----
Camat Keruak Ahmad Subhan mengeluarkan uang Rp 10 ribu dari saku celananya. Uang itu ia berikan pada seekor kambing yang sedang bermain di halaman Kantor Desa Maringkik, Kecamatan Keruak. Saat disodorkan ke mulutnya, kambing itu mendekat. Subhan tersenyum. Ia menunggu dengan sabar. Meski uangnya ditolak. “Maunya Rp 100 ribu ini,” canda Subhan.
Pagi jelang siang itu, Subhan hendak ingin membuktikan pada penulis koran ini jika kambing di Desa Maringkik memakan uang. Cerita tentang keunikan kambing di Pulau Maringkik memang menjadi salah satu sajian utama yang disuguhkan bagi pendatang baru di desa yang mekar dari Tanjung luar itu.
Memang unik. Kepala Desa Maringkik Nusapati menerangkan, dari 617 kepala keluarga yang hidup di sana, setengah di antaranya memelihara kambing. Kambing ini dijadikan sebagai tabungan untuk dijual di musim hasil tangkapan sepi di lautan.
Sebenarnya warga tidak memelihara kambing di sana. Mereka hanya membeli kambing, lalu melepasnya di pulau seluas 11,6 hektare itu. Ratusan bahkan mungkin ribuan ekor kambing di sana mencari makan secara mandiri. “Tidak ada satupun yang membuat kandang kambingnya di sini,” terang Nusapati.
Konsekuensi kambing dikandangi tentu harus diberi makan rutin. Karena itu, tak ada kandang kambing di sana. Lucunya, yang dikandangi atau dilindungi warga menggunakan pagar dan jaring adalah tanaman di halaman rumah mereka.
“Semestinya kan yang dikandangi kambingnya. Bukan tanaman itu,” kata Subhan disela percakapan dengan pak kades.
Karena kebebasan kambing di pulau itu, warga yang tak memiliki kambing sempat keberatan dengan hal itu. Kata Nusapati, kambing itu sering masuk ke rumah warga menghabiskan beras di dapur. Saat itu, sempat ada larangan dari tokoh masyarakat setempat. Tapi belakangan dibiarkan lagi.
Selain beras, kambing di Maringkik memakan segala bentuk dedauan. Juga akan menghabiskan kertas yang beraroma makanan. “Kadang makan nasi, ikan, bahkan daging juga. Di sini kambingnya pemakan segala. Kayak manusia,” tutur Nusapati.
Ya, Maringkik sangat dekat dengan cerita kambing ini. Itulah mengapa, tak jauh dari pulau Maringkik, terdapat pulau yang mereka namakan Gili Bembek dan Gili Bembek Kecil. Disebut Gili Bembek, karena saat air laut surut, kambing-kambing diajak ke dua gili tersebut untuk diberikan makan rumput. (fatih/r5) Editor : Rury Anjas Andita