Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Membangun Quality Time Berkualitas di Tengah Gempuran Era Digital, Perspektif Psikolog

Sanchia Vaneka • Senin, 28 Juli 2025 | 23:02 WIB

 

Photo
Photo

LombokPost -- Di tengah laju kehidupan modern dan dominasi teknologi, makna 'quality time' dalam keluarga mengalami pergeseran.

Psikolog Fitriani Hidayah menekankan bahwa 'quality time' bukan sekadar tentang kuantitas waktu yang dihabiskan, melainkan lebih dalam lagi mengenai kualitas interaksi dan kedalaman hubungan yang terjalin antar anggota keluarga. Hal ini menjadi krusial dalam membangun fondasi keluarga yang kokoh di era digital.

"Quality time melibatkan perhatian penuh, komunikasi efektif, dan kebersamaan yang mendalam. Ini pada akhirnya akan menciptakan ikatan emosional yang kuat dan kenangan berharga,” terang Fitriani.

Ia menambahkan bahwa mewujudkan 'quality time' di era digital yang serba cepat dan penuh kesibukan bukanlah tanpa tantangan.

Tantangan dan Solusi 'Quality Time' di Era Digital

Fitriani menyoroti beberapa kendala utama dalam menciptakan 'quality time' yang berkualitas, yaitu distraksi teknologi, minimnya kesadaran akan pentingnya interaksi tatap muka, dan perbedaan persepsi antar generasi terhadap penggunaan teknologi.

"Generasi boomer hingga milenial pertengahan cenderung lekat dengan musyawarah, diskusi, serta komunikasi langsung. Sementara generasi milenial akhir hingga Alpha lebih menikmati komunikasi via gawai karena menurut mereka lebih simpel dan mudah," paparnya. Perbedaan inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga masa kini untuk meluangkan waktu berinteraksi tatap muka.

Penggunaan smartphone dan media sosial, di satu sisi, memang memudahkan komunikasi jarak jauh. Namun, Fitriani mengingatkan, penggunaan berlebihan justru dapat memicu konflik, gangguan psikologis, dan berkurangnya interaksi tatap muka. "Manusia sejatinya adalah makhluk sosial. Jika dasar ini tidak terpenuhi, wajar saja jika akhirnya terjadi beberapa gangguan sosial bahkan berdampak pada diri sendiri," ucapnya. Untuk isu perbedaan jadwal kegiatan, solusinya adalah menyepakati manajemen waktu yang efektif, mencari solusi bersama antara orang tua dan anak, serta saling memberi pengertian.

Ide Kegiatan 'Quality Time' untuk Setiap Usia

Membangun 'quality time' bersama keluarga tidak harus rumit, bahkan bisa disesuaikan dengan usia dan minat setiap anggota.

"Kuncinya adalah fleksibilitas, inklusivitas, dan variasi aktivitas. Terima perbedaan minat, berikan ruang ekspresi, dan rotasi kegiatan agar semua anggota keluarga merasa terwakili," saran Fitriani.

Editor : Redaksi Lombok Post
#quality time #parenting #era digital #psikologi