LombokPost-Indonesia resmi mengajukan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai kandidat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Proses pemilihan pemimpin baru WHO telah dimulai sejak April 2026.
Nama Budi tercantum dalam daftar calon yang diusulkan Indonesia sebagai negara anggota WHO. Kandidat terpilih nantinya akan menggantikan Direktur Jenderal WHO saat ini, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Budi menjadi satu dari empat calon kandidat yang telah tercantum dalam informasi resmi WHO. Tiga kandidat lainnya adalah Dr. Hanan Mohammed Al-Kuwari yang diusulkan Qatar, Dr. Hanan Balkhy dari Arab Saudi, serta Dr. Hans Henri P. Kluge yang diusulkan Belgia.
Direktur Jenderal merupakan pejabat teknis sekaligus administratif utama WHO. Jabatan itu saat ini dipegang Tedros yang memulai periode keduanya pada 16 Agustus 2022.
Masa jabatan kedua Tedros akan berakhir pada 15 Agustus 2027. Berdasarkan ketentuan WHO, Direktur Jenderal hanya dapat diangkat kembali satu kali.
Proses pemilihan Direktur Jenderal berikutnya telah berjalan sejak April 2026. Pada tahap awal, negara-negara anggota WHO mendapat kesempatan mengajukan calon untuk posisi itu.
Batas akhir pengajuan proposal pencalonan ditetapkan pada 24 September 2026. Setelah seluruh proposal masuk, proses berlanjut ke tahap seleksi oleh Dewan Eksekutif WHO.
Dewan Eksekutif pada sesi ke-160 yang dijadwalkan berlangsung pada 2027 akan memilih maksimal tiga kandidat. Nama-nama itu kemudian diajukan untuk dipertimbangkan dalam Majelis Kesehatan Dunia.
Pengangkatan Direktur Jenderal WHO berikutnya akan dilakukan dalam Majelis Kesehatan Dunia ke-80 atau World Health Assembly ke-80. Agenda itu dijadwalkan berlangsung pada Mei 2027.
Masuknya nama Budi dalam daftar kandidat belum berarti Indonesia mendapatkan posisi Direktur Jenderal WHO. Budi masih harus melewati tahapan pencalonan dan seleksi sebelum keputusan akhir diambil Majelis Kesehatan Dunia.
WHO menjelaskan, calon potensial dapat diumumkan melalui situs organisasi sebelum publikasi resmi kandidat dan proposal pencalonan. Setelah kandidat dan proposal dipublikasikan secara resmi, status pencalonan akan diperbarui.
Hingga 10 Agustus 2026, situs resmi WHO menampilkan empat calon kandidat. Dr. Hanan Mohammed Al-Kuwari diusulkan Qatar dan Dr. Hanan Balkhy diusulkan Arab Saudi.
Sementara Dr. Hans Henri P. Kluge diusulkan Belgia dan Budi Gunadi Sadikin diusulkan Indonesia.
Keempatnya akan mengikuti tahapan menuju pemilihan Direktur Jenderal WHO periode berikutnya. Proses selanjutnya akan menentukan maksimal tiga kandidat yang diajukan Dewan Eksekutif untuk dipertimbangkan Majelis Kesehatan Dunia pada 2027.
Editor : Akbar SirinawaSumber : jawapos.com