Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penjualan Tumbler Naik 30 Persen, Alat Yang Simpel, Keren, Ramah Lingkungan

Lombok Post Online • Sabtu, 29 November 2025 | 16:37 WIB
BANYAK KOLEKSI: Seorang ibu rumah tangga sedang memilih tumbler yang akan ia bawa sebelum keluar rumah di Gunungsari, Lombok Barat.
BANYAK KOLEKSI: Seorang ibu rumah tangga sedang memilih tumbler yang akan ia bawa sebelum keluar rumah di Gunungsari, Lombok Barat.

LombokPost - Di jalanan kota, ruang kelas, kantor, hingga warung kopi, satu benda kini semakin sering terlihat: tumbler. Tak lagi sekadar wadah minum, tumbler menjelma simbol kesadaran baru masyarakat terhadap gaya hidup yang lebih praktis, hemat, dan berpihak pada bumi.

 

Gerakan membawa tumbler pelan-pelan tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat. Didukung kampanye komunitas, regulasi pemerintah, dan kesadaran ekonomi rumah tangga, perubahan perilaku ini membentuk wajah baru gaya hidup warga kota lebih hijau, lebih simpel, dan dianggap jauh lebih keren.

Dari pelajar hingga pekerja kantoran, dari ibu rumah tangga hingga para pegiat lingkungan, tumbler kini bukan hanya alat, tetapi identitas.

 Baca Juga: Jarang Diketahui! Ini 5 Perbedaan Krusial Antara Tumbler dan Botol Minum Biasa, Mana yang Lebih Ramah Lingkungan?

Berawal dari Suvenir

Pertengahan tahun ini, tumbler menjadi barang wajib yang dibawa Rahmah ketika bekerja maupun berada di luar.

“Membawa tumbler kini bukan hanya sekadar tren, melainkan gaya hidup yang cerdas dan bertanggung jawab,” katanya.

Penyiar radio di Kota Praya ini mengatakan, sebelum pindah ke tumbler, biasanya beli air kemasan ukuran tanggung maupun besar. Sehari, bisa lebih dari tiga botol minum air.

“Ke sini-sini mikir sampah botol plastik yang bikin penuh tempat sampah di ruangan,” ungkap Rahmah, Kamis (27/11).

Memiliki tumbler, kata dia, juga diawali dari suvenir dari salah satu kegiatan. Mulai dari tumbler berbahan gelas kaca dengan menampilkan temperatur suhu digital, hingga kini tumbler yang tahan air panas dan dingin dalam waktu lama.

“Awal-awal sering nih dapat yang gratisan, karena tidak tahan lama, saya coba beli di marketplace ada tidak yang tahan panas dan dingin,” kata wanita asal Kelurahan Leneng ini.

Baca Juga: Produsen Air Minum Dalam Kemasan Air Barujari Bertekad Serap Tenaga Kerja Lokal

Rahmah mengaku tidak begitu mengincar tumbler dengan merek tertentu, seperti yang belakangan viral Tumbler Tuku. “Selama fungsinya masih sama, tumbler tanpa merek namun kualitas hampir sama juga tidak ada salahnya,” tandasnya.

Jadi Lebih Hemat

Dari sisi ekonomi, membawa tumbler jauh lebih hemat. Meski terlihat ribet, namun pengeluaran untuk membeli air mineral sekali pakai bisa dipangkas. Dalam jangka panjang, angkanya sangat mengejutkan.

Dalam sehari dirinya menghabiskan uang Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu untuk membeli air kemasan. Dikalikan dalam waktu 25 hari, memakan biaya hingga Rp 400 ribu per bulan dikalikan 12 bulan bisa mencapai Rp 4,8 juta per tahun. “Boros juga ternyata beli air botol mineral,” katanya.

Dengan investasi satu kali pada tumbler berkualitas, Rahmah langsung menikmati penghematan besar. Antara lain, uang yang hemat bisa dialihkan untuk investasi kesehatan lain, seperti membeli buah-buahan atau berolahraga. Kemudian, mulai banyak coffee shop dan gerai minuman kini menawarkan diskon khusus bagi pelanggan yang membawa tumbler sendiri.

“Membawa tumbler adalah tindakan kecil yang menghasilkan dampak luar biasa. Ini adalah jembatan menuju kesehatan yang lebih prima melalui hidrasi yang konsisten, dan keuangan yang lebih stabil melalui penghematan harian,” tutup Rahmah.

Permintaan Tumbler Naik

Beberapa tahun belakangan permintaan tumbler sangat tinggi dari masyarakat. Terutama dari kalangan anak muda atau yang dikenal sebagai Generasi Z (Gen Z). Data nasional dari Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia menyebutkan adanya lonjakan penjualan tumbler di atas 30 persen dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Angka ini menjadi bukti konkret bahwa preferensi konsumen telah bergeser menuju produk yang lebih sustainable. Khususnya di kalangan anak muda, terutama Gen Z. Tumbler memiliki desain yang variatif dan unik. Baik dari segi fisik ataupun desain sablonnya.

Tren ini juga sangat terasa di Provinsi NTB. Untuk membeli tumbler kini semakin mudah. Meski tidak menjual secara spefisik khusus tumbler, namun ini bisa ditemukan di berbagai toko dan gerai. Terutama toko yang menjual peralatan rumah tangga.

Salah satunya contohnya di Amigoo yang ada di beberapa titik Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Timur. Di toko peralatan rumah tangga ini terdapat berbagai jenis dan bentuk tumbler. Mulai dari tumbler plastik BPA Free, stainless hingga berbahan kaca. “Ada banyak jenisnya, plastik, stainless sampai kaca. Bentuknya juga beragam dan unik,” ujar Nonik, salah satu staf Amigoo di Mataram.

Pilihan harga tumbler yang ditawarkan beragam dan sangat terjangkau. Mulai dari Rp 6 ribuan hingga Rp 50 ribu ke atas. Menurut pembelian tumbler cukup tinggi. Hal itu dikarenakan tren penggunaannya yang sedang digandrungi saat ini.

“(Tujuan konsumen beli) beragam sih, Ada yang beliin untuk anaknya bawa ke sekolah, ada yang dipakai untuk kerja, olahraga, dan lainnya,” bebernya.

Selain itu, permintaan tumbler juga tinggi lantaran digunakan sebagai suvenir dan hadiah. Misalnya untuk nikahan, event, dan lomba-lomba. Tumbler yang biasa dibeli berbahan plastik BPA Free dan kaca dengan kisaran harga Rp 6 ribuan ke atas.

Tempat pembelian tumbler lainnya adalah Miniso Lombok Epicentrum Mall dan Miniso Cakranegara. Gerai ini menawarkan tumbler dengan pilihan-pilihan menggemaskan. Bahkan, Miniso memiliki tumbler berbagai edisi spesial yang hanya ada di gerai tersebut.

Seperti tumbler edisi Harry Potter, Crayon Sinchan, BT21, Hello Kitty, Marvel, Snoopy, Kuromi, Barbie, dan masih banyak lagi. Bentuk tumblernya pun unik-unik, lucu dan menarik. Kualitasnya tetu saja sudah food grade sehingga aman untuk digunakan.

Pilihan warna tumblernya pun menarik. Warna-warna tersebut akan lansung menggoda mata yang melihat. Sehingga tak heran sangat diminati, khususnya anak-anak muda usia sekolah hingga perguruan tinggi.

Ukuran tumblernya juga banyak. Mulai dari yang besar dengan kapasitas di atas 1 liter hingga terkecil ukuran 300 mililiter. Ada yang bentuk botol besar, botol ramping, hingga gelas. Ada juga yang memiliki saringan di bagian tengahnya. Jenis ini biasanya bagi penyuka infused water.

Untuk kisaran harga, tumbler-tumbler di Miniso juga beragam. Mulai dari 30 ribuan hingga termahal Rp 200 ribuan. (rur/ewi/fer/r3)

Editor : Pujo Nugroho
#tren #plastik #minum #tumbler #botol minum