LombokPost – Bersepeda telah menjadi pilihan olahraga yang kian populer, namun aktivitas ini tidak boleh dilakukan sembarangan.
Menurut I Made Adiyasa Kurniawan, anggota senior Rinjani Cycling Club (RCC), bersepeda menuntut persiapan yang matang dan pemahaman etika di jalan.
Dego telah menekuni dunia gowes sejak tahun 2007, membagikan tips dan trik yang telah membawa manfaat signifikan bagi kesehatan dan kedisiplinannya.
“Yang saya lakukan adalah sebelum saya bersepeda, yang pertama siapkan peralatan dan perlengkapan yang sesuai dengan kegiatan kita,” ujarnya mengawali penjelasannya.
5 Kunci Utama Bersepeda Aman
Dego merangkum lima poin penting yang wajib dipersiapkan dan dipatuhi oleh setiap pesepeda:
Gunakan Pakaian yang Tepat (Proper Gear): Pakaian khusus bersepeda sangat penting karena dapat membuat pesepeda nyaman selama beraktivitas.
"Banyak teman-teman yang salah menggunakan kostum pada saat bersepeda," katanya.
Ia menekankan pentingnya menggunakan pakaian yang memang didesain untuk bersepeda.
Jaga Hidrasi Tubuh: Pesepeda harus memastikan tubuhnya cukup terhidrasi sebelum dan selama beraktivitas.
“Hidrasi itu cukup badan kita supaya cukup terhidrasi. Jangan sampai kita dehidrasi,” tegasnya.
Lakukan Pemanasan (Warming Up) yang Benar: Pemanasan yang tepat adalah langkah vital untuk meminimalkan risiko cedera.
Ini adalah protokol wajib sebelum mengayuh pedal.
Siapkan Peralatan Keamanan dan Monitor Diri: Selalu gunakan perlengkapan keamanan (safety equipment) dan monitor equipment (perangkat pemantau) untuk mengetahui batas-batas kemampuan tubuh saat gowes.
Patuhi Etika Bersepeda: Etika sangat penting karena jalan raya bukan hanya milik pesepeda.
“Kita bersepeda bukan kita sendiri yang di jalan. Ada etika yang harus kita jaga dalam bersepeda untuk keselamatan teman-teman, keselamatan kita dan keselamatan pengguna jalan yang lain,” pungkasnya.
Beda Skill Mountain Bike: Power vs. Teknik
Khusus untuk pesepeda gunung (MTB), ia memberikan peringatan keras.
Ia menjelaskan bahwa jenis skill harus sesuai dengan track yang akan dilewati.
Cross Country (XC): Jenis ini lebih banyak mengandalkan kekuatan (power) fisik untuk menanjak dan menempuh jarak jauh.
Down Hill (DH): Jenis ini sangat mengandalkan keterampilan (skill) teknis untuk menuruni gunung dengan kecepatan tinggi, melompati rintangan batu, dan medan ekstrem.
Ia memberi contoh, banyak pesepeda yang memiliki fisik kuat namun tidak berani menuruni track ekstrem (tanpa skill), sementara ada juga pesepeda dengan fisik biasa saja namun sangat mahir dan berani menuruni track teknis.
“Jangan sampai skill-nya cross country, mainnya down hill, ciloko nanti,” ujarnya.
Memahami jenis skill yang dimiliki akan menghindarkan pesepeda dari kecelakaan serius di jalur ekstrem.