Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Belum Ada Tanda Harga Beras Turun, Warga Babakan Mataram 'Serbu' 4 Ton Beras Medium Bulog

Miq Ade • Jumat, 29 September 2023 | 10:50 WIB

Warga Babakan tengah mengantre membeli beras di lapak Bulog, GPM.
Warga Babakan tengah mengantre membeli beras di lapak Bulog, GPM.

LombokPost-Warga Babakan menyerbu beras medium yang dijual di kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram, Rabu (27/9) kemarin. Beras yang disediakan Bulog itu dihargai Rp 10.400/kg dan terjual sampai 4 ton. 

Jumlah penjualan beras ini lebih banyak bila dibanding dua titik GPM sebelumnya. Saat kegiatan GPM di Pagesangan Timur terjual 2,5 ton. Sedangkan di Cakranegara Utara terjual 3 ton. 

"Ya, kami memantau masyarakat sangat antusias," kata Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi yang langsung turun memantau GPM, Rabu (27/9). 

Selain beras, warga juga menyerbu telur ayam. Hingga GPM ditutup terjual sebanyak 398 trai dengan total penjualan Rp 19.104.000. Sedangkan bahan pangan lain, relatif mencatatkan penjualan normal. 

Seperti misalnya gula pasir mencatatkan penjualan Rp 2 juta, minyak goreng merek MinyaKita Rp 3,5 juta,minyak goreng premium Rp 3,6 juta, minyak goreng curah Rp 3,8 juta. Selain itu terjual juga sejumlah bahan pangan lain seperti bawang merah, bawang putih, tepung (terigu, beras, ketan), santan, margarin, kecap, makanan olahan, cabai rawit, sayur serta buah.

Total penjualan seluruh kebutuhan pangan mencapai Rp 78.095.009. "Kegiatan ini sebagaimana saya sampaikan sangat bermanfaat," ujarnya. 

Tingginya penjualan bahan pokok juga disebabkan oleh momentum bulan Maulid. Sehingga masyarakat beramai-ramai membeli kebutuhan pangan untuk keperluan merayakan hari besar. 

"GPM ini juga telah berkontribusi nyata dalam menekan inflasi, sebab dinamika lonjakan harga memicu inflasi," paparnya. 

Keberadaan GPM, ditekankan politisi Golkar ini sebagai upaya menstabilkan harga pasar. Di samping itu meyakinkan publik khususnya di ibu kota, stok pangan masih aman. "(Karena stok aman) kita bisa memberikan harga yang murah," paparnya. 

Masyarakat diingatkan tidak mudah terpancing dengan isu kenaikan harga. Lalu melakukan aksi panic buying yang tidak terkendali dan berakibat pada instabilitas harga-harga di pasar. Didi mengatakan, kenaikan harga tidak selamanya disebabkan stok yang menipis. 

"Tetapi bisa saja karena hukum pasar lain, semisal permintaan yang meningkat karena sekarang sedang bulan Maulid," paparnya. 

Dari informasi yang disampaikan pihak Bulog, stok pangan aman sampai tibanya masa panen berikutnya. "Sampai Desember, pangan kita masih aman," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Didi mengapresiasi kegiatan GPM yang diinisiasi DKP Kota Mataram. Ia pun berharap kegiatan itu bisa dilanjutkan lagi tetapi dengan melakukan kajian efektifitas dan kajian dampak pada pasar terlebih dahulu. 

"Ya nanti kita kaji ketepatan gerakannya seperti apa," tekannya. 

Menurut Didi, penting mengkaji kegiatan GPM yang memberikan harga murah terhadap psikologi pasar. Sehingga program itu efektif mengendalikan harga pasar tetapi tidak sampai merusak harga. 

"Karena kalau terlalu sering juga, bisa mengancam pasar, pasar juga tidak boleh terganggu," tegasnya. 

Usulan kegiatan GPM lebih merata lagi, tidak hanya di beberapa titik, menurutnya juga layak dikaji. "Sehingga masyarakat yang ada di kelurahan lain juga bisa merasakan manfaat dari kegiatan ini," ujarnya. 

Didi menyampaikan penghargaannya atas kerja keras yang dilakukan DKP dalam tiga hari terakhir. "Saya datang ke sini adalah bentuk penghargaan atas kegiatan ini," ujarnya. 

Sekalipun pola penjualan pangan murah ini bukan yang pertama dilakukan pemerintah kota, tetapi antusiasme masyarakat mengikuti GPM sangat tinggi. "Tinggal kita dorong agar lebih sistemik dengan intensitas yang lebih tinggi. Saya kira kalau masyarakat merespons penuh kegembiraan sebuah program, itu bukti bahwa perlu kita melakukan kegiatan ini," tegasnya. 

Lurah Babakan Muhammad Agus, memuji kegiatan itu sangat tepat karena masyarakat sedang membutuhkan pangan murah selama bulan maulid. "Semoga ke depan kegiatan seperti ini bisa lebih sering lagi, ya tiga bulan sekali, intinya lebih rutin," harapnya. 

Kebutuhan pangan yang menjadi fokus masyarakat saat ini antara lain beras, telur, dan minyak. "Ya (pernah ada keluhan dari masyarakat soal harga naik), tetapi alhamdulillah akhirnya sekarang bisa membeli dengan harga lebih murah," ujarnya. (zad)

 

Editor : Kimda Farida
#gpm #telur #Beras #babakan #dinas ketahanan pangan #Mataram #Didi Sumardi #Pangan