Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

TPA Kebon Kongok Bakal Ditutup, Pemkot Mataram Siapkan Strategi Tangani Sampah

Marthadi Zuk • Kamis, 11 Januari 2024 | 12:38 WIB
Pertugas pengangkut sampah di kelurahan membuang sampah dari motor angkutnya ke TPS Sandubaya, beberapa waktu lalu.
Pertugas pengangkut sampah di kelurahan membuang sampah dari motor angkutnya ke TPS Sandubaya, beberapa waktu lalu.

LombokPost-Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok di Lombok Barat (Lobar) bakal ditutup.

Pemkot Mataram mulai mengatur strategi menangani sampah.

”Kami sudah menerima suratnya. Resmi ditutup permanen sekitar bulan Juni-Juli tahun 2024,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi.

TPA Kebon Kongok ditutup karena sudah tidak bisa lagi menampung sampah. ”Sudah over kapasitas,” kata Denny.  

Rencananya, TPA akan dipindah ke wilayah Sekotong, Lobar. Lokasinya semakin jauh dari Mataram.

Jika melihat kondisi itu perlu ada penambahan biaya operasional.

”Nanti ada peningkatan biaya BBM (bahan bakar minyak),” katanya.

Menurut Denny untuk mengurangi residu pembuangan sampah, Pemkot Mataram sudah menyiapkan alternatif.

Salah satunya mengandalkan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya.

”TPST itu sudah mulai running sekitar bulan April atau Mei,” ujarnya.

Sampah yang ada akan dikelola terlebih dahulu di TPST tersebut. Dengan begitu residu sampah dapat dikurangi sebelum dibuang ke TPA.

“Kemungkinan nanti BBM kita untuk kapasitas Sandubaya dan Cakranegara bisa dialihkan ke kecamatan yang lain untuk membuang sampah ke Sekotong,” bebernya.

Sampah yang ada di Kota Mataram ini harus dibuang ke TPA. Kecuali TPST Kebon Talo di Ampenan bisa menjadi solusi mengurangi pembuangan sampah ke TPA.

”Kalau residu kan sedikit kapasitasnya untuk kita buang ke TPA,” ungkapnya.

Denny memastikan, tidak akan ada penumpukan sampah di TPS di Kota Mataram meski TPA Kebon Kongok ditutup karena semua sudah diantisipasi.

”Ini hanya berdampak pada pembiayaan BBM saja. Biayanya bisa dua kali lipat yang perlu dianggarkan,” ujarnya.

Terlebih lagi medan menuju TPA yang baru di Sekotong berbeda dengan TPA Kebon Kongok. Artinya, perlu biaya perawatan terhadap armada. ”Supaya pengangkutan lebih maksimal,” kata dia.

Melihat volume sampah yang harus dibuang ke TPA Kebon Kongok cukup besar mencapai 200 ton per hari.

”Itu yang belum dipilah ya. Nanti kalau TPST sudah jadi, volumenya akan bisa berkurang drastis,” ungkapnya.

Denny mengatakan, dari pantauan di lapangan, tidak ada penumpukan sampah di TPS.

Dia selalu menekankan ke petugas armada untuk tepat waktu mengangkut.

”Setiap jam 12 siang sudah diangkut semua sampahnya. Tidak ada penumpukan,” klaimnya.

Saat ini masyarakat mulai membuang sampahnya dari malam hingga pagi. Termasuk di jalan protokol.

”Jadi masyarakat membuang sampah mulai pukul 21.00 Wita hingga 06.00 Wita. Kalau sudah diletakkan, tim Satgas kita sudah langsung mengangkut dari malam,” pungkasnya. (arl/r3) 

Editor : Marthadi
#sampah #TPA #Sandubaya #tpst #Mataram #kebon kongok