LombokPost - Lampu kendaraan pada awalnya diciptakan untuk satu tujuan sederhana: menerangi jalan dan membantu pengendara melihat lebih jelas saat berkendara. Namun seiring perkembangan teknologi dan budaya otomotif, fungsi itu kini berkembang jauh melampaui kebutuhan dasar.
Di balik tren itu, muncul pula pertanyaan tentang batas antara estetika, teknologi, dan keselamatan di jalan raya.
Bagi sebagian pemilik motor dan mobil, lampu telah menjadi bagian dari identitas, simbol gaya, hingga sarana mengekspresikan kreativitas. Tak heran, tren modifikasi lampu kian bersinar dan menjelma menjadi salah satu fenomena yang paling banyak diminati di dunia otomotif.
Baca Juga: Mengutamakan Fungsi Harian, Modifikasi Motor Matik Ala I Made Arthadana
Ada yang tampil dengan projector berwarna putih terang, DRL bergaya modern, hingga lampu custom dengan desain yang membuat kendaraan tampak lebih eksklusif. Fenomena ini menunjukkan bahwa lampu kini bukan sekadar perangkat penerangan.
Di tangan para penghobi otomotif, lampu telah menjadi elemen penting yang mampu mengubah karakter kendaraan, menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya, sekaligus membuka peluang bisnis baru bagi para pelaku usaha modifikasi.
Salah satu bengkel lampu yang cukup terkenal di Kota Mataram adalah Yoong Motor. Pemilik bengkel Yonny Sugianto mengatakan, kebanyakan konsumennya yang datang lebih mengutamakan pencahayaan yang terang dan nyaman digunakan dibanding mengejar gaya semata.
Baca Juga: Guru di Lombok Beli Ayla Malah Pulang Bawa Mobil Modifikasi 'Taft Guy' Kok Bisa?
”Kalau di daerah kita tidak ada style lampu, karena style modifikasi itu tujuannya untuk mengikuti kontes,” kata Yoony.
Semasih ia bekerja di Surabaya baru banyak orang yang menginginkan modifikasi lampu dengan style yang berbeda-beda. Sebab, di wilayah tersebut banyak kontes modifikasi yang dilakukan. “Berbeda kalau di Lombok. Ada sedikit orang yang sampai memodifikasi lampu kendaraannya lebih trendy,” kata dia.
Menurut Yonny, teknologi LED menjadi pilihan utama. Sebab, mampu menghasilkan pencahayaan lebih baik dengan konsumsi daya yang lebih rendah. Selain itu, teknologi tersebut dinilai lebih ramah lingkungan dibanding lampu konvensional.
Baca Juga: Gebrakan Suzuki di IMX 2025, Siap Pamerkan Inspirasi Modifikasi Paling Agresif!
“Ini juga sejalan dengan konsep go green,” sebut pemilik bengkel yang berada di Jalan Pisang, Kelurahan Mayura, Cakranegara tersebut.
Perkembangan teknologi otomotif membuat lampu kendaraan kini memiliki peran lebih besar dari sekadar alat penerangan. Desain lampu yang unik mampu memberikan karakter tersendiri pada kendaraan.
Berbagai modifikasi seperti projector, angel eyes, DRL hingga custom headlamp menjadi pilihan bagi pemilik kendaraan yang ingin tampil berbeda. Meski demikian, Yonny menilai tren saat ini lebih mengarah pada kebutuhan fungsional dibanding estetika semata. “Ada nilai seninya juga, tetapi sekarang lebih banyak yang fokus pada fungsi dan kenyamanan saat berkendara,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa lampu kendaraan dirancang dengan spesifikasi tertentu sesuai kebutuhan pabrikan. Sebagai contoh, Toyota Innova Reborn memiliki standar warna cahaya sekitar 5.500 Kelvin, sementara sebagian pengguna memilih menggunakan lampu 5.700 Kelvin untuk mendapatkan pencahayaan lebih putih.
“Mobil-mobil baru sekarang sudah banyak menggunakan ECU sehingga pengerjaannya lebih rumit dibanding kendaraan lama,” ujar Yonny.
Aspek Keselamatan Tetap Utama
Di balik berkembangnya tren modifikasi lampu, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Penggunaan lampu yang terlalu terang atau pemasangan yang tidak sesuai standar dapat mengganggu pengguna jalan lain. ”Itu berpotensi menyebabkan kecelakaan,” ungkapnya.
Yonny menegaskan bahwa kualitas lampu tidak hanya ditentukan oleh merek atau harga produk, melainkan juga keterampilan teknisi dalam melakukan pemasangan dan penyetelan arah sorot lampu. “Brand apa pun bisa bagus jika dipasang dengan benar. Yang penting lampu kiri dan kanan harus seimbang, tidak boleh juling, dan arah sorotnya sesuai standar,” katanya.
Penyetelan lampu umumnya dilakukan dengan mengukur jarak sorot sekitar tujuh meter dan menyesuaikannya dengan tinggi kendaraan. Langkah ini bertujuan agar cahaya tetap optimal tanpa menyilaukan pengendara dari arah berlawanan.
Selain itu, kondisi mika lampu juga perlu diperhatikan. Mika yang kusam atau menguning dapat mengurangi kualitas pencahayaan. Untuk mengatasinya, dilakukan proses restorasi dengan pengamplasan dan pemolesan hingga kembali bening. “Banyak orang mengira lampunya yang rusak, padahal sering kali mika lampunya yang sudah buram. Setelah dibersihkan, pencahayaan bisa kembali maksimal,” ujarnya.
Modifikasi Harus Sesuai Regulasi
Yonny mengingatkan bahwa modifikasi lampu harus tetap memperhatikan regulasi yang berlaku. Modifikasi diperbolehkan selama tidak mengubah fungsi utama kendaraan dan tidak membahayakan pengguna jalan lain.
“Tidak mesti semua lampu diganti. Yang penting pemilik kendaraan memahami alasan pergantian dan manfaatnya. Fungsi harus tetap menjadi prioritas dan tidak melanggar aturan,” tegasnya.
Buka Lapangan Pekerjaan
Meningkatnya minat masyarakat terhadap modifikasi lampu membuka peluang bisnis baru di sektor otomotif. Bengkel spesialis lampu tidak hanya menawarkan pemasangan LED dan projector. ”Tetapi juga jasa retrofit, custom lamp, restorasi headlamp, hingga penjualan aksesori pencahayaan,” kata Yonny.
Menurutnya, kebutuhan terhadap tenaga kerja terampil di bidang pencahayaan kendaraan juga terus meningkat. Untuk itu ia membentuk Yoong Motor Academy. ”Kami menyediakan program pendidikan dan sertifikasi teknisi lampu kendaraan,” kata pria yang membuka bengkel lampu kendaraan sejak 2014 di Lombok.
Sertifikasi ini memiliki kurikulum dan program pembelajaran yang jelas. Peserta belajar teori hingga praktik. “Termasuk teknik penyambungan kabel dan pemilihan material yang tepat,” katanya.
Sebab, untuk menjadi teknisi lampu kendaraan tidak asal-asalan. Mereka perlu memberikan mendapatkan sertifikasi sehingga dapat membuat kendaraan para pelanggan tetap aman dan nyaman. “Tidak sembarangan orang bisa menjadi teknisi lampu,” ujarnya.
Untuk pemasangan lampu baru, proses pengerjaan umumnya membutuhkan waktu sekitar 2,5 hingga tiga jam, tergantung jenis kendaraan dan tingkat modifikasi yang dilakukan. ”Kalau harga minimal saya berikan tarif Rp 500 ribu untuk pemasangan,” bebernya.
Ia menilai program tersebut dapat membuka peluang kerja baru bagi generasi muda yang ingin menekuni bidang otomotif secara profesional.
Tak hanya di ibu kota, penggemar modifikasi lampu kendaraan juga merambah di Lombok Timur. Pemilik bengkel Kombo Asep menyebut, tren modifikasi lampu hias di kalangan anak muda saat ini tetap tinggi. Model yang paling banyak dipasang ialah lampu bi-LED atau lampu depan dan lampu alis.
Selain menjual lampu ia juga menerima jasa pasang. Sebab tidak semua pelanggan membeli bahan di bengkelnya. Banyak pelanggan yang membawa bahan sendiri yang dibeli di toko online. (arl/par/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online