Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Duh! Ditata dengan "Program Kotaku", Lingkungan Kamasan, Mataram Malah Tergenang

Miq Ade • Rabu, 22 November 2023 | 11:35 WIB

Genangan air di RT 05, Lingkungan Kamasan, Monjok, Kota Mataram.
Genangan air di RT 05, Lingkungan Kamasan, Monjok, Kota Mataram.
 

LombokPost--Program Kota Tanpa Kumuh atau Kotaku di Lingkungan Kamasan, Monjok, Kota Mataram tidak sesuai ekspektasi. Penataan kawasan justru mengakibatkan genangan mudah terjadi saat hujan turun.

Ketua RT 05, Lingkungan Kamasan, Kota Mataram, Wawan Satria menyebutkan hujan yang turun dengan mudah membuat jalan gang di RT 05 tergenang air.

“Setelah dipasangi paving blok, malah airnya tambah sulit terserap,” ungkapnya, pada Lombok Post, Selasa (21/11).

Memang terdapat beberapa lubang resan yang dibuat. Tetapi tidak efektif menyerap air dengan cepat.

“Tadinya kami pikir akan dibuatkan saluran pipa besar ke pembuangan (drainase), tapi ternyata tidak,” ujarnya.

Warga di RT 05 mengeluhkan munculnya genangan-genangan itu. Mereka menutupi pintu-pintu masuk air, agar tak menggenangi halaman rumahnya.

“Kita minta diperbaiki, tapi katanya dana sudah habis,” ujarnya.

Wawan berharap pemerintah bisa memperbaiki lagi penataan lingkungan. Sehingga persoalan itu tidak lagi menjadi momok mengkhawatirkan bagi warga.

Anggota DPRD Kota Mataram Ismul Hidayat menyayangkan terjadinya genangan justru akibat program Kotaku. “Saya kira ini harus jadi atensi dinas terkait (Perkim, Red) karena ini masih dalam pengawasan proyek (masa pemeliharaan, Red) yang baru selesai,” katanya.

Sepengetahuannya, program kotaku di lingkungan Kamasan masih satu desain dengan Taman Harum di Monjok. “Include dengan taman Harum, dengan nilai proyek kalau tidak salah Rp 2 m (miliar, Red) sekian,” katanya.

Pada prinsipnya, proyek tanpa kumuh tidak hanya tentang penampilan yang lebih tertata rapi. Tetapi juga penataan pemukiman agar tidak terjadi persoalan dari genangan hingga banjir.

“Tapi begitu hujan (di kawasan Kamasan) seperti tidak terencana (dengan baik), ke mana air harus mengalir. Harusnya dibuatkan selokan atau perencanaan yang matang antisipasi hujan,” paparnya.

Keseriusan dalam membuat perencanaan proyek dipertanyakan. “Kok malah jadi merugikan masyarakat, kita berharap ada evaluasi dengan munculnya genangan itu,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) M Nazaruddin Fikri dimintai tanggapan melalui layanan pesan singkat, belum memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan. (zad)

Editor : Kimda Farida
#Kota Mataram #Dewan #DPRD #Ismul Hidayat #kawasan #Monjok #genangan #Perkim #program #Hujan #Kotaku #kamasan