HAMDANI WATHONI, Mataram
Bau durian tercium dari jalur Lingkar Selatan. Tak jauh dari lokasi Kantor Camat Sekarbela, aroma durian dari Kedai Sakura menyebar ke segala penjuru. Maklum, durian memang menjadi buah yang baunya tak bisa disembunyikan.
Menariknya, meski bukan musim durian, di Kedai Sakura buah durian selalu tersedia. “Karena durian ini didatangkan dari Sulawesi,” tutur Gilang, pegawai Kedai Sakura kepada Lombok Post, kemarin (22/6).
Gilang mengatakan durian di Kedai Sakura tersedia setiap saat. Tidak harus menunggu musim durian tiba. Sehingga, bagi warga yang ‘ngidam’ makan durian, bisa datang ke tempat ini kapan pun.
Kedai Sakura mulai buka sejak pukul 08.00 Wita hingga pukul 11.00 Wita malam hari. Di sini, semua menu yang disediakan serba durian. Tidak hanya daging durian utuh, tetapi juga aneka menu olahan durian.
Misalnya durian cup, durian kupas kane, pancake durian, durian panggang, sup durian, durian goreng, es krim, hingga jus durian.
Bagi warga Kota Mataram yang suka makan durian, tempat ini menjadi favorit mereka. Biasanya warga datang bersama keluarganya menikmati durian di lokasi Kedai Sakura. Pengunjung bisa makan durian di Berugak Bambu yang telah disiapkan.
Ornamen bunga Sakura dan hiasan di sekitar kedai membuat pengunjung seolah sedang berada di Jepang, Negeri Sakura.
“Kebetulan ownernya sepupu saya, Nikmatul Ulfa. Suka dengan Sakura dan budaya khas Jepang,” lanjut Gilang.
Selain menjual durian luar daerah, Kedai Sakura juga menjual durian lokal. Hanya saja untuk tahun ini panen durian di Pulau Lombok gagal. Sehingga tak banyak durian lokal yang bisa dijual.
Yang paling menarik di Kedai Sakura adalah, semua durian yang dijual di sini dijamin enak. Jika tidak enak, Kedai Sakura memberikan garansi bisa memilih atau menggantinya dengan durian yang lain. “Makanya jargon kami adalah Durian Anti Nyesel,” lanjut Gilang.
Ini bukan sembarang jargon. Ini benar-benar dibuktikan oleh pemilik Kedai Sakura. Jika ada pelanggan yang komplain rasa durian yang dijual tidak enak, mereka siap menggantinya dengan durian yang lain. Bagaimana agar pembeli benar-benar merasakan kenikmatan dari durian yang jual.
“Kepuasan pelanggan yang utama bagi kami. Misalnya ada yang beli dikirim ke Sumbawa ternyata di sana dimakan tidak enak, kami siap ganti,” tegasnya.
Wajar kemudian tempat ini menjadi favorit pencinta durian. Tidak hanya di Kota Mataram tetapi juga kabupaten kota lain yang ada di NTB. Ketika ramai, total dua kuintal durian bisa habis per harinya. Dengan harga durain per kilo gramnya Rp 75 ribu. Untuk durian jenis kane.
Sedangkan untuk musang king dibanderol dengan harga Rp 350 ribu per boks atau daging durian yang sudah dikemas dalam kotak.
Silakan, bagi Anda yang suka durian, datang saja ke lokasi Kedai Sakura di Jalur Lingkar Selatan. Tak jauh dari Kantor Camat Sekarbela. (*/r3)
Editor : Administrator