LombokPost-Panggung Amfiteater di Taman Udayana, Mataram, memperlihatkan karakter kolosalnya.
Bangunan megah itu mencitrakan desain bercirikan budaya yang terlihat dari ornamen replika gunung-gunung wayang yang terpasang di kedua sisi panggung.
Begitu juga motif lantai panggung yang memperlihatkan corak batik.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi mengatakan kontrak pengerjaan sebenarnya selesai 14 Desember 2023.
Tetapi masih ada pekerjaan pemasangan ornamen replika gunung-gunung wayang di sebelahnya lagi.
“Secara umum sudah selesai kontrak, (tapi) ada keterlambatan 5 hari (untuk penuntasan pengerjaan),” katanya, Selasa (19/12).
Keterlambatan itu masih dalam batas toleransi.
Rekanan diberikan waktu menuntaskan apa yang menjadi tanggung jawab atas kontrak yang telah ditandatanganinya.
“Rekanan saya kira sudah mengerjakan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab dan hasilnya memuaskan, rapi. Sangat sesuai (dengan desain),” paparnya.
Denny mengatakan, panggung itu baru akan diresmikan bulan Januari tahun 2024 nanti.
Panggung megah itu masih harus melewati sejumlah tahapan mulai dari masa pemeliharaan hingga dilakukan Provisional Hand Over (PHO).
“Direncanakan akan diresmikan oleh Pak Wali dan Pak Wakil tanggal 12 Januari 2024,” jelasnya.
Pada hari pertama, panggung itu akan digelar yasinan dan doa. Sebagai bentuk permohonan agar panggung bisa memberikan kemaslahatan dan kemanfaatan yang baik bagi masyarakat ibu kota.
“Hari pertama tanggal 12 Januari 2024 akan diadakan yasinan dan doa bersama karyawan karyawati lingkup pemerintah Kota Mataram,” terangnya.
Sedangkan di hari kedua tanggal 13 Januari 2024, panggung itu bakal menyuguhkan atraksi budaya kolosal.
“Dilakukan peresmian diisi dengan tarian kolosal, kemudian eksebisi presean, dan musik,” jelasnya.
Sementara itu, Inspektur Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati mengatakan pembangunan panggung Amfiteater secara umum dinilai sesuai rencana.
“Kami melihat panggung itu sudah dibangun sesuai rencana,” kata Nelly.
Ia menekankan, selama rekanan mengerjakan proyek mengacu ketentuan harusnya tidak ada persoalan.
Sehingga proyek-proyek fisik di Kota Mataram yang lain juga dapat berfungsi secara maksimal sesuai peruntukannya.
“Saya kira tidak ada (yang kejar tayang),” ujarnya.
Nelly memaparkan, inspektorat memiliki layanan pengawasan pengerjaan yang dinamakan probity audit.
Layanan ini memungkinkan pengawasan dilakukan secara realtime dari pengadaan sampai dilakukannya PHO.
“Kalau ada temuan atau penyimpangan bisa cepat diketahui, kemudian bisa segera diperbaiki,” katanya.
Nelly menjelaskan, selama tahun 2023 ini terdapat 11 proyek strategis ibu kota yang dilakukan probity audit.
Hasilnya, hingga menjelang akhir tahun proyek-proyek tersebut bisa tuntas sesuai rencana.
“Salah satu yang menggunakan probity audit itu adalah kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Mataram (dan 10 (proyek lainnya) sesuai SK Wali Kota,” jelasnya.
Permohonan probity audit dapat dilakukan dengan bersurat langsung ke inspektorat.
“Ada juga yang lain-lain minta probity audit tetap kami layani karena itu mandatory ya,” paparnya.
Probity audit ini secara prinsip memberikan layanan pengawasan.
Sehingga bila terdapat kekeliruan dapat segera diperbaiki. Menghindari proyek berujung pada proses hukum.
“Kalau dia menjalani semua temuan-temuan kita selama pengerjaan, insya Allah aman,” paparnya.
Target dari probity audit juga untuk memastikan semua proyek bisa selesai sesuai kontrak. “Nggak boleh meleset,” ujarnya.
Pengawasan akan dilakukan langsung oleh Inspektur Pembantu IV yang membidangi pencegahan dan investigasi.
“(Proyek) yang murni dan perubahan itu ada kita kerjakan (probity audit),” pungkasnya. (zad/r3)
Editor : Marthadi