LombokPost - Pasaran Jawa adalah sistem penamaan hari dalam kalender Jawa yang terdiri dari lima nama, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
Kelima nama ini membentuk siklus yang berulang setiap lima hari, dan menjadi salah satu elemen penting dalam menentukan weton seseorang.
Untuk mengetahui pasaran Jawa dari hari lahir, ada dua cara utama.
Baca Juga: Dalami Yuk Sosok SHIO ULAR, Sang Pemikir Misterius, Bijaksana, dan Penuh Gairah
- Menggunakan Kalender Jawa
Cara paling akurat adalah dengan merujuk langsung ke kalender Jawa. Kalender ini biasanya mencantumkan hari Masehi, hari Hijriah, dan juga pasaran Jawa secara bersamaan. Cari tanggal lahir di kalender Jawa.
Lihat pasaran yang tertera pada tanggal tersebut (misalnya, jika Anda lahir pada 26 Agustus 2025, yang bertepatan dengan hari Selasa, maka pasarannya adalah Kliwon).
- Menggunakan Siklus Lima Hari
Jika tidak memiliki kalender Jawa, bisa menghitungnya secara manual dengan mengingat siklusnya. Pasaran Jawa selalu berurutan.
Legi → Pahing → Pon → Wage → Kliwon → Legi (dan seterusnya)
Jika tahu pasaran hari ini, bisa menghitung maju atau mundur untuk menemukan pasaran di hari lahir kelahiran kita.
Contoh: Jika hari ini Selasa Kliwon, maka:
Rabu adalah Legi
Kamis adalah Pahing
Jumat adalah Pon
Sabtu adalah Wage
Minggu adalah Kliwon
Senin adalah Legi
Meskipun cara manual ini membutuhkan ketelitian, dengan sedikit latihan akan hafal siklusnya.
Kombinasi hari Masehi dan pasaran Jawa inilah yang kemudian menghasilkan weton, yang memiliki nilai numerik atau neptu dan sering digunakan dalam tradisi primbon Jawa.
Editor : Kimda Farida