UMKM Ketiban Berkah Momen Berburu Golden Hour

Ferial Ayu • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 15:10 WIB
GERAKKAN OMZET: Lapak UMKM yang ada di Taman Loang Baloq, Mataram. Fenomena berburu golden hour ikut menggerakkan omzet pelaku UMKM setiap harinya. (FERIAL/LOMBOK POST)
GERAKKAN OMZET: Lapak UMKM yang ada di Taman Loang Baloq, Mataram. Fenomena berburu golden hour ikut menggerakkan omzet pelaku UMKM setiap harinya. (FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost – Menjelang matahari tenggelam, sejumlah destinasi wisata di Kota Mataram mulai dipadati pengunjung.

Fenomena berburu sunset bukan sekadar menjadi tren menikmati keindahan alam, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dari lapak penjual kopi, jagung bakar, hingga aneka makanan khas, semuanya ikut merasakan perputaran ekonomi yang tercipta dari ramainya wisatawan yang datang menikmati senja.

Ada beberapa destinasi yang menjadi favorit masyarakat berburu sunset. Di antaranya, Taman Loang Baloq.

Baca Juga: Rencana Impian Arsenal Sebelum Bursa Transfer Ditutup: Rekrut Julian Alvarez, Lepas 5 Pemain

Kawasan pesisir ini selalu ramai saat sore hari karena menawarkan panorama matahari terbenam yang memikat.

Pengunjung datang dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga, pasangan muda, hingga komunitas yang sengaja menghabiskan waktu menjelang malam.

Bagi pelaku UMKM, momentum tersebut menjadi waktu paling penting untuk meraup pendapatan. Namun, omzet yang diperoleh masih bergantung pada tingkat kunjungan wisatawan.

Pelaku UMKM Taman Loang Baloq Sumiatun mengaku pendapatannya fluktuatif. Dalam kondisi normal, omzet yang diperoleh berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per hari.

Baca Juga: Semarak HUT ke-61, SMAN 1 Selong Gelar Jalan Sehat, Karnaval Daur Ulang dan Pentas Seni

Nilai tersebut bisa meningkat apabila jumlah pengunjung sedang ramai.

"Kalau ramai bisa lebih dari itu. Sekarang lagi agak sepi karena musim libur anak kuliah. Biasanya banyak mahasiswa yang datang ke sini," ujarnya.

Menurut Sumiatun, produk yang paling banyak dicari pengunjung adalah kopi, aneka minuman es, dan bakso bakar.

Selain itu, ia juga menyediakan sate ayam bumbu bulayak, mi instan, serta berbagai jenis makanan ringan untuk memenuhi selera pengunjung yang datang menikmati senja.

Ia menilai, pengalaman wisata tidak hanya ditentukan oleh pemandangan yang indah, tetapi juga kenyamanan saat menikmati kuliner. Karena itu, pelaku usaha terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan.

"Karpet tempat duduk harus bersih, makanan higienis, rasanya enak, dan harganya tetap terjangkau. Itu yang kami jaga supaya pengunjung betah dan mau datang lagi," katanya.

Baca Juga: Seluruh Dapur MBG Bakal Wajib Pasang CCTV, Dipantau Langsung dari Kantor Pusat BGN

Kondisi serupa juga dirasakan pelaku UMKM di kawasan Pantai Ampenan. Lokasi yang dikenal sebagai salah satu titik terbaik menikmati matahari terbenam itu mampu mendatangkan pengunjung dalam jumlah lebih besar, terutama saat akhir pekan.

Pelaku UMKM Pantai Ampenan Indari mengatakan, omzet usahanya saat weekend dapat mencapai sekitar Rp 1 jutaan sehari. Sementara pada hari biasa, pendapatan berkisar Rp 500 ribuan.

"Kalau akhir pekan memang jauh lebih ramai. Banyak orang datang khusus menikmati sunset sambil makan bersama keluarga atau teman," ujarnya.

Indari menyebut pengunjung umumnya menghabiskan waktu dengan duduk santai di tepi pantai sambil bercengkerama.

Baca Juga: Lebih Teruji, KONI Sumbawa Mantap Dukung Mori Hanafi Pimpin KONI NTB Lagi

Aktivitas tersebut hampir selalu diiringi dengan membeli makanan dan minuman dari pedagang sekitar.

Menu yang paling banyak diminati antara lain jagung bakar, sate, pelecing, dan es teh. Menurutnya, makanan sederhana dengan harga terjangkau tetap menjadi pilihan utama wisatawan karena cocok dinikmati sembari menikmati angin pantai dan panorama senja.

Meski demikian, pelaku usaha berharap pemerintah terus meningkatkan kualitas fasilitas di kawasan wisata.

Seperti kebersihan lingkungan, ketersediaan tempat duduk yang nyaman, penerangan yang memadai, hingga penataan area kuliner. Itu dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kenyamanan pengunjung.

Pelaku UMKM juga terus beradaptasi dengan kebutuhan wisatawan. Selain menjaga kualitas produk, mereka mulai memperhatikan penyajian makanan, kebersihan area usaha, serta keramahan pelayanan.

Upaya tersebut diyakini mampu menciptakan pengalaman yang berkesan sehingga pengunjung terdorong untuk kembali.

“Kami terus memberikan yang terbaik bagi pengunjung di sini supaya betah dan mau balik lagi,” tandasnya.

Baca Juga: Bidan Nofia Noor Izzaty, Mahasiswi STIKES Mataram Berhasil Raih Juara 1 Nakes Teladan NTB 2026

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Golden Hour UMKM sunset Taman Loang Baloq Pantai Ampenan