Namun, bagi para pencinta specialty coffee, ada satu metode yang dianggap sebagai kasta tertinggi dalam menikmati kopi dingin bernama Japanese Iced Coffee.
Bukan sekadar kopi dingin biasa, minuman ini menawarkan pengalaman sensorik yang jauh lebih kaya dibandingkan Cold Brew yang populer.
Di Kota Mataram, minuman kopi ini dapat dinikmati di Ratih Coffee & Eatery. Harganya di kisaran Rp 30 ribuan.
Pesona utama dari Japanese Iced Coffee terletak pada proses pembuatannya yang dramatis. Sering disebut teknik Flash Chilled.
Berbeda dengan Cold Brew yang direndam air dingin selama belasan jam. Japanese Iced Coffee diseduh panas menggunakan metode pour-over (biasanya V60) langsung di atas tumpukan es batu.
Perubahan suhu yang ekstrem dan seketika ini berfungsi untuk mengunci semua senyawa aromatik dan karakter rasa yang hanya bisa keluar melalui ekstraksi air panas.
Hasilnya, sebuah ledakan rasa yang unik dan segar, namun tetap mempertahankan jati diri biji kopinya.
Saat pertama kali menyesapnya, perbedaan mencolok akan langsung terasa di lidah. Ada rasa sensasi citrus atau berry yang sangat cerah.
Teksturnya sangat bersih, tidak meninggalkan rasa kesat di tenggorokan. Karena terekstraksi panas, aroma floral dan manis karamel yang biasanya hilang pada metode kopi dingin lainnya, tetap tercium kuat di sini.
Berbeda dengan es kopi biasa yang sering kali terasa hambar (encer) karena es yang mencair, Japanese Iced Coffee dibuat dengan perhitungan rasio air dan es yang presisi.
Hal ini menjaga konsistensi rasa tetap tebal meski es mulai meleleh.
Disajikan dalam gelas kaca transparan, Japanese Iced Coffee tampil dengan warna cokelat kemerahan yang jernih, hampir menyerupai teh premium.
Kejernihan ini mencerminkan kualitas filtrasinya yang sempurna, memberikan kesan elegan saat diletakkan di atas meja kafe.
Editor : Kimda Farida