Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ekonom Dorong Perusda Kelola Cuci Kendaraan, Ubah Hal Sepele Jadi Aset Produktif

Lestari Dewi • Sabtu, 6 Desember 2025 | 16:56 WIB
CUCI KENDARAAN: Seorang karyawan Southeast Selong sedang mencuci kendaraan pelanggannya, Jumat (5/12).
CUCI KENDARAAN: Seorang karyawan Southeast Selong sedang mencuci kendaraan pelanggannya, Jumat (5/12).

LombokPost - Tren kendaraan kinclong yang merambah berbagai kalangan menjadi bahan bakar utama pertumbuhan sektor ini. Peningkatan jumlah pelanggan membuat bisnis cuci kendaraan berubah menjadi lahan ekonomi menjanjikan, menyerap tenaga kerja, dan memicu persaingan inovasi di berbagai daerah.

Prospek usaha cuci kendaraan sangat baik dan cukup berkembang di berbagai daerah di NTB. Penyebabnya, jumlah kendaraan pribadi terus meningkat dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya perawatan kendaraan.

Tidak itu saja, bisnis ini kenyataannya menawarkan potensi keuntungan yang stabil, terutama jika dikelola dengan baik dan strategis, serta bisa dimulai dengan modal yang relatif kecil dan skala yang dapat disesuaikan. 

Usaha cuci kendaraan, seperti mobil dan motor, tampaknya sepele, namun potensinya sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sering terabaikan oleh perusahaan daerah (perusda).

Di tengah pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi yang pesat, layanan kebersihan menjadi kebutuhan rutin yang permintaannya stabil.

“Ini bisa menjadi jenis usaha yang dikelola dan diambil alih perusahaan daerah, sebagai bagian dari sumber potensi PAD,” ucap Pengamat Ekonomi dari Universitas Mataram Subhan pada Koran ini.

Kebutuhan ini, yang selama ini hanya dilayani oleh usaha mikro dan kecil informal, ternyata menyimpan potensi PAD yang signifikan dan belum terjamah secara optimal oleh perusahaan daerah dimanapun.

Bukan Pasar Musiman

Usaha cuci kendataan bukan pasar musiman, melainkan pasar yang hidup setiap hari. Hal ini didorong oleh volume kendaraan yang terus meningkat. Ketika perusahaan daerah berfokus pada sektor-sektor konvensional, ceruk pasar “kiloan” ini justru menawarkan keuntungan nyata dan perputaran modal yang cepat.

Dengan pengelolaan yang profesional, penggunaan teknologi ramah lingkungan seperti sistem daur ulang air, inovasi lainnya dan lokasi strategis yang dikelola BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), usaha ini dapat diubah menjadi aset produktif.

Bayangkan sebuah pusat layanan cuci kendaraan terpadu yang modern, tidak hanya menawarkan cuci cepat, tetapi juga layanan detail detailing dan salon mobil, yang dikelola secara efisien oleh pemerintah daerah.

“Kalau ini bisa dikelola dengan baik oleh perusahaan daerah, lakukan dan secara profesional, identifikasi pasarnya, lokasi. Berikan kesempatan pada perusahaan daerah,” beber Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini.

Ciptakan Lapangan Kerja

Menurut Subhan, usaha cuci kendaraan bukan sekadar tempat mencuci kendaraan. Ini adalah pusat layanan yang menciptakan lapangan kerja lokal, meningkatkan pendapatan daerah melalui retribusi dan pajak, sekaligus memodernisasi infrastruktur layanan publik.

Ini adalah peluang untuk melihat potensi di balik setiap tetes air dan buih sabun. Mengelola sektor layanan seperti cuci kendaraan secara terstruktur adalah langkah cerdas untuk mendiversifikasi sumber pendapatan.

“Serta memastikan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada sektor-sektor tradisional, dan membuktikan bahwa dari hal yang paling dasar pun, kemakmuran daerah bisa tumbuh subur,” terangnya.

Didukung Usaha Lain

Selain itu, di sekitar pusat usaha cuci kendaraan, terdapat ekosistem peluang bisnis yang saling melengkapi dan berpotensi menghasilkan keuntungan tambahan. Ketika pemilik kendaraan menghabiskan waktu menunggu mobil atau motornya selesai dicuci, mereka menjadi target pasar yang ideal untuk berbagai layanan dan produk pendamping.

Menurutnya ada beberapa ide usaha lain yang dapat dipertimbangkan. Pertama, menyediakan tempat yang nyaman bagi pelanggan untuk menunggu sambil menikmati kopi, teh, atau minuman ringan lainnya. Usaha ini dapat berupa kedai kecil dengan beberapa meja atau hanya kios minuman sederhana dilengkapi dengan cemilan ringan.

Kedua, menjual berbagai aksesoris mobil dan motor yang sering dibutuhkan, seperti pengharum mobil, lap microfiber, cairan pembersih, atau stiker. Ini bisa menjadi pembelian impulsif bagi pelanggan yang melihatnya saat menunggu.

Ketiga, layanan barber shop. Layanan ini bisa saling melengkapi, ketika pelanggan hendak memotong rambut, dalam satu waktu sekaligus mencuci kendaraannya pun sebaliknya. Pemilik kendaraan bisa lakukan sambil menunggu cuci kendaraan selesai.

Keempat, menciptakan area tunggu yang nyaman dengan buku, majalah, atau akses Wi-Fi gratis. Meskipun tidak langsung menghasilkan pendapatan, ini meningkatkan pengalaman pelanggan dan membuat mereka lebih nyaman menunggu.

“Dengan menggabungkan beberapa layanan tambahan ini, area di sekitar usaha cuci kendaraan dapat menjadi lebih menarik bagi pelanggan, meningkatkan kepuasan, dan membuka aliran pendapatan baru,” tutup Subhan.

Editor : Pujo Nugroho
#ekonom #Perusda #Kelola #kendaraan #dorong #cuci #sepele #aset #produktif