Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Touring Lebih dari Sekadar Riding, Solidaritas Tidak Hanya Slogan

Hamdani Wathoni • Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:13 WIB
PERSAUDARAAN TANPA BATAS: Mujahidin Asyari atau yang akrab disapa Tiste Lombok, Ketua N-Max Rider (NR), X-Max Rider (XR) Lombok, dan Brotherhood bersama para anggotanya menjelajah nusantara menggunakan sepeda motor. (DOK TISTE LOMBOK)
PERSAUDARAAN TANPA BATAS: Mujahidin Asyari atau yang akrab disapa Tiste Lombok, Ketua N-Max Rider (NR), X-Max Rider (XR) Lombok, dan Brotherhood saat menjelajah nusantara menggunakan sepeda motor. (DOK TISTE LOMBOK)

LombokPost - Deru mesin motor mungkin menjadi hal pertama yang terdengar saat komunitas touring memulai perjalanan. Namun di balik helm, jaket, dan ratusan kilometer yang ditempuh, tersimpan cerita tentang persahabatan, solidaritas, kecintaan pada alam, hingga upaya mengenalkan keindahan daerah kepada lebih banyak orang.

Bagi para rider, touring bukan sekadar aktivitas berkendara, melainkan gaya hidup yang menghadirkan pengalaman, kebersamaan, dan makna dalam setiap perjalanan. Akhir pekan menjadi waktu yang dinanti banyak anggota komunitas motor di Lombok.

Sejak pagi, mereka berkumpul di titik temu sebelum memulai perjalanan menuju berbagai destinasi, mulai dari pesisir Senggigi, perbukitan Sembalun, hingga kawasan selatan Mandalika. Meski identik dengan hobi otomotif, touring kini berkembang menjadi lebih dari sekadar riding. Aktivitas ini menjadi wadah mempererat persaudaraan, menikmati pesona alam, melepas penat dari rutinitas, sekaligus turut mempromosikan destinasi wisata dan menggerakkan ekonomi lokal di sepanjang rute yang dilalui.

Baca Juga: Persiapan Sebelum Touring Motor Bukan Hanya Soal Gas dan Rem, Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Tiap Kilometer Punya Cerita

Nama Mujahidin Asyari atau yang akrab disapa Tiste Lombok sudah tidak asing di kalangan pencinta otomotif. Baginya, jalanan adalah ruang guru kehidupan. 

Pria asal Desa Batu Nyala, Praya Tengah, Lombok Tengah ini membuktikan bahwa hobi touring bukan sekadar pamer kendaraan, melainkan ruang untuk merajut persaudaraan yang menembus batas usia dan wilayah.

Baca Juga: Lombok Destinasi Touring yang Sajikan Paket Lengkap, dari Tantangan hingga Pesona Budaya

Dia sosok sentral di balik berdirinya N-Max Rider (NR) dan X-Max Rider (XR) Lombok. Hebatnya, karena dedikasi dan loyalitasnya, ia didapuk sebagai ketua seumur hidup untuk komunitas tersebut.

“Kalau N-Max ini saya dirikan sejak pertama kali motor tersebut keluar di Indonesia, sekitar tahun 2016. Tahun ini kami bersiap menyambut hari ulang tahun komunitas yang ke-11,” ujar Tiste kepada Lombok Post.

Selain memimpin komunitas matik bongsor, Tiste juga aktif dalam komunitas bernama Brotherhood. Uniknya, komunitas ini menjadi wadah khusus bagi para pencinta motor yang telah berusia di atas 40 tahun. Sebuah perkumpulan yang ia sebut sebagai tempat berkumpulnya 'bapak-bapak dan ibu-ibu.' Di Brotherhood, anggotanya rata-rata adalah individu yang sudah mapan, baik dalam berpikir, mengambil keputusan, maupun secara ekonomi.

Baca Juga: Astra Motor NTB Gelar Touring Kartini ke Mandalika, Dorong Keselamatan Berkendara Lady Biker

Saat ini, total anggota gabungan NR dan XR di bawah naungannya telah mencapai sekitar 200 orang yang tersebar di seluruh kabupaten di NTB. Sementara untuk Brotherhood sendiri memiliki anggota sekitar 150-an orang se-NTB, dan khusus untuk X-Max Rider murni tercatat ada 25 anggota aktif.

Bagi Tiste, esensi dari sebuah touring bukanlah pada kemeriahan acara di lokasi tujuan, melainkan proses selama berada di atas aspal. Di jalanan itulah, watak asli seseorang akan benar-benar teruji dan kelihatan jelas.

“Ada yang egois, ada yang mau menang sendiri, ada yang kompak. Proses perjalanan ini adalah tempat terbaik untuk melebur ego. Perjalanan menunjukkan karakter seseorang,” ungkapnya filosofis.

Para anggota senior yang tak lagi muda ini tetap berupaya menjaga kebugaran fisik selama menempuh rute antarpulau. Bahkan Tiste sendiri sudah pernah menjajal aspal Pulau Jawa hingga Sumatera. Baginya, kebugaran fisik sangat dipengaruhi oleh kesehatan pikiran.

Jadi Obat Penghilang Stres

Touring justru menjadi katarsis atau obat stres paling ampuh di tengah kesibukan kerja harian. Saat berkendara dan fokus pada dinamika jalan raya, semua beban pikiran seketika menguap. "Utang-utang atau masalah apa pun ibaratnya terlupakan sejenak," candanya sambil tertawa.

Solidaritas di dalam komunitas ini tidak hanya slogan. Tiste menceritakan bagaimana sistem subsidi silang kerap terjadi secara alami. Ketika ada anggota yang memiliki waktu luang namun anggarannya terbatas, anggota lain yang memiliki rezeki lebih akan siap memberikan dukungan finansial.

Komunitas ini memegang teguh motto nasional mereka yakni 'Berjalan Bersama, Bersaudara Selamanya.' Namun, khusus untuk regional Lombok, Diste menanamkan filosofi lokal Sasak yang sangat mendalam, yaitu Lebur Anyong Saling Sedok.

Artinya, apa pun permasalahan yang dihadapi oleh anggota, baik di jalanan maupun di luar konteks komunitas, mereka akan saling mengangkat, merangkul, dan menyelesaikannya secara bersama-sama. Bagi Tiste dan ratusan pencinta roda dua di NTB, setiap kilometer yang mereka lalui tidak akan pernah sia-sia, karena di setiap kilometer itu, selalu ada cerita dan saudara baru yang ditemukan. (ton/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#Motor #touring #komunitas #Lombok #destinasi wisata