PAUD Pariwisata Desa Tetebatu, Sekolahnya di Dusun, Guru dari Luar Negeri

Administrator • Dipublikasikan Selasa, 9 November 2021 | 00:09 WIB
BELAJAR BERSAMA WISATAWAN: Siswa PAUD Pariwisata Tetebatu belajar bersama guru tamu di Dusun Orong Gerisak, Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, belum lama ini.  (PAUD Pariwisata for Lombok Post)
BELAJAR BERSAMA WISATAWAN: Siswa PAUD Pariwisata Tetebatu belajar bersama guru tamu di Dusun Orong Gerisak, Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, belum lama ini. (PAUD Pariwisata for Lombok Post)
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pariwisata di Desa Tetebatu ini menjadi salah satu kriteria penilaian dalam lomba desa wisata internasional UNWTO. Lembaga pendidikan di desa wisata ini didirikan oleh Muhamad Ali dan istrinya Husniati.

 

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

 

Setiap pagi, Husniati, Kepala PAUD Pariwisata Tetebatu berkeliling dari rumah ke rumah warga. Ia tidak sedang menagih utang. Tapi menjemput anak-anak usia dini yang hendak belajar. Yang dijemput tidak sedikit. Sekitar 30 anak.

Itulah upaya yang dilakukan Husniati dalam membangun PAUD miliknya yang berada di Dusun Orong Gerisak, Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur. “Waktu itu sekitar tahun 2011. Namanya TK Rinjani Tetebatu,” kata Husniati pada penulis koran ini.

Gambaran tersebut menunjukkan masih minimnya kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anaknya sejak usia dini. Di sisi lain, lembaga pendidikan anak usia dini memang belum ada di lingkungan tersebut. Atas dasar itulah, Muhamad Ali, suami Husniati membuat lembaga pendidikan bernama Yayasan Putri Rinjani Bangkit.

Belakangan TK Rinjani menjadi sorotan wisatawan. Beberapa pemuda mahasiswa dari luar daerah juga tergerak untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran mereka untuk membangun TK di tengah desa wisata. “Beberapa wisatawan asing yang berprofesi jadi pendidik juga menyempatkan diri untuk mampir ke sini,” jelasnya.

Lambat laun, TK Rinjani berkembang. Dari satu kelas dengan 30 siswa, kini sudah menjadi tiga kelas dengan 53 siswa. Jauh sebelum adanya aroma desa wisata terbaik internasional UNWTO, Husniati telah menyiapkan PAUD Pariwisata yang dibutuhkan sebagai kriteria dalam ajang berkelas dunia tersebut.

Ketua Yayasan Putri Rinjani Bangkit Muhamad Ali menerangkan, tujuan awalnya memang untuk memberikan pendidikan usia dini untuk anak-anak. Namun seiring berkembangnya lembaga tersebut, PAUD pariwisata bertujuan untuk mendidik sekaligus memperkenalkan pariwisata sejak dini pada anak-anak di desa wisata.

“Terutama mengenai pentingnya kebersihan dalam mengembangkan pariwisata,” jelasnya.

Menurutnya, tidak mudah mengubah kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah sembarangan. Kendati sudah diberikan penyadaran. Kata Ali, sehingga sangat penting untuk memberi penyadaran itu sejak dini. Sehingga anak memiliki kebiasaan.

Salah satu yang menarik dari PAUD Pariwisata adalah, setiap hari anak-anak mengawali pembelajaran dengan mengikuti proses pengolahan sampah plastik. Pengolahan dilakukan oleh orang tua yang menemani mereka belajar. Selain itu, orang tua juga disediakan tempat membaca buku.

“Sehingga saat menunggu anaknya belajar, mereka tidak ngerumpi. Tapi melakukan hal-hal yang bermanfaat,” jelasnya. (*/r5)

 

 

 

 

 

  Editor : Administrator
Desa tete Batu paud Lombok Timur