LombokPost - Di tengah maraknya pengobatan modern, sejumlah masyarakat kini kembali melirik pengobatan tradisional Tiongkok.
Salah satunya adalah Dong Bao.
Ramuan herbalnya sebagai solusi alami mengobati berbagai penyakit dengan minim efek samping.
PARKIRAN di depan klinik pengobatan Dong Bao di Jalan Rajawali Nomor 11, Cakranegara, Mataram penuh. Sejumlah pasien berjejer duduk menunggu antrian hingga malam untuk mendapatkan pengobatan. Rela mengantre agar bisa kembali sehat.
Kata Dong Bao sendiri berasal dari istilah dalam bahasa Tiongkok. Artinya, kekayaan timur. Ramuannya merupakan bagian dari pengobatan tradisional Tiongkok yang kini mulai dikenal luas di NTB. Dong Bao sebagai bagian dari pengobatan hebal yang bisa dipadukan dengan medis modern.
“Kalau di China, Dong Bao bahkan digunakan di rumah sakit sebagai bagian dari pengobatan resmi. Di sana, pengobatan tradisional dan kedokteran barat sudah berjalan beriringan,” kata Sinshe Nancy GD saat ditemui Lombok Post.
Baca Juga: Unizar Inisiasi Minuman Serbuk Herbal
Pakai Bahan dari Alam
Metode penyembuhan herbal Dong Bao tetap menggunakan cara tradisional. Menggunakan obat yang terbuat dari bahan-bahan alam. ”Seperti, berbagai jenis tumbuhan alami,” kata dia.
Apalagi, di wilayah Indonesia dengan letak geografisnya dapat tumbuh berbagai macam tumbuhan alami, tentu pengobatan herbal dapat berkembang pesat. Berbeda dengan di Tiongkok, terbatas tumbuh-tumbuhan yang bisa hidup. ”Kita berada di daerah tropis, kita lebih banyak jenis tumbuhan yang bisa dijadikan obat herbal,” ujarnya.
Melihat dari tipe masyarakat orang Lombok, lebih banyak masyarakat suka makan makanan pedas. ”Makanya kebanyakan di lapangan yang kita temui itu adalah gangguan pada pencernaan,” jelasnya.
Di wilayah tropis seperti NTB, masalah lambung cukup banyak dikeluhkan. Gas berlebih, mual, bahkan kehilangan nafsu makan menjadi gejala umum yang muncul. Untuk mengatasinya, ramuan lokal seperti jahe dan temulawak sering digunakan sebagai solusi alami.
“Jahe itu bagus untuk meredakan mual. Kalau lambung terasa tidak nyaman dan kurang nafsu makan, temulawak bisa jadi pilihan utama,” jelasnya.
Ditambah lagi, saat ini cuaca cukup dingin pada malam hari. Kondisi itu berpengaruh pada gangguan persendian. ”Saat ini yang paling banyak mengeluhkan gejala sakit persendian. Terutama warga lanjut usia dan pekerja lapangan bakal sering mengalami gangguan pada nyeri persedian,” ujarnya.
”Dong Bao, dalam bentuk ramuan rendaman yang terdiri dari kunyit, kayu manis, dan serai, menjadi solusi yang semakin populer,” ujarnya.
Dong Bao tak hanya digunakan secara oral, tapi juga dalam bentuk luar seperti kompres dan rendaman tubuh, sesuai dengan keluhan yang dialami pasien. ”Ada juga ramuan obat yang sudah kita racik yang kita berikan ke pasien. Racikannya nanti tergantung dari keluhan pasien,” ungkapnya.
Pengobatan herbal alami membuat masyarakat lebih terbuka terhadap metode pengobatan seperti Dong Bao. Apalagi, banyak dari ramuan ini dibuat dari bahan-bahan lokal yang mudah didapat dan minim efek samping.
“Kalau digunakan dengan benar dan sesuai takaran, herbal seperti Dong Bao sangat membantu,” ungkapnya.
Baca Juga: Komix Herbal-BBPOM Mataram Sosialisasi Keamanan Pangan dan Bahaya Penyalahgunaan Obat
Takut Operasi, Pilih Pengobatan Herbal
Pasien pengobatan herbal Sri Kurniawati menderita saraf kejepit. Dia sudah menderita penyakit itu sudah 15 tahunan. ”Pertama kali memeriksa ke dokter disuruh untuk operasi. Tetapi, saya tidak mau,” kata Sri.
Namun, dirinya lebih memilih pengobatan herbal. Sebab, pengobatan melalui operasi dan penggunaan obat bahan kimia memiliki efek samping. “Saya takut kalau menggunakan obat kimia. Bisa berdampak pada penyakit saya yang lain,” ujarnya.
Perempuan asal Narmada, Lombok Barat (Lobar) itu mengaku sebenarnya penyakitnya sudah sembuh saat menggunakan obat herbal. ”Obat yang diberikan dibantu dengan sistem akupuntur,” ungkapnya.
Tetapi, dua tahun terakhir ini kambuh lagi. Kambuhnya penyakitnya itu karena kesalahannya. “Saya yang lalai, makanya kambuh lagi,” ujarnya.
Untuk itu, saat ini dia kembali lagi berikhtiar berobat dengan pengobatan herbal. Salah satunya melalui pengobatan Dong Bao. ”Saya sudah lima kali ke sini. Sudah ada perubahan,” kata Sri.
Sebelumnya, kakinya kaku tidak bisa digerakkan. Tetapi, melalui terapi dan pemberian obat herbal, dia merasakan ada perubahan. ”Sekarang sudah bisa digerakkan,” kata dia sambil mempraktikkan sambil duduk di kursi roda.
Dia berharap, dengan intens-nya melakukan pengobatan Dong Bao penyakitnya bisa hilang. Sehingga bisa menjalankan aktivitas seperti sebelumnya. ”Mudahan bisa sembuh lagi,” harapnya.
Saat berobat dengan sistem pengobatan Dong Bao, ada dua yang dijalankan. Pertama dengan terapi melalui akupuntur. “Kedua ada kita diberikan obat. Obat itu obat herbal. Tidak memiliki efek samping,” tandasnya. (SUHARLI, Mataram/r3)
Editor : Siti Aeny Maryam