Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Camping di RTH Pagutan, Nikmati Suasana Hutan di Jantung Mataram

Administrator • Minggu, 26 September 2021 | 21:15 WIB
DESTINASI WISATA BARU: Sejumlah anak muda  berkemah di RTH Pagutan, Kota Mataram, belum lama ini. Pokdarwis menyiapkan fasilitas bagi pengunjung yang akan berkemah.( IST/LOMBOK POST)
DESTINASI WISATA BARU: Sejumlah anak muda berkemah di RTH Pagutan, Kota Mataram, belum lama ini. Pokdarwis menyiapkan fasilitas bagi pengunjung yang akan berkemah.( IST/LOMBOK POST)
Dengan membayar Rp 75 ribu, pengunjung sudah mendapat tenda dan makan jika berkemah di RTH Pagutan. Tak hanya itu, pengunjung bisa menikmati alunan musik akustik dibawakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pagutan Timur (Patim) Taman Sari.

 

ALI ROJAI, Mataram

 

JADWAL  kuliah yang padat dan tugas bejibun tentu bisa bikin penat dan otak panas. Begitu juga rutinitas kerja selama Senin hingga Jumat dan tumpukan pekerjaan yang terus bertambah. Semua itu dapat menyebabkan stres. Kalau sudah begini, terkadang ingin liburan.

Ya. Liburan memang penting untuk kesehatan fisik dan mental. Dari beberapa hasil penelitian menunjukkan liburan yang dilakukan rutin ternyata dapat mengurangi risiko penyakit jantung, koroner, depresi, dan menambah emosi positif.

Kini, masyarakat tidak perlu  jauh-jauh jika ingin berkemah menghilangkan rasa penat atau lelah seharian bekerja. Di Kota Mataram sudah ada tempat kemah serasa di tengah hutan dengan banyaknya pepohonan yang lebat. Bisa dicoba!

Pokdarwis Patim Taman Sari menyulap RTH Pagutan di Lingkungan Petemon sebagai bumi perkemahan. Para pengunjung yang ingin berkemah tidak perlu repot-repot membawa tenda atapun peralatan lainnya. Karena Pokdrawis sudah menyiapkan fasilitas kemah dan makanan.

“Kita siapkan tenda dan makanan bagi pengunjung,” kata Parwadi, seorang anggota Pokdarwis Patim Taman Sari, kemarin.

Tak hanya itu, para pengunjung juga bisa menikmati alunan musik akustik yang dimainkan Pokdarwis. “Untuk satu tenda kita sewakan Rp 75 ribu dengan kapasitas maksimal tiga orang. Ini termasuk makan dan minum,” kata dia.

Sejauh ini sudah ada pengunjung yang berkemah ke RTH ini. Bagi masyarakat yang ingin mencoba sensasi kemah serasa di tengah hutan bisa menghubungi Pokdarwis Patim di media sosial (medsos). “Kita sudah cantumkan nomor di medsos jika ada warga ingin kemah di RTH Pagutan,” ucapnya.

Lurah Pagutan Timur Dwi Cahyono mengatakan, Pokdarwis Patim Taman Sari bukan hanya melayani warga yang ingin kemah di RTH Pagutan. Namun juga mempromosikan potensi wisata yang ada di lima lingkungan di Kelurahan Pagutan Timur. Sebut saja di Lingkungan Petemon ada RTH dan ada destinasi wisata religi. “Kita juga punya musik tawak-tawak dan genggong yang masih dilestarikan para sesepuh di sini,” ujar dia.

Menurutnya, lima lingkungan di Kelurahan Pagutan Timur memiliki destinasi wisata masing-masing untuk di lestarikan. Untuk di RTH sendiri, Pokdarwis Patim Taman Sari sudah meminta izin di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pariwisata terkait camping ground selama tidak menyewakan lahan. “Kami menyiapkan fasilitas bagi warga yang akan kemah,” tutur pria kelahiran 1983 ini.

Bagi pengunjung yang ingin kemah tidak perlu repot. Pasalnya, Pokdarwis sudah menyiapkan fasilitas tenda. Bahkan pengunjung juga bisa menikmati kuliner dengan hanya membayar Rp 75 ribu. “Kemarin ada dari luar Kota Mataram kemah,” ucapnya.

Untuk keamanan sendiri, pihaknya menerjunkan perlindungan masyarakat (linmas). Bahkan pihaknya juga melibatkan linmas Satgas Petemon. Begitu juga dengan arahan wali kota untuk mencegah penyebaran Covid-19 di bukit perkemahan selalu diindahkan.

“Kita di pintu masuk menyiapkan tempat cuci tangan dari BPBD Kota Mataram,” tutur dia.

Hujan yang melanda Kota Mataram belakangan ini kata dia, membuat jarang ada pengunjung yang kemah. Karena tanahnya masih gambut.

Kendati demikian, pihaknya juga sudah bersurat ke DLH untuk spot-spot yang bisa digunakan untuk kemah di area RTH. “Sudah ada izin, tapi kita ingin ada surat secara resmi,” tuturnya. (*/r3) Editor : Administrator
#babakan #Mataram #RTH babakan #Giong Siu