Hijab untuk Perempuan yang Tidak Diam

Elvira Bunga • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 23:43 WIB
UNIQLO Hijab hadir dengan tiga pilihan utama yang memiliki karakter material berbeda: Hijab AIRism Proteksi Sinar UV, Hijab Satin, dan Hijab Georgette. (ist)
UNIQLO Hijab hadir dengan tiga pilihan utama yang memiliki karakter material berbeda: Hijab AIRism Proteksi Sinar UV, Hijab Satin, dan Hijab Georgette. (ist)

lombokpost- Bagi perempuan yang menjalani banyak peran dalam satu hari, hijab bukan sekadar bagian dari penampilan.

Ia harus nyaman, fungsional, tetap rapi, sekaligus memberi ruang bagi perempuan untuk menjadi dirinya sendiri.

Pagi bagi Sanchia Vaneka hampir selalu dimulai dengan persiapan. Sebagai jurnalis Lombok Post yang meliput agenda di Kantor Wali Kota Mataram maupun berbagai kegiatan di sekitarnya, ia tidak pernah benar-benar tahu ke mana hari akan membawanya.

Baca Juga: UNIQLO Salurkan Bantuan Rp750 Juta untuk Korban Gempa Flores dan Kebakaran Sade

Satu agenda bisa berlanjut ke agenda berikutnya. Bertemu narasumber, berpindah lokasi, mengejar informasi, kemudian kembali menyusun berita. Hari seorang jurnalis bergerak mengikuti informasi yang ditemukannya.

Di tengah ritme itu, ada satu hal yang tetap harus ia jaga: penampilan.

“Menjaga hijab tetap rapi dan enak dipandang bagi rekan kerja maupun narasumber adalah tantangan tersendiri,” kata Chia, sapaan Sanchia.

Baca Juga: UNIQLO Neighborhood Collaboration Batch 4, Produk UMKM NTB Mejeng di Mal  

Bagi seorang jurnalis, hijab bukan sekadar sesuatu yang dikenakan sebelum berangkat bekerja. Ia menjadi bagian dari penampilan profesional yang ikut bertemu dengan banyak orang sepanjang hari.

Karena itu, ketika memilih hijab, Chia tidak hanya melihat apakah modelnya menarik.

“Model dan bahan adalah dua hal yang tidak bisa dilepaskan saat memilih atau membeli hijab. Karena ini adalah pertimbangan dari profesi saya, jurnalis yang berhijab,” ujarnya.

Baca Juga: Kolaborasi Pemprov NTB dan UNIQLO Buka Jalan UMKM Tembus Pasar Nasional

Kalimat itu menunjukkan bahwa pilihan hijab sesungguhnya tidak sesederhana memilih warna atau mengikuti tren.

Ada kebutuhan untuk merasa nyaman, ada tuntutan untuk tetap rapi, sekaligus ada keinginan untuk tampil sesuai dengan karakter diri.

Hijab, dengan demikian, ikut menjadi bagian dari cara seorang perempuan hadir di ruang publik.

Baca Juga: Ekspansi Pasar Urban: UNIQLO Resmikan Toko ke-78 di Plaza Indonesia, Gandeng ESMOD Usung Kampanye 'Circular Fashion'

Ketika Hijab Ikut Bergerak

Pengalaman Chia mungkin terasa dekat bagi banyak perempuan yang bekerja di luar rumah. Namun kebutuhan terhadap hijab yang nyaman tidak berhenti di lingkungan profesi tertentu.

Baiq Novita, yang sehari-hari bekerja di bidang keuangan, misalnya, terbiasa berpindah dari satu bank ke bank lain untuk melakukan berbagai urusan pekerjaan.

Hampir seluruh aktivitasnya di luar rumah berlangsung dengan hijab. Karena itu, persoalan bahan bukan perkara kecil.

Baca Juga: Ubah Siluet Jadi Statement: UNIQLO Spring/Summer 2026 Tawarkan Eksplorasi Gaya Urban yang Lebih Berani dan Fungsional

“Yang paling mengganggu adalah saat hijab yang kita kenakan bahannya tidak nyaman,” katanya.

Keluhan tersebut terdengar sederhana. Namun ketika sebuah pakaian dikenakan selama berjam-jam, kenyamanan bisa menentukan bagaimana seseorang menjalani seluruh aktivitasnya.

Bagi perempuan yang aktif, hijab bukan sesuatu yang hanya dilihat dari depan cermin sebelum berangkat.

Baca Juga: Tampil Mewah Tanpa Ribet! Intip Gaya "Simple Elegant" Nikita Willy di UNIQLO Spring/Summer 2026

Ia akan dibawa berjalan, duduk, berdiri, berpindah tempat, bertemu orang, dan menghadapi cuaca yang berubah sepanjang hari.

Sementara bagi Shinta Anggraeny, hijab menjadi bagian dari keseharian seorang ibu sekaligus pelaku UMKM.

Pagi hari dapat dimulai dengan mengecek aktivitas karyawan. Pada kesempatan lain, ia harus turun langsung membeli bahan untuk kebutuhan usahanya. Hari terus bergerak, dan hijab harus ikut bergerak bersamanya.

Baca Juga: Tampil Mewah Tanpa Ribet! Intip Gaya "Simple Elegant" Nikita Willy di UNIQLO Spring/Summer 2026

“Saya membutuhkan hijab yang nyaman dikenakan sepanjang hari,” ujarnya.

Bagi Shinta, kebutuhan itu bahkan memiliki makna yang lebih luas. “Artinya dia menjadi pendukung utama dalam segala aktivitas,” ujarnya.

Tiga perempuan, tiga aktivitas, tetapi ada satu kebutuhan yang bertemu: hijab tidak boleh menjadi sesuatu yang justru menghambat gerak.

Baca Juga: Usung Tema "Intelligent Simplicity", UNIQLO Gandeng Nikita Willy & Indra Priawan Luncurkan Koleksi Spring/Summer 2026

Perempuan bisa bekerja, mengurus rumah, mengembangkan usaha, bertemu banyak orang, berpindah tempat, dan tetap ingin merasa nyaman dengan apa yang dikenakannya.

Dan pada titik itu, pembicaraan tentang hijab menjadi lebih luas daripada sekadar fashion.

Dari Sekadar Menutup Kepala Menjadi Bagian Dari Identitas

Perkembangan modest fashion di Indonesia ikut mengubah cara perempuan melihat pakaian. Hijab tidak lagi berada di ruang yang terpisah dari perkembangan mode. Ia hadir dalam berbagai gaya, profesi, generasi, dan aktivitas.

Baca Juga: Lebih Stylish! UNIQLO Bocorkan Koleksi Spring/Summer 2026, Celana 'Barrel' dan Jaket Crop Jadi Rebutan?

Ada yang memilih tampilan sederhana, ada yang menyukai kesan elegan, ada yang membutuhkan kepraktisan, dan ada pula yang menjadikan pilihan busana sebagai bagian dari ekspresi personal.

Artinya, perempuan tidak lagi hanya mencari pakaian yang dianggap pantas. Mereka juga mencari pakaian yang sesuai dengan kehidupan mereka. Di sinilah kenyamanan, fungsi, dan ekspresi diri bertemu.

Hijab yang nyaman memberi kebebasan untuk bergerak. Fungsi membuatnya mampu mengikuti kebutuhan aktivitas.

Baca Juga: Modernitas Berbudaya, Bagaimana Jepang Mempertahankan Warisan Lewat Tren Fashion Upcycling dari Uniqlo

Sementara pilihan model, material, dan cara mengenakannya memberi ruang bagi perempuan untuk menunjukkan karakter.

Karena itu, perempuan tidak seharusnya dipaksa memilih antara nyaman atau cantik. Ia juga tidak harus memilih antara praktis atau feminin.

Fashion yang semakin memahami kehidupan perempuan justru memungkinkan semua itu hadir bersamaan.

Baca Juga: UNIQLO Umumkan Pembukaan Toko Baru di Kota Padang

Ketika Kebutuhan Perempuan Menjadi Titik Berangkat

Kebutuhan tersebut menjadi konteks menarik ketika UNIQLO menghadirkan UNIQLO Hijab di Indonesia pada 10 Agustus 2026.

Koleksi ini diperkenalkan sebagai bagian dari upaya menghadirkan LifeWear yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

UNIQLO menyebut koleksi tersebut dirancang untuk memberikan kenyamanan sekaligus menemani berbagai aktivitas sehari-hari perempuan Indonesia.

Baca Juga: UNIQLO Luncurkan Majalah LifeWear Edisi Ke-13: Revisiting Classic dalam Perspektif Baru

Bukan kebetulan jika kebutuhan perempuan menjadi titik berangkatnya.

Dalam pengembangan modest wear sebelumnya, UNIQLO juga menyebut masukan pelanggan mengenai kebutuhan pakaian yang hijab-friendly, memiliki panjang yang sesuai, siluet rileks, bahan nyaman, dan dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.

Dengan begitu, kehadiran UNIQLO Hijab tidak berdiri sendiri sebagai koleksi baru. Ia berada di tengah perubahan kebutuhan perempuan yang semakin beragam.

Baca Juga: UNIQLO Fall/Winter 2025, Hidupkan Kembali Gaya Klasik Dengan Balutan Modernitas

Marketing Manager UNIQLO Indonesia Lisqia Lalantika mengatakan kehadiran produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat menjadi bagian dari cara UNIQLO memaknai keberadaannya di Indonesia.

“Bagi UNIQLO, merayakan Indonesia berarti terus hadir untuk masyarakat Indonesia, baik melalui produk yang relevan dengan kebutuhan mereka maupun melalui kontribusi positif bagi komunitas,” terangnya.

Kalimat itu menarik jika dibaca berdampingan dengan pengalaman Chia, Novi, dan Shinta. Sebab kebutuhan yang mereka ceritakan sebenarnya sangat sederhana: hijab harus bisa diajak menjalani hari.

Baca Juga: Anak Mulai Pilih Baju Sendiri? UNIQLO KIDS Punya Koleksi Nyaman dan Stylish Buat Si Kecil Tampil Percaya Diri!

Tiga Karakter, Tiga Kemungkinan

UNIQLO Hijab hadir dengan tiga pilihan utama yang memiliki karakter material berbeda: Hijab AIRism Proteksi Sinar UV, Hijab Satin, dan Hijab Georgette.

AIRism Hijab Proteksi Sinar UV dirancang dengan material AIRism yang lembut serta karakter yang mendukung kenyamanan untuk aktivitas sehari-hari.

Hijab Georgette menawarkan bahan ringan dengan jatuh kain yang indah, sementara Hijab Satin memberikan karakter ringan dan tampilan yang lebih elegan.

Baca Juga: Keren, Produk UMKM NTB Dipasarkan di Gerai Uniqlo Lombok Epicentrum Mall

Perbedaan itu justru memperlihatkan bahwa kebutuhan perempuan tidak pernah tunggal.

Perempuan yang banyak bergerak mungkin membutuhkan sesuatu yang terasa praktis dan nyaman.

Perempuan lain bisa lebih memperhatikan bagaimana kain jatuh ketika dikenakan. Ada pula yang ingin tampilan yang lebih anggun untuk menemani momen tertentu.

Baca Juga: Mulai 29 Mei, UNIQLO Hadirkan ARIGATO INDONESIA, Berbagai Ragam Penawaran Spesial dan Hadiah Eksklusif

Tidak ada satu definisi tentang perempuan aktif. Karena itu, tidak ada pula satu definisi tentang hijab yang ideal.

Yang ada adalah kebutuhan masing-masing perempuan—dan pakaian yang berusaha mengikutinya.

Cantik Yang Terasa Nyaman

Pada akhirnya, kenyamanan bukan lawan dari kecantikan. Justru ketika perempuan merasa nyaman, ia memiliki ruang lebih besar untuk tampil percaya diri.

Baca Juga: Berkolaborasi dengan Seniman Muda Disabilitas, Tujuh Lukisan Hiasi Area Kantor UNIQLO

Hal itu pula yang membuat modest fashion terus berkembang. Perempuan tidak hanya ingin memenuhi aturan berpakaian, tetapi juga ingin menemukan bentuk penampilan yang terasa dekat dengan dirinya.

Chia, misalnya, memikirkan model dan bahan secara bersamaan karena hijab merupakan bagian dari profesinya. Novi memikirkan bahan karena aktivitas pekerjaannya menuntutnya berpindah tempat. Shinta membutuhkan hijab yang nyaman karena ia harus menjalani banyak aktivitas dalam satu hari.

Mereka tidak sedang mencari hijab untuk terlihat seperti orang lain. Mereka mencari sesuatu yang memungkinkan mereka tetap menjadi diri sendiri sambil menjalani kehidupan masing-masing.

Baca Juga: Tampil Nyaman Sepanjang Hari Raya dengan Koleksi Hari Raya Essentials dari UNIQLO

Dan mungkin di situlah ekspresi diri dalam modest fashion menemukan maknanya yang paling sederhana.

Bukan selalu tentang menjadi pusat perhatian. Kadang, ekspresi diri justru hadir ketika seseorang merasa tepat dengan apa yang dikenakannya.

Pakaian Yang Mengikuti Kehidupan

Di titik ini, filosofi LifeWear yang dibawa UNIQLO terasa menemukan konteksnya. UNIQLO mendefinisikan LifeWear sebagai pakaian yang dirancang untuk membuat kehidupan semua orang menjadi lebih baik.

Baca Juga: UNIQLO Hadirkan Kain yang Nyaman dan Kuat lewat Koleksi Linen Spring/Summer 2025

Konsep tersebut menempatkan pakaian bukan sekadar sebagai benda yang dikenakan, melainkan sesuatu yang dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan kehidupan sehari-hari.

Bagi perempuan yang menjalani hari panjang, gagasan itu terdengar sederhana. Namun kesederhanaan justru bisa menjadi sesuatu yang berharga.

Seorang jurnalis ingin berkonsentrasi pada berita yang sedang dikejarnya. Seorang pekerja finance ingin menyelesaikan urusan pekerjaannya tanpa terganggu rasa tidak nyaman.

Baca Juga: UNIQLO Senayan City, Tampil Lebih Segar dan Hadirkan Layanan RE.UNIQLO STUDIO dan UTme!

Seorang ibu sekaligus pelaku UMKM ingin fokus mengurus usaha dan keluarganya. Hijab seharusnya membantu semua itu, bukan menjadi persoalan tambahan.

Mungkin itu pula alasan mengapa pembicaraan tentang hijab hari ini tidak cukup berhenti pada pertanyaan apakah sebuah model sedang tren.

Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah ia mampu mengikuti kehidupan perempuan yang mengenakannya?

Baca Juga: Ibnu Jamil Serta Enzy Storia Diperkenalkan sebagai Muses Sport Utility Wear UNIQLO Indonesia

Sebab perempuan tidak diam. Mereka bekerja. Mereka berpindah tempat. Mereka membangun usaha. Mereka mengurus keluarga.

Mereka bertemu banyak orang. Mereka mengejar kesempatan. Mereka membuat keputusan. Mereka lelah, beristirahat, lalu kembali bergerak.

Dan di antara semua itu, ada hijab yang terus menemani. Hijab bukan sekadar sesuatu yang dikenakan perempuan.

Ia adalah sesuatu yang ikut menjalani hari bersamanya. Maka mungkin ukuran hijab yang baik bukanlah seberapa sering ia membuat orang lain menoleh.

Melainkan seberapa jauh ia membuat perempuan yang mengenakannya merasa bebas untuk bergerak, nyaman untuk menjalani hari, dan percaya diri untuk tetap menjadi dirinya sendiri. (***)

 

Editor : Elvira Bunga
Uniqlo UNIQLO Hijab hijab AIRism Hijab Georgette Hijab Satin