunci keberhasilan Nofia dalam meraih predikat Nakes Teladan adalah inovasi bertajuk "SI KUMBANG RIMBA". Inovasi ini dirancang untuk menjawab tantangan pelayanan tumbuh kembang anak agar lebih terjangkau, mudah, dan efektif.

Baca Juga: Lebih Teruji, KONI Sumbawa Mantap Dukung Mori Hanafi Pimpin KONI NTB Lagi

Dengan Digitalisasi Skrining ini mampu mempermudah proses pemantauan serta pencatatan hasil pemeriksaan tumbuh kembang anak secara digital.

Orang tua pun menjadi lebih aktif dan mandiri dalam memantau perkembangan anak, sementara kader kesehatan lebih mudah melakukan pendampingan di lapangan.

Selain itu teknologi ini bisa memudahkan tenaga kesehatan dalam melakukan monitoring serta evaluasi hasil skrining secara berkelanjutan.

Hebatnya lagi, inovasi yang dirancang Nofia mendukung deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang sehingga anak yang membutuhkan intervensi atau pemeriksaan medis lebih lanjut dapat segera ditindaklanjuti.

Bagi Bidan Nofia, pengalaman pengabdian yang paling berkesan adalah proses mengembangkan SI KUMBANG RIMBA sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat.

"Melalui inovasi ini, saya belajar bahwa perubahan dalam pelayanan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Pemanfaatan teknologi sederhana yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dapat memberikan manfaat nyata bagi anak, orang tua, kader, dan tenaga kesehatan.

Pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinan bahwa tenaga kesehatan tidak hanya berperan memberikan pelayanan, tetapi juga perlu terus berinovasi untuk menjawab permasalahan yang ditemukan di lapangan.

Motivasi utama Bidan Nofia dalam menekuni profesinya adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ia ingin memberikan pelayanan yang komprehensif, tidak hanya berorientasi pada pengobatan (kuratif), tetapi juga berfokus pada pencegahan (preventif), edukasi, deteksi dini, dan pemberdayaan masyarakat agar mampu menjaga kesahatan mereka secara mandiri.

Bagi Nofia, menjadi tenaga kesehatan merupakan kesempatan berharga untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat serta turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup mereka.

Menerima predikat sebagai Bidan Nakes Teladan Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 merupakan suatu kehormatan sekaligus amanah bagi Nofia.

"Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas proses, kerja keras, dan dukungan berbagai pihak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penghargaan ini juga menjadi pengingat bahwa setiap inovasi dan pengabdian yang dilakukan dengan tulus dapat memberikan dampak yang berarti.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada keluarga, pimpinan, rekan kerja, kader, masyarakat, dan seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan pengabdian ini," ucap Nofia.

Nofia berharap penghargaan yang diraihnya ini dapat menjadi pemantik motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta mengembangkan inovasi yang bermanfaat.

Ia juga berharap pengalaman dalam mengembangkan inovasi SI KUMBANG RIMBA dapat menginspirasi tenaga kesehatan lainnya untuk berani berinovasi, terutama dalam menjawab tantangan pelayanan di lapangan.

"Semoga semakin banyak tenaga kesehatan yang saling berbagi ide, berkolaborasi, dan menciptakan perubahan positif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat."

Sebagai penutup, Bidan Nofia membagikan pesan bernas bagi seluruh rekan tenaga kesehatan.

"Jangan takut untuk memulai perubahan, meskipun dari langkah yang sederhana. Dengarkan kebutuhan masyarakat, temukan masalah yang ada di sekitar kita, dan berikan solusi terbaik sesuai kemampuan kita," tambah Nofia.

Karena inovasi tidak selalu tentang teknologi yang canggih, tetapi tentang bagaimana kita menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, bermanfaat, dan dekat dengan masyarakat.

Editor : Siti Aeny Maryam
Sumber : Liputan
Stikes Mataram Teladan nakes Bidan Inovasi