Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur
Pendiri CV Cahya Rizki Farm (CRF) Muhammad Khalid Rozani pagi itu menyambut kedatangan sejumlah pemateri dari Universitas Mataram di kandang ternak kambingnya, Desa Ketangga Jeraeng, Kecamatan Keruak. Pengusaha muda itu begitu antusias.
Semangat itu terlihat dari bagaimana ia memastikan semua peserta lainnya datang tepat waktu. Bagaimana tidak, usahanya yang masih seumur jagung akan mendapatkan pelatihan inovasi pembuatan pakan komplet tinggi nutrisi, juga pelatihan manajemen agribisnis.
”Kami selaku mitra dari program pengabdian masyarakat ini dari awal sangat antusias menyambut program ini. Apalagi yang terlibat juga masyarakat peternak mitra CRF, juga masyarakat umum lainnya,” kata Rozani pada Lombok Post.
Dalam pelatihan, pemateri Prof Ir Yusuf Akhyar Sutaryono dan Tarmizi memberikan teori sekaligus praktik dalam membuat pakan ternak komplit. Program yang menyasar usaha peternakan di desa rentan stunting tersebut difokuskan pada penggunaan teknologi tepat guna dalam menunjang perekonomian masyarakat.
Hal itu berupa pakan kompet tinggi nutrisi dari bahan pakan lokal seperti daun turi, lamtoro, dan kelor, juga limbah kulit nanas. ”Semua itu merupakan sumber energi, vitamin, mineral, enzim bromelin dan mikroba lokal selulolitik yang baik untuk meningkatkan produksi susu kambing,” kata Rozani.
Ternyata inovasi itu sangat mudah untuk diterapkan, baik pada tataran kelompok ternak, pengusaha peternakan kambing (UMKM) maupun masyarakat secara individu. Harapannya, dengan mengetahui cara membuat pakan komplet yang baik dalam meningkatkan produksi susu kambing, masyarakat peternak dapat meningkatkan hasil penjualannya. Hal itu tentu berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
Peserta program sendiri terdiri dari 4 orang karyawan CRF ditambah dengan 10 perwakilan masyarakat yang menjadi mitra bisnis CRF. Selain itu ada juga 6 orang peserta dari masyarakat umum. Mereka dilatih tentang pengetahuan dasar nutrisi makanan ternak, bahan pakan dan formulasi ransum, praktik pengolahan bahan pakan, praktik pembuatan pakan komplit dan pendampingan demplot pada ternak kambing.
Kata Rozani, masyarakat mitra CRF yang menjadi sasaran peserta program tersebut dipilih dari desa-desa yang rentan stunting di wilayah pulau Lombok. ”Dengan harapan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dan diterapkan di tempatnya masing-masing akan menjadi contoh baik yang akan ditiru oleh masyarakat sekitar tempat tinggal mereka,” terangnya. (*/r11)
Editor : Redaksi Lombok Post