Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ikan Acipenser Penghasil Emas Hitam yang Mendunia ternyata Ada di Lombok!

Miq Ade • Senin, 16 Oktober 2023 | 10:00 WIB
 
Deno memperlihatkan ikan pari yang dikoleksi, sedangkan di dalam akuariumnya UU berenang ikan Acipenser Strugeon mirip hiu yang mendunia
Deno memperlihatkan ikan pari yang dikoleksi, sedangkan di dalam akuariumnya UU berenang ikan Acipenser Strugeon mirip hiu yang mendunia
 
LombokPost--Telurnya jadi sajian raja-raja. Dinikmati dengan cara istimewa. Dihasilkan oleh jenis ikan purba!
 
Inilah bentuk sempurna dari makanan mewah nan megah. Bagi yang bergelimang harta dan mungkin juga kekuasaan. 
 
Makanan mewah itu adalah telur ikan. Tapi bukan sembarang ikan. Ikan purba!
 
Telur ikan ini dianggap sempurna menghadirkan cita rasa kemewahan. Rasanya gurih, lembut, serta agak sedikit buttery begitu pecah di mulut. Namanya: kaviar. 
 
Sudah begitu banyak Blogger, Youtuber, dan konten kreator, menceritakan betapa mulia dan agungnya makanan ini. Sukses membuat jutaan peselancar dunia digital penasaran sampai ke ubun-ubun ingin menikmatinya. 
 
Penulis, menghubungi seseorang penghobi ikan hias bernama Deno Novandri yang punya ikan penghasil telur kaviar ini. Deno sering membawa ikan-ikan unik lalu menjualnya ke warga di Kota Mataram.  
 
"Rata-rata pelanggan saya orang Kota Mataram," tuturnya, Minggu (15/10). 
 
Setahu Deno, di Lombok baru lima orang yang punya ikan itu. Termasuk dirinya yang memelihara di akuariumnya. 
 
Deno tertawa terkekeh begitu penulis mengira itu adalah hiu. "Bukan, itu ikan acipenser. ikan asli perairan dingin penghasil kaviar. Kalau pernah dengar telur ikan yang orang barat jual dengan harga belasan sampai puluhan juta rupiah yang hanya sewadah minyak rambut Pomade itu dimakan mentah-mentah, nah ini dah ikannya," jelasnya. 
 
Tidak banyak yang tahu bentuk asli ikan penghasil kaviar. Spesifik nama ikannya adalah Strugeon. Strugeon merupakan keluarga besar ikan Acipenser. Dan Deno menyebut punya jenis ini. 
 
"(Tapi) nunggu 15 tahun (baru punya telurnya)," ujarnya lalu tertawa, menjawab permintaan penulis yang ingin mencoba telurnya.  
 
Keterangan Deno tak jauh beda dengan sejumlah sumber yang bercerita tentang ikan Strugeon. Salah satunya dilansir Los Angeles Times yang menyebut ikan ini dibudidayakan belasan tahun baru bisa diambil telurnya.
 
Konon, kemewahan telur ini telah menjadi sajian agung di abad 19. Di makan para raja dan orang penting di Amerika Serikat. Kaviar hanya dijadikan toping dan bukan jadi bahan utama membuat makanan karena sulit diperoleh. 
 
Tetapi sebelum abad ke 19, telur kaviar menjadi perburuan orang-orang Romawi hingga Yunani kuno. Kelezatannya membuat banyak orang berhasrat tinggi menikmatinya. Mereka berburu telur ikan yang sudah setara emas hitam ini. 
 
Deno bercerita tidak gampang memelihara Strugeon. "Susahnya di awal untuk rekondisi atau adaptasi dengan air Indonesia, terutama di suhu kan dia ikan asli perairan dingin yang bisa di bawah 20 derajat celsius, sedangkan di Indonesia rata-rata air di 24-26 derajat celsius. Itu yang bikin jarang ada orang yang bisa pelihara," ungkapnya. 
 
Mereka yang pernah mencoba membeli benih dan memelihara kebanyakan gagal. Ia bahkan sempat gagal beberapa kali sampai akhirnya berhasil punya seekor. "Ada kali saya punya 5 ekor yang lewat (mati), ini yang masih kelihatan satu ekor," ungkapnya. 
 
Harga ikan Strugeon tergolong mahal. Ikan Stugeon yang dimilikinya dihargai pada kisaran Rp 2-2,5 juta. Sedangkan untuk benihnya di harga Rp 400-1 juta. "Dulu belinya pas masih kecil dari importir langsung," tuturnya. 
 
Deno mengatakan pernah memelihara tiga ekor ikan Strugeon ini. Tetapi yang bertahan hanya satu. "Yang murah pula," celetuknya. 
 
Ketiganya yakni,  Acipenser ruthenus max size 90 cm; Acipenser diamond max size 150 cm; dan Acipenser beluga max size 300 cm. "Ya ikan-ikan itu bisa nyasar ke Lombok," kelakarnya. 
 
Pada tahun 2006 ikan strugeon dinyatakan sebagai spesies punah oleh International Union for Conservation of Nature, dikutip dari The Guardian. Seorang ahli biologi kelautan asal Jerman Angela Kohler kemudian memutar otak bagaimana menjadikan kaviar sebagai makanan berkelanjutan.
 
Ia kemudian menciptakan cara memijat strugeon hingga telurnya keluar. Dengan begitu, strugeon tak perlu dibunuh lagi. 
 
Kaviar berkualitas baik dinilai dari warna, rasa, tekstur, dan tingkat kematangan. Kaviar terbaik biasanya punya warna hitam yang agak pudar, dengan bau dan rasa tajam. Kaviar termahal berasal dari beluga strugeon asal Iran. Per kilogramnya mencapai Rp 504 juta.
 
"Nggak (dilarang) kok, kalau memang dilarang nggak mungkin bisa masuk ke Indonesia dan dapat diperjualbelikan dengan bebas,"kata Deno.
 
Selain punya Strugeon, Deno juga punya ikan pari air dan kura-kura air tawar. "Saya lebih banyak main ke jenis ikan exotic dan rare, bukan yang ornamental," terangnya.  
 
Menurut Deno kebanyakan ikan yang dilarang asli atau endemik Indonesia. "Kalaupun hewan yang masuk perundang-undangan tetap bisa dipelihara dengan beberapa persyaratan, ya minimal ada sertifikatnya gitu seperti Arwana Super Red asli Kalimantan," jelasnya. 
 
Deno mengatakan terdapat juga ikan yang sifatnya invasif. Ia mencontohkan ikan nila ternyata bukan asli Indonesia. "Ikan ini dapat berbahaya bagi ekosistem di Indonesia kalau dilepasliarkan, cuma karena ada unsur ekonomi dan bisa dikonsumsi jadi seakan itu dibolehkan," pungkasnya. (LM Zainuddin)
 
 
Editor : Kimda Farida
#Strugeon #mewah #romawi #Acipenser #kaviar #ikan #youtuber #mahal #konten kreator #raja #blogger #Yunani kuno