HAMDANI WATHONI, Mataram
Soto Ali Baba mendadak hitz di Kota Mataram. Sejak banyak yang mengunggah foto soto ini di media sosial, Soto Ali Baba makin dikenal. "Sebenarnya kalau saya sudah jualan soto ini 13 tahun," ujar Muhammad Ali, penjual Soto Ali Baba kepada Lombok Post.
Tepatnya di depan Pasar Karang Sukun. Setiap hari pengunjung datang silih berganti mampir di warung Soto Ali Baba. Di tempat yang sederhana, Muhammad Ali selalu kebanjiran pembeli. Bahkan sampai ada yang rela mengantre tempat duduk.
"Maklum kalau sekarang tempatnya memang sederhana. Ada cabang yang saya buka di depan STMIK, kalau di sana tempatnya lebih bagus," ujar Ali.
Namun karena pelanggannya sudah terlanjur mengetahuinya berjualan depan pasar, mereka akhirnya selalu datang mencarinya. Sementara warung soto yang ada di depan STMIK dijaga anaknya. Racikannya tetap sama. Bumbu resep keluarga.
"Karena ini menu warisan keluarga turun temurun. Dari nenek saya ke bapak saya, kemudian sekarang saya dan anak juga jualan," tuturnya.
Soto Ali Baba terkenal lezat karena campuran daging sapi, ayam dan aroma kuah yang khas soto Sasak. Ada beberapa jenis menu soto yang disediakan Ali. Mulai dari soto daging, soto tulang muda, soto ayam, soto lidah sapi, soto sumsum, hingga soto ekstrem.
Namun dari beberapa menu tersebut, menu soto sumsum yang paling banyak dicari.
Soto sumsum ini diburu warga yang kebetulan ke pasar hingga mereka yang memang sengaja datang membeli. "Pegawai kantor banyak yang ke sini. Ada juga dokter dan tenaga kesehatan sering beli soto untuk makan di sini dan bawa pulang," tutur Ali.
Beberapa pelanggannya mengaku suka makan soto ini karena rasanya yang khas. Berbeda dari soto umumnya. Aroma daging sapi begitu terasa. "Ada juga dokter yang senang makan soto tanpa lontong. Katanya untuk diet," cetusnya.
Harga per porsi untuk soto sumsum hanya Rp 17 ribu. Sementara soto daging ayam hingga daging sapi dibanderol Rp 11-15 ribu. Harga yang terbilang sangat terjangkau. Apalagi melihat potongan daging sapi yang melimpah dan kualitas rasa yang nikmat.
Ali mengaku tak mau memasang harga yang terlalu tinggi karena ia ingin soto yang dijualnya bisa dinikmati semua kalangan. Wajar akhirnya sotonya kadang lebih cepat habis. "Saya mulai jualan dari jam 9.30 sampai 14.30. Tapi kalau cepat habis ya cepat pulangnya," tutur bapak tiga anak ini.
Jauh sebelumnya, Soto Ali Baba sebenarnya sudah dikenal masyarakat Kota Mataram. Maklum, Ali mengaku sudah mulai berjualan bersama orang tuanya sejak di lokasi dekat Kantor Bupati Lombok Barat yang berada di lokasi Lombok Epicentrum Mall saat ini.
Namun sejak Kantor Bupati Lombok Barat pindah, ia pun memilih berjualan di pasar. "Saya generasi ketiga. Dari nenek kemudian bapak juga jualan soto, terus saya lanjutkan," akunya.
Sebelumnya, soto yang dijual Ali dan nenek beserta bapaknya hanya dikenal sebagai soto Sasak. Kemudian ia berinisiatif memberi nama Soto Ali Baba ia ambil dari namanya Muhammad Ali. "Karena kalau Soto Ali sudah banyak yang nama itu. Makanya saya tambahkan biar mudah diingat. Ali Baba!" ucapnya tersenyum. (*/r3)
Editor : Administrator