Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dandim 1606 Mataram Turun Membantu Warga Terdampak Pandemi Covid-19

Administrator • Selasa, 17 Agustus 2021 | 23:59 WIB
PEDULI MASYARAKAT: Dandim 1606 Mataram Kolonel Arm Gunawan saat menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak PPKM darurat hingga yang isolasi terpusat di Kelurahan Banjar belum lama ini.( TONI/LOMBOK POST)
PEDULI MASYARAKAT: Dandim 1606 Mataram Kolonel Arm Gunawan saat menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak PPKM darurat hingga yang isolasi terpusat di Kelurahan Banjar belum lama ini.( TONI/LOMBOK POST)
Perayaan HUT Kemerdekaan di masa pandemi Covid-19 harus bisa dimaknai dengan tepat. Jika tahun 1945 silam para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah, maka tahun ini seluruh rakyat Indonesia berjuang untuk merdeka dari pandemi Korona.

 

HAMDANI WATHONI, Mataram

 

Tak dipungkiri, wabah Korona sebagian besar dianggap sebagai musibah. Tetapi layaknya setiap musibah, pasti selalu ada hikmah di baliknya. Itulah yang terlihat di Kota Mataram.

Di tengah situasi sulit akibat pandemi, semangat gotong royong dan kepedulian warga begitu terasa. Semua lapisan elemen masyarakat bahu membahu saling membantu.

TNI-Polri dan pemerintah bersinergi. Masyarakat Kota Mataram begitu patuh mendengar arahan pemerintah. Buah dari kesepahaman tersebut, Mataram belum lama ini berhasil turun level. Dari yang semula dari status darurat ke level 4, kini turun menjadi level 3. Namun perjuangan itu dikatakan Dandim 1606 Mataram Kolonel Arm Gunawan masih belum berakhir.

“Kunci dari perjuangan adalah kebersamaan,” ucapnya kepada Lombok Post, kemarin (16/8).

Semangat kemerdekaan kali ini masyarakat dihadapkan perang melawan virus korona. Virus ini ditegaskannya hanya bisa dikalahkan jika semua elemen masyarakat kompak bersama-sama. Tidak hanya Pemda, tetapi TNI-Polri dan masyarakat.

Ditegaskan Dandim jika tidak ada perjuangan yang mudah. Mulai dari pengetatan pintu masuk Kota Mataram yang dilakukan TNI-Polri, hingga penertiban jam malam dan kepatuhan protokol kesehatan. Itu semua memang ada konsekuensi yang dirasakan oleh masyarakat. Khususnya terkait perekonomian masyarakat. Ini tidak hanya dirasakan masyarakat Kota Mataram atau NTB. Tetapi terjadi di seluruh wilayah Indonesia bahkan dunia.

“Ya memang tidak ada kemenangan tanpa pengorbanan. Namun kita semua tahu jika tujuan besarnya adalah mencegah penyebarannya virus korona yang berbahaya,” tegasnya.

Terlebih dengan virus Covid-19 yang kini mulai bermutasi. Sehingga Dandim mengatakan butuh kesadaran bersama dan kebersamaan untuk bisa keluar dari pandemi.

“Masyarakat Kota Mataram harus mengubah kebiasaan. Biasa beraktivitas malam hari di atas pukul 10.00 Wita, kini sudah harus dibatasi. Kemudian yang makan minum di restoran atau rumah makan, kini harus dibawa pulang. Termasuk menyesuaikan kebiasaan dengan aktivitas lainnya,” pintanya.

Dengan aturan yang ada saat ini, pemerintah sudah berupaya membantu masyarakat untuk tetap bisa menjalankan aktivitas ekonomi. Sehingga masyarakat pun harus punya kesadaran membantu pemerintah agar bisa keluar dari pandemi.

Mengubah kebiasaan memang tidak mudah. Tetapi itulah inti dari perjuangan itu sendiri saat ini ketika menghadapi pandemi. Jika dibandingkan dengan perjuangan para leluhur merebut kemerdekaan dari penjajah, tentu perjuangan saat ini tidak sebanding. Maka, sudah sepatutnya semua warga Mataram dan NTB tetap patuh pada protokol kesehatan.

“Yang tak kalah penting kita juga harus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Ini juga salah satu cara kita menang dan keluar dari pandemi korona ini,” ujarnya.

Ketika ada warga yang terpapar dan melakukan isolasi tanpa gejala, warga lain yang kebetulan mampu dan memiliki rezeki diharapkan peduli. Sekadar membawakan tetangganya sembako atau makanan. Ini akan memupuk semangat kebersamaan dan persatuan. “Alhamdulillah itu sudah mulai kami lakukan di beberapa wilayah Kota Mataram,” ucapnya.

Melalui Bhabinsa bersinergi dengan Bhabinkamtibmas hingga pihak kelurahan, aksi kepedulian ini terus dipupuk di Kota Mataram. Bahkan Dandim sendiri turun langsung memberi teladan kepada masyarakat. Ia memberikan bantuan kepada warga di Kelurahan Banjar.

Lurah Banjar Sapardi mengapresiasi apa yang dilakukan Dandim 1606 Mataram. Di Kelurahan Banjar, ketika ada warga isolasi mandiri maka pertama yang digugah adalah tetangga sekitarnya. Kemudian kepala lingkungan juga mengimbau warga iuran untuk memberikan bantuan sembako.

“Kami mengedukasi masyarakat jika pasien Covid-19 bukan dijauhi tetapi diayomi. Khususnya ketika belum ada bantuan turun sama sekali. Kami bisa memberikan bantuan 3-4 hari makanan sekadar membantu warga dan menambah semangatnya,” kata Sapardi.

Akhirnya, kesan Covid-19 atau korona yang semula menakutkan dan membuat mencekam kini terasa lebih bisa dikendalikan. Tidak membuat warga cemas dan merasakan ketakutan berlebihan.

“Dan Alhamdulillah, kesadaran warga menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker juga semakin tinggi,” syukurnya. (*/r3) Editor : Administrator
#Dandim 1606 Mataram #Kolonel Arm Gunawan #Pandemi Covid-19