Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jadi Icon Baru Pariwisata Mataram, Jalan Udayana Dipasangi Pita Penggaduh

Marthadi Zuk • Kamis, 4 Januari 2024 | 11:59 WIB

 

Seorang pengendara mengurangi kecepatan saat melewati pita penggaduh yang sudah terpasang di Jalan Udayana.
Seorang pengendara mengurangi kecepatan saat melewati pita penggaduh yang sudah terpasang di Jalan Udayana.

LombokPost-Jalan Udayana telah dipasangi pita penggaduh.

Ini untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang datang berekreasi di kawasan tersebut.

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan kawasan Udayana menjadi icon baru tempat wisata buatan yang dikembangkan Pemkot Mataram.

Kini sudah ada taman air mancur, Teras Udayana, dan jogging track untuk masyarakat berolahraga.

"Sekarang Jalan Udayana menjadi pilihan warga untuk rekreasi dan tempat berkumpul. Supaya lebih aman di jalan itu kita letakkan pita penggaduh," kata Martawang.

Pita penggaduh yang dipasang tidak terlalu tebal. Seperti yang sudah terpasang di jalan baru Tohpati, Cakranegara.

"Tujuannya agar tidak juga mengganggu pengendara yang melintas. Karena Jalan Udayana merupakan jalan utama di Kota Mataram," jelasnya.

Pemasangan pita penggaduh tersebut tidak sembarangan. Itu sudah dikoordinasikan dengan seluruh stakeholder seperti Ditlantas Polda NTB dan Forum Lalu Lintas Jalan (FLLAJ).

Mereka telah mengkaji terlebih dahulu sebelum memasang. Dari hasil kajian, beberapa titik memang harus dipasangi pita penggaduh.

"Kawasan di Udayana itu cukup ramai. Banyak pejalan kaki, orang jogging berolahraga dan menikmati rekreasi. Itu menjadi pertimbangan dipasangkan pita penggaduh," ujarnya.

Fungsi pita penggaduh itu sebagai pemberi tanda pengendara agar mengurangi kecepatan di kawasan tersebut. Maksimal kendaraan harus melaju 40 kilometer per jam.

"Makanya kami juga sudah pasangkan rambu pengingat agar pengendara bisa patuh mengendarai kendaraannya dengan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam," jelasnya. 

Martawang mengatakan, Jalan Udayana juga kerap digunakan kalangan anak muda untuk melakukan aksi balap liar. Biasanya mereka beraksi di malam hari.

"Kondisi itu tentu membahayakan pengendara lain dan para pelaku aksi balap liar," ungkapnya.

Dengan adanya pita penggaduh, bisa menekan aksi balap liar di kawasan tersebut.

Sebelumnya, juga sudah dilakukan pemasangan di jalan baru Tohpati.

"Sekarang di jalan yang sudah dipasangkan pita penggaduh, tidak ada lagi aksi balap liarnya," ujarnya.

Total pita penggaduh yang terpasang baru dua titik. Penambahan pemasangannya belum ditentukan.

"Dikarenakan pemasangannya harus melalui kajian mendalam dengan stakeholder lain," bebernya.

Warga Rembiga Kota Mataram Reinaldi mengaku mendukung pemasangan pita penggaduh di Jalan Udayana.

Cara itu untuk mengantisipasi aksi balap liar para pemuda di malam hari.

"Bagus kalau ada pita penggaduh. Orang tidak berani lagi melakukan balap liar," kata Reinaldi.

Aksi balap liar tersebut sangat mengganggu. Dia yang sering melewati Jalan Udayana was-was jika ada aksi balap liar.

"Kita yang menggunakan jalan takut ditabrak," keluhnya.

Semoga pita penggaduh itu bisa ditambah di beberapa titik. Sehingga, aksi balap liar di Udayana bisa berkurang.

"Jalan Udayana ini kan cukup panjang. Jadi para pelaku aksi balap liar itu bisa menggunakan jalan yang  belum terpasang pita penggaduh," sarannya. (arl/r3)

Editor : Marthadi
#pita #Jalan #Udayana #wisata #Mataram #penggaduh