LombokPost – Membawa tumbler sendiri kini telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat dan upaya peduli lingkungan di kalangan masyarakat urban. Tren positif ini ditangkap jeli oleh Baiq Rachmawatin Ramadhana akrab disapa Dhana sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.
Melalui usahanya di BTN Sudak Palace, Labuapi, Lombok Barat, Dhana kini sukses memproduksi aneka tumbler custom dengan desain yang bebas dan menarik.
Dhana menceritakan bahwa ide bisnis ini muncul pada 2021, di tengah kesibukannya menyusun skripsi. Kala itu, ia merasa insecure karena teman-teman seangkatannya sudah lulus dan bekerja.
“Meskipun saat itu masa pandemi Covid-19. Tapi mendengar teman sudah lulus kuliah dan kerja jadi agak insecure (tidak percaya diri, Red),” tutur Dhana, Kamis (28/11).
Titik Balik dari Joging ke Bisnis Sablon
Titik balik datang saat ia mengikuti joging di kawasan Udayana, Mataram. Dhana, yang saat itu hanya membawa air kemasan plastik, melihat orang-orang berlari sambil menenteng tumbler yang terlihat "asyik sekali, kayak orang kota banget."
Awalnya ia hanya membeli tumbler untuk dipakai sendiri. Namun, setelah banyak teman yang tertarik dan ingin membelinya, Dhana melihat peluang.
Karena belum memiliki alat sendiri, ia sempat menghubungi keluarganya di Jogjakarta untuk membantu proses desain dan sablon.
Usahanya laku keras, dan pelanggan awalnya didominasi sesama mahasiswa.
Baca Juga: Muncul Banyak Komunitas, Ada Sekitar 50 komunitas Sepeda di Kota Mataram
Strategi Promosi dan Pelanggan Besar
Dhana tak patah arang dalam promosi. Selain mengandalkan reseller tak langsung dari pembeli pertama (seperti teman kantor ayahnya), ia rajin berpromosi di media sosial dan bahkan sempat menyebarkan brosur di kawasan Udayana yang menjadi sasaran utama para pegiat joging.
Kini, pelanggan Dhana kian meluas. Pemesanan tidak hanya dari perorangan, tetapi juga dari hotel-hotel di Senggigi dan Kuta Mandalika yang menjadikannya sebagai suvenir gratis atau dijual kembali kepada turis asing. Bahkan, pada perhelatan MotoGP 2023, ia sempat mendapat berkah pesanan sebanyak 200 buah tumbler custom dari ITDC.
Usaha Dhana yang dilengkapi alat gravir, laser, dan print UV di rumahnya kini telah membuka lapangan pekerjaan.
"Alhamdulillah omzet mulai lumayan meskipun naik turun. Kan tergantung musim juga," pungkas perempuan kelahiran 11 Desember 1999 itu.
Tren ini pun merambah Lombok Utara. Nasrudin, pemilik Denika Sablon di KLU, turut merasakan peningkatan permintaan sablon tumbler untuk suvenir kegiatan instansi, lembaga, hingga pernikahan, dengan pesanan mencapai puluhan hingga ratusan buah.
Editor : Pujo Nugroho