Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Berkenalan dengan Putri Ayu Diana, Duta Pangan Lokal NTB

Administrator • Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:52 WIB
KOMSUMSI PANGAN LOKAL: Duta Pangan Lokal NTB Putri Ayu Diana mengajak masyarakat mengkonsumsi pangan lokal pada acara Festival Pangan Lokal yang diadakan di Bumi Perkemanahan Jakamandala, Kota Mataram, kemarin (21/10). (ROJAI/LOMBOK POST)
KOMSUMSI PANGAN LOKAL: Duta Pangan Lokal NTB Putri Ayu Diana mengajak masyarakat mengkonsumsi pangan lokal pada acara Festival Pangan Lokal yang diadakan di Bumi Perkemanahan Jakamandala, Kota Mataram, kemarin (21/10). (ROJAI/LOMBOK POST)
Menjadi duta pangan lokal NTB hal yang baru bagi Putri Ayu Diana. Dia akan terus belajar guna mengedukasi masyarakat, khususnya kaum milenial untuk mengkonsumsi pangan lokal.

 

ALI ROJAI, Mataram

 

BELAJAR. Itulah yang akan dilakukan Dian, sapaan karibnya sebagai Duta Pangan NTB.“Ini pengalaman pertama. Biasanya saya ikut kontes yang diadakan Dinas Pariwisata,” kata perempuan yang menjadi Finalis Puteri Mandalika 2020 ini.

Dian terlihat santai meski tidak terlalu banyak yang tahu tentang olahan pangan lokal di NTB. Namun yang jelas, kata dia, pangan lokal menyehatkan untuk dikonsumsi.

Melihat fenomena sekarang dengan banyaknya masyarakat yang kecanduan junk food, menjadi tantangan tersendiri baginya. Dia akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengkonsumsi pangan lokal. “Ini harus kita gencarkan,” celetuk perempuan asal Lingkungan Karang Jasi, Cakarengara ini.

Sebagai duta pangan NTB, Dian akan mengikuti semua kegiatan atau acara di Dinas Ketahanan Pangan NTB. Dia akan terus menyosialisasikan pangan lokal yang melimpah ruah. Dengan harapan, masyarakat terutama kaum milenial bisa mengkonsumsi pangan lokal.

Dian tidak menampik kalangan anak muda sekarang ini cenderung mengkonsumsi junk food yang tidak menyehatkan. Junk food jenis makanan yang tinggi kandungan gula, lemak,  garam, dan minyak. Ditambah dengan wangi makanan dan berbagai paduan rasa lainnya yang membuat makanan terasa nikmat menggoyang lidah. Namun kadang tidak disadari efek junk food selalu dikaitkan dengan obesitas, kolesterol tinggi, hipertensi, dan penyakit jantung. “Kami ingin masyarakat bisa mengkonsumsi makanan sehat,” cetus dara berparas ayu ini.

Dian akan intens menyosialisasikan kepada masyarakat agar mengkonsumsi pangan lokal. Karena menurutnya pangan lokal seperti ubi jalar, singkong, jagung, kentang dan sebagainya sangat menyehatkan. “Kenyang tak harus pakai nasi,” ucap gadis 21 tahun ini.

Dia akan memulai menyosialisasikan pangan lokal dari keluarga dan kerabat. Dia ingin pangan lokal yang diolah menjadi berbagai makanan bisa menjadi pilihan masyarakat. Bahkan dia akan mengajak masyarakat, baik secara langsung maupun dari media sosial untuk mengkonsumsi pangan lokal.

“Saya juga akan membuat video makan-makan sehat dari pangan lokal,” ujar mahasiswi Universitas Mataram ini.

Tak hanya mengkonsumsi pangan lokal, namun Dian ingin kaum milenial bisa bertani pangan lokal yang hasilnya bisa diolah menjadi makanan yang menyehatkan. Apalagi pangan lokal rendah glukosa dibandingkan junk food. “Makanan sehat  dari pangan lokal akan kita sosialisasikan di medsos,” ujar anak ketiga dari empat bersaudara ini.

Sebagai perempuan yang kerap mengikuti ajang kecantikan, Dian memiliki tantangan tersendiri dengan ditunjuknya sebagai Duta Pangan NTB. Karena dengan menjadi duta pangan sekarang ini dia bisa menambah pengetahuan tentang kekayaan pangan lokal NTB. Apalagi dalam acara Festival Pangan Lokal yang diadakan di Bumi Perkemanahan Jakamandala dia melihat beragam olahan pangan lokal yang yang cukup enak dan pemasarannya tembus pasar modern. “Saya rasa kalau diolah pangan lokal akan memilki nilai tinggi,” tutur  Dian.

Dia ingin kaum milenial bisa memilah makanan yang dikonsumsi. Karena sejauh ini banyak makanan junk food rasanya enak tapi tidak dibutuhkan organ tubuh karena tidak menyehatkan. Bahkan efek makanan tinggi gula dan lemak dapat menurunkan sinaps otak yang bertanggung jawab untuk pembelajaran dan kemampuan mengingat. Serta mengganggu aktivitas peptida. “Junk food tidak menyehatkan,” tukasnya. (*/r3)

 

  Editor : Administrator
#pangan lokal #Putri Ayu Diana #NTB