LombokPost-Menjamurnya anak jalanan, pengemis, dan gelandangan di Kota Mataram seharusnya menjadi salah satu perhatian penting Pemkot Mataram. Aktivitas dan keberadaan mereka kerap muncul di simpang jalan utama dan dianggap mengganggu aktivitas warga Kota Mataram.
Melihat fenomena tersebut, Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram menilai Pemkot Mataram belum serius mengatasi persoalan anak jalanan dan gelandangan yang ada di Mataram.
”Pemerintah harus tegas untuk penertiban dan juga mesti dilakukan pembinaan agar tidak mengulangi aktivitas mengemis kembali,” ujar Ketua Bidang PPD HMI Mataram, Riscky Febrian, Rabu (25/10).
Selain itu juga, Riscky, menyatakan Mataram sebagai ibu kota Provinsi NTB yang mendapatkan predikat kota ramah anak harus menghadirkan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak. Agar tidak ada lagi anak yang mengemis bahkan menggelandang di jalanan.
”Kota Mataram ini kan mendapatkan penghargaan kota ramah anak. Jangan sampai penghargaan itu kemudian tidak sesuai dengan realitas yang terjadi di lapangan. Pemerintah harus hadir dalam perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak yang ada di Mataram,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Mataram, Dwi Alam Ananami menyatakan, aktivitas anjal dan gelandangan ini belum selesai ditangani pemkot. ”Aktivitas anjal dan gelandangan ini rasa-rasanya susah sekali diselesaikan pemerintah. Kalaupun ada oknum yang mengorganisir atau memanfaatkan mereka ya diberantas sampai akar-akarnya,” katanya.
Lebih lanjut, Dwi Alam menegaskan, HMI Mataram akan terus berupaya menyampaikan kritik dan masukan untuk perubahan dan kebaikan Kota Mataram. “Bagaimanapun juga Kota Mataram ini tempat kami beraktivitas. Setiap problem yang ada menjadi tanggung jawab kita bersama. HMI sebagai organisasi eksternal kampus memiliki peranan untuk menyampaikan kritik dan saran perbaikan dalam pembangunan khususnya Kota Mataram ini,” tandasnya. (zad)
Editor : Redaksi Lombok Post