Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Segini Stok Pupuk Subsidi, Ternyata Belum Sesuai Kebutuhan Petani di Mataram

Miq Ade • Selasa, 6 Februari 2024 | 12:15 WIB
ILUSTRASI: Seorang petani tengah bersiap menebar pupuk ke lahan persawahannya.
ILUSTRASI: Seorang petani tengah bersiap menebar pupuk ke lahan persawahannya.

Kecamatan       Urea  (Ton)         NPK (Ton)

Ampenan           63                        32

Mataram            81                        41

Cakranegara      60                       30

Sekarbela          171                      87

Selaparang        67                        34

Sandubaya        174                      89

Total                    616                     313

*) Sumber: Dinas Pertanian Kota Mataram

LombokPost--Stok pupuk bersubsidi yang tersedia hanya separo dari usulan kebutuhan. Situasi ini dapat berdampak pada produktivitas petani menyuplai kebutuhan pangan.

“Belum sesuai,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram M Saleh, Senin (2/5).

Mengacu pada data tahun 2023 luas lahan pertanian di Kota Mataram mencapai 1.472,72 hektare (Ha). Lahan tersebut dapat mencapai produktivitas tertingginya bila disediakan 1.169 ton pupuk Urea dan 1.065 ton pupuk NPK.

Pemerintah pusat hanya menyalurkan 616 ton pupuk urea dan 313 ton pupuk NPK. “Kebutuhan pupuk subsidi kita disesuaikan dengan luas lahan,” tuturnya.

Tetapi jumlah pupuk subsidi kali ini lebih banyak bila dibanding tahun lalu. Perbandingan ini diharapkan akan dapat mengoptimalkan lahan-lahan perkotaan dan urban farming untuk lebih banyak lagi menghasilkan bahan pangan.

“Belum sesuai dengan RDKK, tapi alhamdulillah lebih banyak dari tahun kemarin,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Endang Utami Rahayu.

Endang menggambarkan pada tahun lalu, setiap hektare persawahan dijatah 50 kilogram (kg). “Tapi sekarang sekitar 200 (kg) lebih sekianlah,” jelasnya.

Fungsional Pengawas Alsintan, Dinas Pertanian Kota Mataram Hj Budiarti mengatakan usulan kebutuhan pupuk subsidi Kota Mataram telah disampaikan sebelumnya melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK). “Tapi tidak semua kita diberikan hanya sekitar 53 persen diberikan tahun ini,” jelasnya.

Secara lebih teknis Budi mengatakan pengusulan dilakukan pemkot dengan menyusun RDKK secara online berdasarkan kebutuhan per kecamatan. Di mana untuk urea 275 kg/ha dan NPK 250 kg/ha. “Sehingga keluar kebutuhan sesuai aplikasi,” terangnya.

Sementara distribusi dilakukan oleh pemerintah pusat. Proses distribusi dengan menunjuk distributor. “Ada dua distributor di Kota Mataram,” ujarnya.

Distributor kemudian menunjuk sejumlah pengecer untuk menyebarkannya pada petani. Terdapat delapan pengecer di Kota Mataram yang tersebar di enam kecamatan. “Sandubaya sama Sekarbela masing-masing dua pengecer, sedangkan di empat kecamatan lain masing-masing satu pengecer” terangnya.

Pupuk subsidi tersebut dijual pada petani dengan harga Rp 2.250/kg untuk Urea dan 2.300/kg untuk NPK. Jumlah pupuk di setiap pengecer disesuaikan dengan jumlah petani di kecamatan berdasarkan data yang diserahkan kelompok tani.

Sebagai gambaran jumlah kelompok tani se Kota Mataram yakni 74 kelompok tani tanaman pangan dan 26 kelompok tani hortikultura. “Jumlah ini berdasarkan SK wali kota,” pungkasnya. (zad)

 

 

Editor : Kimda Farida
#stok #dinas pertanian #npk #Petani #bersubsidi #Mataram #pupuk #urea