Olahraga Saat Cuaca Panas, Jangan Abaikan Hidrasi

Jay • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 20:28 WIB
Dr. Baiq Satrianingsih
Dr. Baiq Satrianingsih

 LombokPost- Cuaca panas tak harus membuat aktivitas olahraga berhenti. Namun, olahraga saat cuaca panas membutuhkan strategi berbeda agar tubuh tetap aman dan tidak mengalami gangguan akibat panas.

Ketika suhu lingkungan meningkat, tubuh bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu tetap stabil. Produksi keringat juga meningkat. Akibatnya, cairan dan elektrolit dalam tubuh lebih cepat berkurang. Kondisi itu membuat olahraga di cuaca panas tidak bisa dilakukan sembarangan. Tanpa hidrasi dan istirahat yang cukup, tubuh lebih cepat mengalami kelelahan. Performa olahraga pun dapat menurun.

“Jika tidak diimbangi dengan hidrasi dan istirahat yang cukup, seseorang dapat lebih cepat mengalami kelelahan, penurunan performa, bahkan gangguan akibat panas,” ujar Kaprodi Pendidikan Jasmani Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat (FIKKM) Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Dr Baiq Satrianingsih, Kamis (24/9).

Baca Juga: Tetap Bugar di Tengah Cuaca Panas ala  Kreator Konten Enio Shadu

Karena itu, waktu menjadi hal penting ketika ingin melakukan olahraga saat cuaca panas. Masyarakat disarankan memilih waktu ketika suhu lebih rendah, seperti pagi atau sore hari. Berolahraga saat matahari sedang terik sebaiknya dihindari. Jika tetap harus beraktivitas dalam kondisi panas, intensitas dan durasi latihan perlu dikurangi.

“Olahraga harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kemampuan tubuh,” kata perempuan yang akrab disapa Nining itu.

Pakaian olahraga juga perlu diperhatikan. Pilih pakaian yang ringan dan nyaman sehingga tubuh lebih mudah melepaskan panas selama aktivitas. Yang tidak kalah penting adalah menjaga hidrasi. Minum air sebelum, selama, dan setelah berolahraga. Jangan menunggu rasa haus berlebihan untuk mulai memenuhi kebutuhan cairan.

Baca Juga: Self Reward, Jeda Kecil untuk Energi Bisnis

“Hidrasi sangat penting. Minum sebelum, selama, dan setelah olahraga. Jangan menunggu sampai merasa sangat haus,” bebernya.

Dalam olahraga di cuaca panas, kehilangan cairan melalui keringat perlu diperhatikan. Karena itu, asupan cairan menjadi salah satu bagian penting untuk menjaga tubuh tetap dalam kondisi baik selama beraktivitas. Namun, air minum bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Masyarakat juga harus mengenali sinyal dari tubuh.

Pusing, sakit kepala, mual, lemas berlebihan, hingga kram menjadi tanda bahwa tubuh perlu segera beristirahat. Jika kondisi tersebut muncul, aktivitas olahraga sebaiknya dihentikan. Cari tempat yang lebih sejuk, istirahat, dan lakukan rehidrasi. Jangan memaksakan diri untuk menyelesaikan latihan ketika tubuh sudah memberikan sinyal tidak mampu melanjutkan aktivitas.

Baca Juga: Tren WFC Makin Marak, Kafe Kini Jadi Tempat Kerja dan Peluang Bisnis Baru

Menurut Nining, aktivitas fisik tetap penting untuk menjaga kebugaran. Hanya saja, olahraga perlu dilakukan secara aman, terukur, dan menyesuaikan kondisi lingkungan. Dengan mengatur waktu, menyesuaikan intensitas, mengenakan pakaian yang nyaman, serta menjaga asupan cairan, olahraga saat cuaca panas tetap dapat dilakukan.

Pesannya sederhana. Tetap aktif boleh, tetapi jangan memaksakan tubuh. Atur waktu olahraga di cuaca panas, sesuaikan intensitas, cukup minum, dan kenali tanda kelelahan akibat panas. Sebab, tujuan olahraga adalah menjaga kebugaran dan kesehatan. Bukan mengabaikan sinyal tubuh demi memaksakan latihan saat kondisi lingkungan sedang tidak bersahabat.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
olahraga saat cuaca panas olahraga aman hidrasi saat olahraga olahraga di cuaca panas Cuaca panas