LombokPost - Menyalurkan hobi memancing juga bisa dinikmati tanpa harus jauh-jauh keluar kota atau harus melawan badai di tengah laut.
Saat ini sudah banyak kolam-kolam pemancingan yang disiapkan oleh warga.
Salah satunya Kolam Pemancingan Kura-kura (KPK) di Kota Mataram.
Di tempat ini keceriaan dan kebersamaan bersama keluarga bisa dirasakan.
Memberikan pengalaman wisata yang seru dan menyenangkan untuk keluarga atau bersama teman-teman.
Memancing di tempat ini dapat memadukan hobi dengan rekreasi keluarga. Sambil memancing, teman atau keluarga yang tidak ikut bisa tetap menikmati fasilitas renang atau bersantai di area sekitar.
“Kami pilih kawasan Kura-Kura karena ini memang kawasan wisata. Jadi yang datang bukan cuma yang hobi mancing, tapi juga bisa bawa keluarga,” kata pengelola KPK Rendi Gustiawan.
Sistem-nya sama seperti kolam pemancingan pada umumnya. Ikan hasil memancing dapat dibawa pulang atau dimasak langsung di lokasi. ”Kami sediakan fasilitas, seperti alat pancing, umpan, bangku, dan lainnya,” kata dia.
Jika mendapatkan ikan per kilogram tinggal dibayar sesuai dengan jenis ikannya. Misalnya, hasil memancing ikan bawal harus dibayar ke pengelola Rp 35 ribu per kilogramnya, Ikan patin Rp 40 ribu, ikan nila Rp 38 ribu, dan ikan karper Rp 50 ribu per kilogramnya. “Harganya sama seperti beli di pasar,” kata dia.
Berbeda jika ingin dimasakkan di lokasi. Mereka memberikan paketan makan. “Misalnya pengunjung dapat ikan bawal kami hargai paket Rp 135 ribu. Nanti mereka dapat satu kilogram ikan hasil pancingannya ditambah nasi dan sayur,” ujarnya.
Baca Juga: Strike Pagi di Bangko-Bangko! Tapi Jangan Nekat Mancing Sore, Cuaca Bisa Ngamuk!
Rendi mengatakan, dirinya membuka kolam pemancingan di lokasi kura-kura agar bisa memberikan kebersamaan dengan keluarga. Biasanya, ketika sang suami meminta izin untuk pergi memancing tidak diizinkan istri.
”Nah, lewat pemancingan Kura-Kura ini pihak keluarga bisa merasakan rekreasi bersama. Anaknya bisa berenang di sebelah, ayahnya bisa menikmati memancing di sini. Jadi, hati itu bisa disatukan lewat memancing,” kata Rendi.
Usaha pemancingan ini belum genap sebulan beroperasi. Kendati demikian, di akhir pekan lebih banyak orang yang datang. “Kunjungan bisa sampai 20 orang pemancing,” kata dia.
Di luasan kolam ikan berukuran 10x10 meter persegi itu sudah dilepaskan ikan cukup banyak. ”Kemarin kita lepas sebanyak 1.600 kilogram ikan,” kata dia.
Satu ton ikan tetap diisi setiap pekannya. Tujuannya agar pemancing juga puas.
”Pulang bisa mendapatkan ikan. Atau bisa makan ikan bersama keluarga. Begitu cara menyatukan satu keluarga,” ucapnya.
Saat ini, kebiasaan orang yang hobi memancing bisa menghabiskan waktu di akhir pekan.
Setelah penat dengan pekerjaan selama bekerja.
”Banyak para pejabat-pejabat datang memancing ke sini. Mereka ajak keluarganya sambil menikmati wisata,” kata dia.
Salah seorang pengunjung adalah Isna. Dia mengaku, tempat memancing di sini bisa dijadikan tempat rekreasi.
Ia datang bersama pacar dan temannya. “Saya hobi memancing. Jadi, kalau setiap akhir pekan kami selalu di sini,” kata Isna.
Dia bisa menghabiskan waktu berhari-hari. Apalagi saat ini sedang libur kuliah.
”Mulai siang saya selalu datang ke sini untuk sekedar memancing,” kata dia.
Baca Juga: Mau Memancing, Warga Pringgabaya Temukan Mayat Bayi di Tepi Pantai
Sensasi memancing itu berbeda. Tidak hanya melatih kesabaran melainkan juga memacu adrenalin.
“Tentu memancing di kolam dengan di laut berbeda. Kalau kita mau yang nyaman kita mancing di kolam,” kata dia.
Tetapi, itu untung-untungan juga. Tidak selalu bisa mendapatkan ikan.
”Kalau dapat kita makan sama-sama dengan teman-teman. Ini saja hasil memancing akan kita bawa ke kos untuk bakar-bakar,” ujarnya.
Menurut dia memancing saat ini sedang tren. Sudah menjadi gaya hidup bagi para penghobinya.
”Apalagi kalau sudah ada event (lomba memancing) pasti bakal diburu para penghobi memancing,” tandasnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida