Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Padi Tumbang Akibat Angin Kencang, Dinas Pertanian Belum Terima Laporan Kerugian Petani

Miq Ade • Sabtu, 30 Desember 2023 | 19:59 WIB

 

 

Tanaman padi di Kota Mataram bertumbangan akibat angin kencang.
Tanaman padi di Kota Mataram bertumbangan akibat angin kencang.

LombokPost-Pemerintah masih menunggu laporan tanaman padi yang rusak akibat hujan deras disertai angin kencang. “(Kalau sekarang) belum ada (laporan masuk),” kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) M Saleh, Kamis (28/12).

Namun Saleh yakin, tidak banyak petani yang mengalami kerugian karena hujan deras dan angin kencang. Ia beralasan sebagian besar petani ibu kota telah melewati masa panen.

“Sebagian besar kan sudah panen, baru kemarin. Ya (memang masih ada yang belum) tapi tidak banyak,” ujarnya.

Saat ditanya apakah para petani di Kota Mataram telah terlindungi asuransi pertanian, Saleh mengatakan belum mengecek. “Nanti kita lihat ya,” pendeknya.

Hujan disertai angin kencang dalam tiga hari berturut-turut, seperti prediksi BMKG menandai tibanya musim hujan. Meskipun datangnya lebih terlambat di Kota Mataram, tapi di daerah lain telah ada yang masuk musim penghujan.

Hal ini sebagai dampak El Nino menguat. Ditandai hujan yang turun tidak merata dan curah berkurang.

Pantauan Lombok Post, tanaman padi di sejumlah petak sawah tumbang diterjang angin kencang. Salah satunya sejumlah sawah di kawasan Dasan Cermen. Namun sebagai besar padinya terlihat menguning yang artinya segera panen. 

Seorang petani, Mustakim mengatakan tanaman padi yang tumbang menyulitkan proses panen. Ia juga mengkhawatirkan kualitas panen tidak maksimal sehingga harga jual turun drastis.

“Walaupun mulai menguning tapi masih belum waktunya panen,” katanya.

Namun menegakkan kembali tanaman padi tentu akan mengeluarkan biaya tambahan. Sementara petani sepertinya, tidak menyiapkan modal untuk kondisi di luar perkiraan.

 “Keluar biaya lagi, ya nanti kita coba perbaiki sendiri, pelan-pelan,” ujarnya. (zad)

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#dinas pertanian #sawah #Padi #angin kencang #bmkg #asuransi #Hujan