LombokPost - Tren konsumsi real food atau makanan utuh yang diolah minim proses mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kota Mataram.
Fenomena ini dinilai sebagai pertanda positif tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menjadikan makanan sehat sebagai benteng pertahanan kesehatan jangka panjang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, menyatakan bahwa keterlibatan pengusaha kuliner yang mempopulerkan makanan minim proses, seperti metode kukusan atau rebusan, sangat membantu upaya edukasi kesehatan yang selama ini dilakukan tenaga medis.
"Artinya, tidak perlu tenaga kesehatan yang akan melakukan upaya edukasi. Tetapi dengan keterlibatan pengusaha kuliner seperti ini juga sangat-sangat membantu kita," kata dr. Emirald, Rabu (12/11).
Waspada Silent Killer dari Makanan Instan
Dalam pandangan klinis, dr. Emirald menjelaskan perbedaan mendasar antara real food dan makanan ultra proses (Ultra-Processed Food/UPF).
Real food adalah makanan yang diolah sesimpel mungkin, bersumber langsung dari alam, dan minim penambahan pengawet.
Sebaliknya, makanan ultra proses melewati serangkaian proses industri dengan penambahan gula tinggi, garam, lemak tidak sehat, serta berbagai zat aditif buatan.
Jenis makanan inilah yang harus diwaspadai karena rata-rata mengandung komponen berlebihan yang rentan menyebabkan penyakit yang disebut 'silent killer'.
Silent killer yang dimaksud adalah penyakit-penyakit degeneratif yang merusak organ vital tanpa gejala jelas di awal, seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung.
Tiga Manfaat Kunci Makanan Kukusan
Secara klinis, tren real food terbukti memberikan banyak manfaat kesehatan dan sangat ideal dikampanyekan kepada kaum muda agar terbiasa hidup sehat sejak dini.
Kaya Nutrisi dan Serat: Metode kukus dan rebus mampu mempertahankan sebagian besar vitamin, mineral, dan serat alami bahan makanan.
Rendah Kalori dan Lemak: Pengolahan minim minyak menghasilkan makanan yang jauh lebih rendah kalori dan lemak jenuh dibandingkan makanan cepat saji atau gorengan, membantu menjaga berat badan ideal.
Mengurangi Risiko Penyakit Kronis: Mengganti UPF dengan real food secara signifikan mengurangi asupan gula, garam, dan lemak tidak sehat, sehingga menekan risiko obesitas dan penyakit kardiovaskular.
Dikes Mataram berharap, pengusaha kuliner yang memanfaatkan tren ini tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi benar-benar berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat untuk mengonsumsi makanan yang aman dan sehat. (chi/r3)
Editor : Kimda Farida