LombokPost - Brand Jam tangan ternama di dunia, Richard Mille, kembali menjadi bahasan di media sosial. Ini terjadi setelah peristiwa penjarahan rumah politikus ternama Ahmad Sahroni.
Seorang remaja berhasil membawa pulang jam tangan Richad Mille milik crazy rich Tanjung Priok itu.
Jam tangan Richard Mille telah lama dipandang sebagai simbol eksklusivitas dan inovasi. Sejak debut RM 001 Tourbillon pada 2001, koleksi Richard Mille berkembang menjadi ikon ultra-mewah.
Jam tangan Richard Mille terus menjadi sorotan di dunia horologi karena desainnya yang berani, material futuristik, dan kolaborasi dengan atlet serta selebritas kelas dunia.
Richard Mille lahir dari visi untuk menciptakan jam tangan mewah berbeda dari strategi pemasaran tradisional.
Jam tangan Richard Mille dirancang sebagai “mesin balap di pergelangan tangan”, menggabungkan teknologi motorsport, material aerospace, dan estetika avant-garde.
Tak heran jika sejak awal, jam tangan Richard Mille menjadi segmen baru di pasar ultra-luxury.
''Sudah lama saya ingin meluncurkan merek saya sendiri. Saya ingin menciptakan model bisnis baru yang jauh dari strategi pemasaran tradisional, sesuatu yang benar-benar orisinal,'' ujar Richard Mille.
''Tujuan saya adalah menciptakan segmen mewah ultra-mewah baru dalam bisnis jam tangan mewah, dan saya sangat ingin tahu apa yang bisa dihasilkan darinya,'' tambahnya.
Hasil Dari Pengalaman Puluhan Tahun
Bagi Richard Mille, ini bukanlah keputusan impulsif yang diambil dengan cepat.
Ini, kata dia, melainkan buah langsung dari pengalaman puluhan tahun yang diperolehnya dengan membimbing beragam merek jam tangan.
Ketertarikannya yang mendalam pada teknologi, keahlian dan hasrat pribadinya terhadap mobil balap, dipadukan dengan kepekaannya yang luar biasa terhadap desain dan ergonomi.
Ini membuat tidak ada satu pun jam tangan yang ada pada saat itu yang benar-benar dapat memenuhi harapannya.
Visi Pasar Jam Tangan Mewah
Di usia lima puluh tahun, Richard Mille memutuskan untuk menciptakan mereknya sendiri, dengan ide mendorong pembuatan jam tangan melampaui apa pun yang ada saat itu, dengan pendekatan kontemporer baru terhadap horologi.
Ia berencana mengembangkan satu produk: jam tangan impiannya, sebuah pendekatan yang melibatkan pengoperasian tanpa mempertimbangkan biaya produksi yang berlebihan.
Awal Mula: RM 001 Tourbillon
Tahun 2001 menjadi tonggak sejarah ketika jam tangan Richard Mille pertama, RM 001 Tourbillon, dirilis dalam seri terbatas 17 unit.
Dengan desain tonneau case ergonomis dan label harga enam digit, jam tangan ini menantang aturan industri.
RM 002 kemudian memperkenalkan dua inovasi dunia: pelat dasar titanium dan indikator fungsi (putar, netral, atur jarum).
Kesuksesan itu membuka jalan bagi model berikutnya, seperti RM 003 zona waktu ganda, RM 008 Split Seconds Chronograph, hingga RM 006 Felipe Massa yang menjadi pionir jam tangan tourbillon ultra-ringan. Dari sinilah reputasi jam tangan Richard Mille melesat.
Filosofi: Mesin Balap di Pergelangan Tangan
Filosofi desain jam tangan Richard Mille berakar pada dunia otomotif dan penerbangan. Material canggih seperti titanium, carbon nanotube, ALUSIC®, hingga Graph TPT® menjadi DNA utama.
Setiap jam tangan Richard Mille dirancang untuk tahan guncangan ekstrem—bahkan hingga 10.000 g.
Tak heran jika Rafael Nadal, Felipe Massa, hingga Bubba Watson menjadikan jam tangan Richard Mille bagian dari identitas mereka.
Nadal bahkan sempat menghancurkan lima prototipe sebelum lahirnya RM 027 yang ia kenakan saat menjuarai US Open 2010.
Kolaborasi Ikonik dan Citra Ultra-Mewah
Jam tangan Richard Mille juga dikenal lewat kolaborasi eksklusif dengan Michelle Yeoh, Natalie Portman, Pharrell Williams, hingga tim McLaren F1.
Koleksi seperti RM 056 Sapphire Tourbillon seharga $2,2 juta habis terjual, memperkuat citra jam tangan Richard Mille sebagai “jabat tangan rahasia para miliarder.”
Pada 2022, Richard Mille merilis RM UP-01 Ferrari, jam tangan ultra-tipis hanya 1,75 mm, membuktikan inovasi teknis tanpa henti.
Sementara pada 2023, RM 27-05 Rafael Nadal menjadi tourbillon manual teringan di dunia dengan bobot 11,5 gram.
Dari RM 001 hingga lebih dari 120 model saat ini, jam tangan Richard Mille bukan sekadar instrumen waktu, melainkan pernyataan gaya hidup.
Jam tangan Richard Mille terus dikaitkan dengan eksklusivitas, inovasi, dan keberanian menentang tradisi.
Setiap edisi terbatasnya laris manis di pasar kolektor. Filosofi tanpa kompromi yang diwariskan Richard Mille memastikan setiap jam tangan tetap relevan di era modern, sekaligus menegaskan posisinya sebagai ikon horologi ultra-mewah. (***)
Editor : Alfian Yusni