LombokPost--Penyandang disabilitas Niar Kartina berharap kawasan wisata Teras Udayana dilengkapi juga dengan fasilitas bagi kelompok difabel. Ia menuturkan sangat antusias mendatangi lokasi tempat wisata baru di ibu kota ini. Namun, sesampainya di sana, ia tak menemukan fasilitas bagi kelompoknya.
“Saya datang ke sana, tapi tidak ada fasilitas bagi kami (kelompok difabel),” ungkapnya pada Lombok Post, Jumat (12/1).
Ia mencari-cari fasilitas seperti guding block, jalur kursi roda, boarding akses, ramp/bidang landai, hingga toilet ramah difabel. Tetapi tidak ada satu pun yang terbangun di sana.
“Sebenarnya dari dulu kami selalu menyuarakan, setiap ada fasilitas umum yang dibangun agar dibuatkan fasilitas bagi difabel, kami juga ingin ikut menikmati fasilitas yang dibuat pemerintah,” ungkapnya.
Kondisi Teras Udayana tanpa fasilitas difabel mengesankan tempat itu belum terbuka bagi kelompoknya. “Kami juga ingin mendapatkan hak-hak kami,” ujarnya.
Ketika masih perencanaan pembangunan Teras Udayana, Niar mengatakan tidak mendapat undangan membahasnya. “Nggak ada,” ujarnya.
Padahal sebagaimana perencanaan pembangunan fasilitas lain, pihaknya selalu diajak turut serta membahasnya. “Padahal banyak banget teman-teman difabel yang pasti senang datang ke sini kalau fasilitasnya lengkap,” katanya.
Sementara itu, Aktivis Sosial Kota Mataram Azhar Zaini menyayangkan tidak adanya pelibatan kelompok difabel dalam perencanaan Teras Udayana. “Harusnya Fasilitas terbangun ramah untuk semua kelompok,” katanya.
Ia mendorong agar pemerintah menyiapkan fasilitas dimaksud. Agar kelompok difabel dapat turut serta merasakan kegembiraan pembangunan fasilitas megah tersebut.
“Tentu kalau tidak ada fasilitas itu, akan sulit diakses teman-teman difabel,” paparnya.
Ia menekankan, fasilitas difabel jadi catatan penting yang harus segera terbangun. “Dan agar ke depan apa pun pembangunan harus mengedepankan partisipatif masyarakat,” pungkasnya. (zad)
Editor : Hidayatul Wathoni