Kopi Keliling Makin Kreatif, Kopling Tawarkan Kopi Kekinian Harga Terjangkau

Jay • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:31 WIB
MERACIK KOPI: Iskandar Zulqarnain meracik kopi pada kegiatan Lasingan AgriCamp 2024 tentang industri kopi dari hulu sampai hilir di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.
MERACIK KOPI: Iskandar Zulqarnain meracik kopi pada kegiatan Lasingan AgriCamp 2024 tentang industri kopi dari hulu sampai hilir di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

 

LombokPost- Kopi keliling bukan lagi sekadar pedagang kopi yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Konsep yang kini dikenal sebagai Kopling berkembang menjadi salah satu bentuk bisnis kopi kreatif dengan sajian kekinian, harga terjangkau, dan konsep yang lebih fleksibel.

Pemerhati Bisnis Kopi Lokal Iskandar Zulqarnain mengatakan, perkembangan kopi keliling menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi kreatif di industri kopi. Konsep usaha kopi kini tidak lagi hanya mengandalkan kedai atau kafe dengan lokasi permanen.

Menurutnya, kedai atau warung kopi merupakan bentuk usaha yang bersifat permanen. Lokasi tetap dan membutuhkan sarana maupun prasarana yang relatif besar. Dari konsep tersebut kemudian berkembang tempat ngopi semi permanen di lapak-lapak pinggir jalan hingga konsep Kopling yang bergerak secara mobile.

Baca Juga: Jasa Raharja NTB Gandeng Muballigh Edukasi Keselamatan Lalu Lintas

“Usaha kopi memiliki sifat yang berbeda dari tempatnya, yang permanen dan yang berpindah-pindah,” ujar Iskandar.

Perkembangan usaha kreatif membuat bisnis kopi terus beradaptasi. Dari kedai permanen, usaha kopi berkembang menjadi semi permanen dan kemudian hadir dalam format kopi keliling.

Model Kopling pun beragam. Ada pelaku usaha yang menggunakan gerobak, sepeda listrik, hingga mobil untuk menjangkau konsumen di berbagai lokasi.

Baca Juga: Blak-Blakan Mario Gila, Tolak Inter Milan dan Napoli demi AC Milan

Menurut Iskandar, perkembangan bisnis kopi kreatif tersebut ikut memberikan dampak terhadap industri kopi. Salah satunya berkaitan dengan penggunaan biji kopi berdasarkan grade atau tingkat kualitas.

Terdapat sejumlah tingkatan kualitas biji kopi. Perbedaan kualitas tersebut kemudian ikut memengaruhi harga bahan baku sekaligus harga minuman yang dijual kepada konsumen.

“Perbedaan grade pada biji kopi itulah yang memunculkan harga jual minuman kopi tersebut,” ujar pria yang juga pemilik Kopi Lasingan ini.

Baca Juga: KPK Sita Rp 1 Miliar Lebih dan USD 49 Ribu dari Dua ASN Pajak di Kasus KPP Banjarmasin

Pada usaha kopi permanen seperti warung, kedai, dan kafe, harga minuman cenderung lebih tinggi. Penggunaan biji kopi dengan kualitas tertentu serta kebutuhan sarana dan prasarana menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga.

Harga minuman kopi di kedai atau kafe, kata Iskandar, biasanya mulai Rp 15 ribu per cup. Sementara lapak tempat ngopi menawarkan harga yang lebih terjangkau, sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 8 ribu per cup.

Sementara itu, kopi keliling memiliki karakter yang berbeda. Kualitas biji kopi yang digunakan umumnya masih berada dibawah kedai atau kafe. Tetapi pelaku Kopling menawarkan nilai tambah melalui racikan minuman yang lebih kreatif.

Baca Juga: Komjen Herry Heryawan Jadi Kabaharkam Polri, Kariernya Melintang dari Reserse hingga Densus 88

Konsep tersebut membuat bisnis Kopling mampu menyasar konsumen yang ingin menikmati kopi kekinian tanpa harus datang ke kafe dengan harga yang relatif mahal.

“Kopling biasanya memiliki berbagai menu kopi yang kekinian, kopinya dicampur dengan gula aren, susu, atau esen buah. Harga minuman kopling rata-rata dimulai dari harga Rp 8 ribu per cup,” ucapnya.

Kehadiran kopi keliling menunjukkan bisnis kopi terus mengikuti perubahan gaya hidup masyarakat. Mobilitas konsumen yang tinggi membuat konsep usaha yang fleksibel menjadi salah satu pilihan bagi pelaku usaha.

Baca Juga: Bahlil Rangkap Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM, Ekonom Nilai Koordinasi Bisa Lebih Terpadu

Bisnis Kopling juga membuktikan bahwa inovasi dalam industri kopi tidak selalu membutuhkan investasi besar. Dengan konsep mobile, menu kreatif, dan harga terjangkau, kopi keliling mampu menghadirkan pengalaman ngopi di berbagai ruang.

“Kopi keliling bukan sekadar tren sesaat. Kopling menjadi salah satu bentuk adaptasi bisnis kopi terhadap perubahan gaya hidup sekaligus ruang bagi pelaku usaha untuk terus berkreasi,” pungkasnya.

Editor : Pujo Nugroho
Sumber : Lombok Post
1. kopi keliling 2. Kopling 3. bisnis kopi keliling 4. kopi kekinian 5. bisnis kopi kreatif