Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

K-Pop Squad Lombok, Aksi dan Ambisi Pendiri (2-habis): Bertekad Kejar Idola Sampai Singapura

Miq Ade • Rabu, 20 September 2023 | 10:34 WIB
Andini Dhea Monica
Andini Dhea Monica


"KEREN dan tampan," lugas Dea.

Tak ada keraguan. Nada suaranya tegas memuji boyband idolanya. 

Dea bercerita awal mula menyukai K-Pop. Cerita yang sedikit tidaknya menggambarkan alasan, mengapa banyak remaja habis-habisan meniru idolanya. 

"Mulai suka sejak SMA sekitar tahun 2018," tuturnya, Minggu (17/9). 

Rasa suka itu tidak datang tiba-tiba. Dea pernah mengalami kondisi banyak pikiran: tentang sekolah, persahabatan, dan cinta. 

"Jadi semacam pelarian, saat pikiran lagi stres," tutur dara fandom boy group Ateez ini.

Awalnya, ia menggemari boyband Super Junior. Tetapi ketika asyik berselancar di dunia maya mencari informasi, ia malah tak bisa berpaling dari personil Big Bang. "Lebih ganteng dan lagunya juga lebih bagus," celetuknya. 

Saking ngefans, Dea pernah memenuhi isi laptopnya dengan lagu dan video Big Bang. "Kemudian ketemu EXO dan suka lagi," tuturnya. 

Awalnya, rasa suka Dea tentang wajah ganteng hingga lagu yang enak didengar. Tetapi lambat laun, berubah menjadi fantasi cinta. 

"Ada personil EXO namanya Sehun dan aku mengubah namaku menjadi Dehun, suka seperti berharap bisa menjadi pacarnya," tuturnya.

Lebih-lebih orang tuanya membatasi pergaulannya. "Dulu, Mama nggak bolehin pacaran, ya udah pacaran sama Sehun saja," tuturnya polos. 

Ke manapun pergi, Dea selalu membawa foto Sehun di dalam tasnya. "Serasa seperti di temani pacar," ungkapnya.

Tetapi ketika EXO manggung di Indonesia, Dea tak bisa datang ke konsernya. Saat itu usianya masih terlalu muda untuk melakukan perjalan jauh mengejar Idola seorang diri. 

"Kalau ditanya sedih, sangat sedih. Tapi rasa takut masih lebih besar dari keinginan bertemu idola langsung," kenangnya. 

Dea mengoleksi hampir semua mercendise EXO. Sampai suatu ketika boyband itu vakum. "Rasanya seperti kehilangan pacar dan pengen cari pacar baru lain lagi," ungkapnya. 

Perjalanan Dea mencari idola baru berlanjut. Ia pernah mencoba menyukai Stray Kid, tetapi hatinya akhirnya tertambat pada Ateez. 

"Dancenya keren-keren, lagunya related dengan apa yang saya rasain," ungkapnya. 

Menemukan Ateez seperti menemukan pacar baru. Dara yang saat ini bekerja di Rumah Sakit Katolik St Antonius, Ampenan ini pun telah menghabiskan belasan juta rupiah untuk membeli berbagai macam merchandise resmi Ateez. 

"Ya senang aja, ada rasa bangga. Bisa bantu idola menjadi lebih kaya lagi," celetuknya.

Saat ditanya sampai kapan menjadi fandom Ateez, Dea tak langsung menjawab. Sampai kemudian, mengatakan akan kembali 'normal' setelah satu mimpinya tercapai.

"Normal dalam arti aku harus berpikir tentang masa depanku, tentang aku yang harus menikah, dan fokus pada cita-citaku," ungkapnya. 

Mimpi itu adalah Dea ingin datang ke konser Ateez. Ia telah mendapatkan jadwal tour Asianya. Dan saat nanti Ateez tiba di Singapura, ia bertekad akan ke sana. 

"Jadi aku harus ketemu. Sekali saja. Setelah itu aku akan fokus dengan masa depanku. Mama support dan janjiin ongkos ke Singapura. Aku pernah nangis karena jadwal Ateez tidak ada di Indonesia dan aku nggak mau nangis lagi," pungkasnya. (*)

 
Editor : Kimda Farida
#exo #bts #super junior #big bang #korea #Fandom #Mataram #Ateez #k-pop