Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Visi Kandidat (4) : Dianul Hayezi, Maju Karena Inginkan Perubahan

Administrator • Jumat, 24 Juli 2020 | 14:30 WIB
CUKUP BERAT: Pasangan jalur perseorangan H Dianul Hayezi-H Badrun Nadianto yang berniat maju pada Pilkada Kota Mataram siap mengganti kekurangan surat dukungan.( ROJAI/LOMBOK POST)
CUKUP BERAT: Pasangan jalur perseorangan H Dianul Hayezi-H Badrun Nadianto yang berniat maju pada Pilkada Kota Mataram siap mengganti kekurangan surat dukungan.( ROJAI/LOMBOK POST)
Peluangnya bertarung di Pilkada 2020 mendatang memang tipis. Tapi, semangat orang ini, masih membara. Dialah H Dianul Hayezi. Satu-satunya bakal calon wali kota Mataram yang mendaftar lewat jalur perseorangan.

-----------------------------------------------

Dianul lahir dan besar di Kota Mataram. Ia juga tak pernah lepas dari dunia politik. Meskipun seringkali gagal.

Kini, Dianul kembali mencoba peruntungan. Mencoba mencari cara agar bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram. "Saya mau maju karena ingin menyejahterakan masyarakat Kota Mataram," katanya.

Kata-kata Dianul memang terdengar klise. Namun, dia punya alasan kenapa kalimat itu yang keluar dari mulutnya. "Keberhasilan daerah tidak selalu diukur dengan pembangunan gedung-gedung bertingkat dan penataan jalan atau yang lainnya. Melainkan dari kesejahteraan masyarakat," cetusnya.

Menjadi pemimpin di Kota Mataram, harus banyak belajar dari daerah lain. "Saya sudah keliling Indonesia," klaimnya.

Ia mengaku melihat daerah lain jauh lebih maju. "Kota Mataram ini harusnya sudah banyak perubahan,” kata pria asal Rembiga Barat ini.

Karena itulah, ia merasa terpanggil. Ia ingin menyumbangkan tenaga dan pikirannya dalam membangun Kota Mataram. “Intinya kita ingin ada perubahan,” terang pria kelahiran 1959 silam ini.

Dia melihat, banyak yang harus dibenahi di Kota Mataram. Baik dari segi pendidikan, sosial, kesehatan, dan budaya. Kini, banyak sekali orang Kota Mataram pendidikannya tinggi. Tapi hidupnya susah. "Itu semua bukan karena lapangan pekerjaan. Melainkan ekonomi di Mataram ini hanya dikuasai segelintir orang," sindir pria lulusan Universitas Proklamasi Jogyakarta ini. (ALI ROJAI/r3)

 

  Editor : Administrator
#Pilkada Mataram #Pilwali Mataram #Dianul Hayezi