Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Renyahnya “Keretek” ala Mamiq Kus: Kereteknya Bunyi Terus Sampai Rumah

Miq Ade • Selasa, 2 Januari 2024 | 10:13 WIB
Lalu Kustryadi (kopiah putih) pemilik terapi kiropraktik di Sayang-sayang, Kota Mataram
Lalu Kustryadi (kopiah putih) pemilik terapi kiropraktik di Sayang-sayang, Kota Mataram

 

 

Teknik keretek dipopulerkan salah satunya oleh youtuber Beemz Aryo. Suara persendian berbunyi gurih, menggoda hasrat mencoba. Tapi tak perlu jauh-jauh mencari Beemz, di Kota Mataram pun ada.

 ----

BERPECI putih, baju batik warna ungu, dan celana kain warna hitam. Lalu Kustryadi atau yang akrab disapa Mamiq Kus duduk menyapa penulis.

Dahinya dipenuhi keringat. Ia telah menangani dua orang yang mengalami masalah persendian, sebelum penulis mendapat giliran.

“Apa kabar,” sapanya ramah di kediamannya. Sekaligus tempat praktiknya, Senin (1/1).

Banyak hal menarik diceritakan Mamiq Kus selama melakukan terapi kretek atau chiropractic. Penulis akan membaginya dalam dua bagian: rasanya dikretek dan pengalamannya.

Mula-mula, Mamiq Kus memencet pergelangan tangan. “Persendiannya bagus,” katanya sembari tersenyum.

Meski begitu, ia tetap menarik satu-persatu jari tangan dan kiri. Ada yang bunyi ada yang tidak.

“Kalau bagus, bisanya tidak bunyi,” katanya menerka.

Ia lalu memutar persendian tangan penulis di bagian pergelangan. Lalu mengentak-entakkan dengan tenaga yang cukup. Benar seperti terkaannya: tak ada bunyi keretek.

Pria itu lalu meraba otot di sekitar siku. Memencet-mencetnya seperti gerakan memijat.

“Kalau ini agak kaku, biasanya bunyi. Kayaknya pegel nulis ya,” celetuknya, menggoda. 

Ia lalu memutar lengan penulis. Membentuk posisi tertentu. Dan melakukan hentakkan dengan tenaga yang cukup.

“Kretek, tek-tek,” bunyi terdengar dari persendian.

Lagi, tebakannya betul. Pria itu pun tersenyum.

Ia kemudian bergerak ke belakang. Melipat sikut penulis dan posisi tertentu.

Gerakan itu dimaksudkan untuk melonggarkan persendian di pangkal lengan atau sekitar ketiak.

Ugh-ugh,” suaranya terdengar melenguh, saat mengentak lengan kanan penulis.

Tapi tak ada bunyi yang muncul. Begitu pun di sisi kiri sama.

“Tak harus ada suara. Yang penting ada gerakan. Kalau tidak ada suara (kretek, Red) berarti kondisinya bagus,” jelasnya.

Sesaat kemudian, Mamiq Kus telah berada di posisi kaki. Penulis diminta tidur telentang.

Sejumlah gerakan chiropractic dilakukan untuk membuat rasa lega pada persendian yang terasa keram atau keras. Seperti jari-jari kaki, punggung kaki, pergelangan kaki, sendi lutut.

Tetapi ini bagian yang paling nikmat. Sekaligus melegakan. Saat kaki dibuka melebar ke sisi samping kanan (dan nanti juga ke sisi kiri) kemudian dengan power yang cukup melakukan hentakan tarik.

“Dhuk!” bunyi persendian. 

Wuih. Enak sekali. Rasanya, tarikan itu berhasil melepas sesuatu yang mengikat di otot pinggul. Sesaat kemudian sensasi lega terasa. Melayang.

Rasa nyeri dan linu akibat keseringan bekerja duduk sirna. Lega sekali rasanya. 

“Gimana lega kan? Tapi belum selesai. Itu baru separo badan saja. Separo dari pinggul ke bawah. Pinggul ke atas sampai ke leher belum,” katanya mengulum senyum.

Teknik yang dimaksud, memang teknik yang penulis sangat ingin mencobanya. Teknik pamungkas seperti yang dilakukan Beemz Aryo: menarik kepala atau leher untuk meluruskan tulang punggung sampai tulang ekor.

Teknik ini haruslah dilakukan orang yang berpengalaman atau punya sertifikasi chiropractic. Bagi yang tak punya pengalaman dilarang keras coba-coba.

Tarikan terlalu lemah tidak akan bisa menghasilkan kretek dari tulang punggung sampai tulang ekor. Tetapi terlalu keras rawan bahaya sebab yang ditarik adalah leher. Inilah alasan mengapa yang harus melakukannya seorang profesional.

“Tenang, insya Allah aman. Ini adalah gerakan yang akan menjadi kunci dari seluruh teknik kretek ini,” yakinnya.

Mamiq Kus, meletakan bantalan di bawah pinggul penulis. Putra yang juga asistennya memegang pergelangan kaki.

Selanjutnya sehelai handuk putih dililitkan di leher. “Tarik nafas, lalu buang pelan-pelan, lemaskan otot-ototnya,” ujarnya.

Secara perlahan ia menarik handuk yang melilit di leher ke atas. Semakin lama semakin kencang hingga membuat badan sedikit terangkat.

“Tarik (nafas), lalu buang,” ujarnya, sambil melenturkan otot-otot.

Dan, sesat kemudian. “Krrr... tek.. tek... dhuk, thuk!” bunyi tulang punggung yang tertarik lurus. Bahkan sampai tulang ekor.

Sensasinya sulit penulis jelaskan. Awalnya sempat mau tersedak karena sedikit sulit mengatur nafas.

Tetapi kemudian, rasanya bikin melayang. Persendian yang lurus membuat darah dan oksigen seperti mengalir deras ke seluruh ruas tubuh. 

Punggung rasanya lebih tegak. Cahaya yang masuk ke mata lebih terang.

Tetapi yang membuat takjub adalah setelah selesai terapi dan penulis pulang ke rumah: tubuh masih mengeluarkan bunyi-bunyi keretek. Tubuh rasanya tengah memperbaiki posisi di semua sisi. Menakjubkan! (Bersambung)

 

Editor : Marthadi
#tangan #persendian #otot #kaki #punggung #Mataram #chiropractic #keretek #leher