LombokPost - Dalam hubungan pernikahan, keintiman fisik atau hubungan intim alias seks adalah salah satu aspek penting yang memperkuat ikatan emosional antara suami istri.
Namun, ada kalanya istri merasa enggan untuk mengajak suami melakukan hubungan intim atau seks duluan.
Berikut beberapa alasan psikologis yang mungkin menjadi penyebab istri enggan mengajak lebih dulu hubungan intim atau seks.
1. Merasa Diinginkan dan Dicintai
Istri ingin merasa diinginkan dan dicintai oleh suaminya. Perasaan ini membuatnya merasa percaya diri dan dihargai dalam hubungan. Ketika suami menunjukkan ketertarikan dan keinginan untuk melakukan hubungan intim, istri merasa lebih nyaman dan terbuka untuk merespons ajakan seks.
2. Responsif Secara Emosional
Perempuan lebih responsif secara emosional dibandingkan dengan laki-laki. Mereka membutuhkan perhatian, sentuhan, dan sinyal dari pasangannya untuk merasa terhubung dan siap untuk melakukan hubungan intim suami istri. Ketika suami menunjukkan kasih sayang dan perhatian, istri merasa lebih terangsang dan terbuka untuk berinteraksi hubungan seks.
3. Norma dan Budaya
Norma dan budaya yang terbentuk sejak lama membuat istri merasa ragu atau malu untuk mengajak suami melakukan hubungan intim. Banyak perempuan diajarkan untuk menunggu dan tidak mengambil inisiatif dalam hubungan fisik. Hal ini dapat membuat istri merasa tidak nyaman untuk mengungkapkan keinginannya berhubungan seks secara langsung.
4. Takut Dibilang Berlebihan
Istri khawatir dianggap terlalu bernafsu atau berlebihan jika mengajak suami melakukan hubungan intim atau seks suami istri duluan. Meskipun keinginan fisik adalah hal yang wajar dan sehat dalam sebuah hubungan, banyak istri yang merasa ragu untuk mengungkapkan keinginannya secara terbuka.
5. Ingin Diperjuangkan
Istri ingin merasa diperjuangkan dan dicintai dengan tulus oleh suaminya. Mereka ingin merasa bahwa hubungan intim atau seks atau fisik bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi juga merupakan ekspresi kasih sayang dan cinta yang mendalam. Ketika suami menunjukkan ketertarikan dan keinginan untuk berhubungan intim, istri merasa lebih dihargai dan dicintai.
Jadi, bukan soal siapa yang mengajak, tapi bagaimana hubungan intim suami istri bisa saling menghargai dan memahami kebutuhan seks.
Dengan memahami alasan psikologis di atas, suami dan istri dapat lebih terbuka dan komunikatif dalam menjalani hubungan seks mereka.
Dengan demikian, mereka dapat membangun hubungan yang lebih harmonis dan penuh kasih sayang. (r6)
Editor : Prihadi Zoldic