LombokPost — Dalam tradisi Jawa, weton atau hari kelahiran memiliki makna mendalam dan sering digunakan untuk memprediksi karakter, nasib, hingga kecocokan jodoh.
Weton sendiri merupakan kombinasi antara hari dalam kalender Masehi (Saptawara) dan hari dalam kalender Jawa (Pancawara).
Untuk mengetahui weton seseorang, perlu mengetahui tanggal lahirnya, khususnya hari (misalnya Senin, Selasa, dst) dan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).
Baca Juga: Tahun 2024 Shio Naga Akan Mengami Tantangan Dalam Keberuntungan
Setiap hari dan pasaran memiliki nilai numerik yang disebut neptu.
Berikut adalah tabel nilai neptu yang menjadi kunci perhitungan weton.
Nilai Hari (Saptawara)
Baca Juga: Ini Loh Sosok Shio Kelinci, Lambang Keberuntungan, Keanggunan, dan Diplomasi
Minggu: 5
Senin: 4
Selasa: 3
Baca Juga: Shio Ayam Antara Eksentrisitas, Perfeksionisme, dan Keuletan yang Tak Tertandingi
Rabu: 7
Kamis: 8
Jumat: 6
Sabtu: 9
Nilai Pasaran (Pancawara):
Legi: 5
Pahing: 9
Pon: 7
Wage: 4
Kliwon: 8
Cara Menghitung Weton
Cara paling umum untuk menentukan weton adalah dengan menjumlahkan nilai neptu dari hari dan pasaran kelahiran.
Contoh Perhitungan: Jika seseorang lahir pada Rabu Pon, maka perhitungannya adalah:
Nilai neptu hari Rabu = 7
Nilai neptu pasaran Pon = 7
Total Weton = 7 (Rabu) + 7 (Pon) = 14
Angka 14 inilah yang kemudian digunakan dalam berbagai ramalan primbon Jawa, seperti untuk memprediksi karakter atau mencari kecocokan dengan pasangan.
Meskipun saat ini sudah banyak kalkulator weton online, memahami cara perhitungannya secara manual dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang kekayaan budaya Jawa yang diwariskan secara turun-temurun.
Editor : Kimda Farida