Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Di Balik Dingin Fajar Malomba: Kisah Giligear, Komunitas Gowes yang Jadikan Lombok "Arena" Investasi Kesehatan

Lombok Post Online • Sabtu, 8 November 2025 | 12:57 WIB

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost – Pukul 06.00 WITA, saat jalanan Kota Mataram masih diselimuti kegelapan Minggu (2/11) lalu, puluhan sosok berjersey lengkap sudah berkumpul di depan Lapangan Malomba.

Mereka bukan bersiap untuk balapan, melainkan merapal doa singkat sebelum memulai perjalanan mengayuh road bike sejauh 120 kilometer.

Inilah potret rutin Giligear Cycling Team Lombok, komunitas yang punya misi sederhana namun mulia: menularkan gaya hidup sehat melalui keringat di atas sepeda.

Dipimpin oleh Muhammad Farid Ghozaly, atau akrab disapa Ghozy, rombongan ini meluncur dengan formasi rapi side by side dua pesepeda sejajar membentuk barisan ke belakang.

Formasi ini dipilih bukan tanpa alasan; selain tampak estetis dan menghormati pengguna jalan lain, cara ini memudahkan komunikasi dan mengatur ritme.

"Kalau rapi di jalan lebih enak dilihat orang. Dan lebih aman bagi pengendara pemakai jalan yang lain juga," ujar Ghozy.

Rute Santai, Pemandangan Pantai Selatan

Gowes Ahad lalu menempuh rute epik Mataram Sekotong Mandalika, lalu kembali ke Mataram, total sekitar 120 kilometer. Namun, jarak bukanlah target utama.

"Karena ini bukan balapan dan kompetisi, kami enggak ngotot harus capai target kecepatan tertentu. Ya gowes santai saja," tutur Ghozy.

Filosofi "gowes santai" ini memungkinkan para cyclist benar-benar menikmati setiap panorama. Pemandangan paling memukau didapatkan saat melintasi jalanan tepi pantai di Sekotong hingga Mandalika, menikmati keindahan pantai selatan Lombok.

Berhenti pun dilakukan sefleksibel mungkin, disesuaikan dengan kebutuhan istirahat anggota yang mulai kelelahan.

Giligear Cycling Team Lombok sendiri telah berdiri sejak 17 Maret 2018.

Komunitas ini berkembang pesat hingga kini mencapai 100 anggota, bahkan tersebar hingga Malang dan Surabaya, yang akan berkumpul saat ada event skala besar.

Anggotanya merupakan perpaduan lintas profesi, mulai dari pengusaha, anggota TNI/Polri, ASN, hingga kalangan profesional, mencerminkan prinsip keterbukaan dan persaudaraan komunitas ini.

Long Run dan Daily Routine Demi Kesehatan

Komunitas ini menjadwalkan long run (gowes jarak jauh) rutin setiap hari Minggu, yang jarak tempuhnya selalu di atas 100 kilometer.

Salah satu rute terjauh yang pernah mereka selesaikan adalah dari Kota Mataram menuju Pantai Pink di Lombok Timur, dengan jarak 160 kilometer.

Dalam event ini, mobil pengawal selalu disiapkan di belakang untuk mengevakuasi peserta yang kelelahan, sebuah langkah antisipasi yang terbukti penting mengingat tantangan medan dan jarak tempuh.

Menariknya, konsistensi sehat mereka tidak berhenti di hari Minggu.

Anggota Giligear juga rutin menjaga latihan harian, biasanya dimulai pukul 16.00 WITA.

Rute pendek favorit mereka adalah Mataram Batujai via bypass (55 km) dan Mataram Pemenang via Jalur Pusuk ke Pantai Malaka (60 km).

"Bisa dibilang ini rute harian kami," sambung Ghozy.

Untuk menjaga semangat tetap menyala, grup WhatsApp menjadi kunci, tempat anggota saling memotivasi dengan seruan, "Ayo kita gowes demi kesehatan!"

HIDUP SEHAT: Muhammad Farid Ghozaly (kanan) bersama anggota komunitas Giligear Cycling Team Lombok saat long run dari Mataram menuju Pantai Pink, Lombok Timur pada Oktober lalu.
HIDUP SEHAT: Muhammad Farid Ghozaly (kanan) bersama anggota komunitas Giligear Cycling Team Lombok saat long run dari Mataram menuju Pantai Pink, Lombok Timur pada Oktober lalu.

Tujuan Utama: Investasi Kesehatan dan Silaturahmi

Ghozy menegaskan bahwa Giligear didirikan bukan untuk mencetak atlet balap.

Tujuannya murni untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi kesehatan.

Buktinya terlihat pada banyak anggota yang dulunya sering sakit-sakitan, kini menjadi lebih sehat berkat disiplin gowes.

Di usia komunitas yang menginjak tujuh tahun, mereka telah menjelajahi hampir seluruh penjuru Lombok, dari rute tanjakan ekstrem Sembalun, hingga rute pesisir ikonik seperti Kuta, Mekaki Hill, dan Pantai Pink.

Mereka bahkan berhasil menaklukkan Lombok Loop 400 km dan Lombok Half Loop 200 km.

Di luar pulau, rute Kintamani, Nusa Dua di Bali, hingga Bromo Climb di Pasuruan telah menjadi saksi kekuatan pedal Giligear.

Tahun ini, Giligear Cycling Team Lombok bersiap kembali menggelar event Lombok Loop 400 km pada 27 Desember, sebagai bagian dari perayaan HUT NTB ke-67.

Mereka menargetkan partisipasi 200 peserta dari dalam dan luar daerah, membuktikan bahwa semangat sehat di atas dua roda terus bergelora di Pulau Seribu Masjid. (UMAR WIRAHADI, Mataram/r3)

Editor : Kimda Farida
#Kesehatan #Mataram #NTB #road bike #gowes